Home » Islami » Niat Sholat Dhuha dan Cara Sholat Dhuha Serta Doa Dhuha

Niat Sholat Dhuha dan Cara Sholat Dhuha Serta Doa Dhuha

Iuwashplus.or.id Berbicara tentang sholat dhuha, terdapat keunikan dimana waktu pelaksanaannya adalah setengah hari sebelum matahari terbenam, tepatnya setelah matahari terbit hingga sebelum meluncur ke sebelah barat yang membuat bayangan condong ke arah timur. Lalu apa bacaan doa setelah sholat dhuha?

Tidak kalah pentingnya dari sholat dhuha itu sendiri, umat muslim juga perlu untuk membaca doa. Sholat dhuha merupakan sholat sunnah yang sama dengan sholat lainnya yang mengandung keutamaan luar biasa. Sholat dan berdoa setelahnya bisa datangkan banyak keutamaan dan manfaat.

Apa itu Dhuha?

Apa itu Dhuha

Dalam agama Islam, pentingnya menjalankan rutinitas spiritual tidak dapat diabaikan. Salah satunya adalah ritual ibadah berupa Sholat Sunnah Dhuha. Kata ‘Dhuha’ dalam bahasa Arab (الضحى‎) memiliki arti ‘Waktu Pagi’ atau ‘Cahaya Pagi’. Makna ini membawa kita pada paham bahwa Sholat Sunnah Dhuha dijalankan dalam waktu antara Sholat Subuh dan Sholat Dzuhur, yaitu di pagi hari.

Ada kepercayaan dalam ajaran Islam bahwa Sholat Sunnah Dhuha dapat menjadi instrumen yang membantu dalam penghapusan dosa serta membuka pintu rezeki. Kalian akan menemukan berbagai nas yang menyebutkan keutamaan serta kegunaan dari solat ini.

Abu Hurairah R.A, salah seorang sahabat Nabi, mengungkapkan pesan yang pernah disampaikan oleh Rasulullah kepada beliau:

“Sang Rasulullah menasehati saya agar selalu melakukan tiga amalan. Yaitu, berpuasa selama tiga hari dalam sebulan, melaksanakan dua rakaat solat Dhuha, serta menjalankan solat witir sebelum saya tidur”. (Hadist Riwayat Muslim)

Baca Juga: Doa Setelah Sholat Hajat Mustajab Serta Tata Cara Sholat Hajat

Tata Cara Sholat Dhuha

Sholat dhuha bagi sebagian orang dinilai sangat besar manfaatnya bila dikaitkan dengan rezeki. Apakah ini benar? Jawabannya memang benar, karena Allah SWT sama sekali tidak kesulitan untuk memberikan rezeki kepada hamba-Nya sebanyak yang Dia kehendaki.

Jadi, bagi seorang hamba Allah yang ingin diberkahi dan dimudahkan dalam hidupnya, kuncinya adalah istiqamah dengan sholat Dhuha. Namun, kemudahan rezeki jangan dijadikan tujuan utama dalam menjalankan sholat ini.

Tujuan utama menjalankan sholat dhuha adalah mendekatkan diri kepada Allah. Semakin Anda taat kepada Allah, maka Allah akan semakin dekat dengan Anda dan tentunya banyak manfaat akan dilimpahkan.

Oleh karena itu, bagi seorang hamba yang dekat dengan Allah, sudah pasti ia tidak lagi berpikir untuk mendapatkan rezeki yang banyak melainkan untuk menambah ridha Allah baginya, dan hal ini tentu didapat ketika hatinya bersih dan menjalankan badah semata-mata karena perintah Allah.

Adapun mengerjakan sholat dhuha sama dengan mengerjakan sholat lainnya, namun yang membedakan hanyalah niatnya. Inilah tata cara dalam melaksanakan sholat dhuha:

1. Takbiratul Ihram Lalu Membaca Niat Sholat Dhuha

Niat Sholat Dhuha

Niat sholat dhuha terletak pada takbiratul ihram. Takbiratul ihram adalah takbir pertama ketika memulai sholat. Ketika sudah melakukan takbir, maka seorang muslim dilarang melakukan segala sesuatu.

Bagaimana dengan niat? Lafadh Bacaan Niat sholat dhuha sendiri adalah:

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Baca Juga  Doa Bercermin Sesuai Sunnah Serta Hukum Membacanya

Bacaan Latinya: “Ushalli sunnatadh Dhuhaa rak’ataini mustak’bilal kib’lati adaa’an lillaahi ta’aalaa”.

Artinya: Saya niat sholat sunnah dhuha dua rakaat mengahadap kiblat karena Allah SWT.

Kemudian setelah niat, dilanjutkan dengan membaca do’a iftitah yang merupakan pembukaan dari sholat, ini dan sunnah hukumnya.

2. Membaca Al Fatihah

Membaca surat fatihah ada tata caranya: Setelah membaca doa iftitah, kemudian membaca ta’awuz atau “A’uzubillahiminasy-syaithaanirrajiim” yaitu berlindung dari godaan setan terkutuk. Selanjutnya dilanjutkan dengan membaca Basmallah.

Basmallah merupakan salah satu ayat al-Fatihah dalam mazhab Syafi’i sehingga bacaan ini merupakan sesuatu yang wajib dibaca agar fatihahnya sahih.

Jika tidak membaca basmallah (Bismillahirrahmanirrahiim), maka fatihah tidak sah. Jika tidak sah maka sholat pun juga ikut jadi tidak sah karena fatihah adalah salah satu rukun sholat.

Membaca fatihah harus lengkap semua hurufnya, termasuk sifat alfatihah yaitu perilaku hurufnya. Baik baris dhammah, tasydid, baris fathah, maupun baris sukun, semuanya harus benar agar tidak mengubah makna alfatihah.

Selain itu, bacaan alfatihah juga harus teratur sesuai ayat dan harus muwalat (bersamaan dengan ayat yang satu dengan yang lainnya). Setelah itu, tidak apa-apa untuk membaca surat apa pun yang dapat Anda baca.

3. Ruku’

Ruku’ adalah sujud setengah badan dengan kedua tangan memegang lutut sehingga tulang punggungnya rata seperti papan. Tangan memegang lutut dengan jari-jari telapak tangan tidak menyatu dan meregang tetapi dalam posisi tengah.

Ketika sedang rukuk ini, maka umat muslim wajib membaca doa atau tasbih ‘Subhana rabbiyal a’dhimi wa bihamdih’ sebanyak tiga kali, kemudian bangun dari rukuk’ atau disebut i’tidal.

4. I’tidal

I’tidal adalah posisi tegak dengan kedua tangan diluruskan. I’tidal merupakan posisi setelah rukuk dan umat muslim wajib membaca doa i’tidal:

Rabbana lakal hamdu mil us-samawati wa mil ul ardhi wa mil u-ma syikta min syai’in ba’du.

Setelah membacanya, maka gerakan sholat dhuha dilanjutkan dengan sujud.

5. Sujud

Sujud adalah gerakan turun dari i’tidal dengan menempelkan dahi ke lantai dan 6 anggota tubuh lainnya. Jadi, anggota tubuh yang wajib menempel di lantai adalah dahi, dua telapak tangan, dua jari kaki, dua lutut. Dalam posisi sujud membaca tasbih tiga kali:

‘Subhanarabbiyal a’la wabihamdih.’

6. Duduk di antara Dua Sujud

Setelah sujud, maka lakukan gerakan bangun dari sujud yaitu duduk di antara dua sujud. Gerakan ini disebut duduk di antara dua sujud karena setelah duduk, ANDA melakukan sujud sekali lagi. Dalam posisi duduk juga ada doa yang harus dibaca, yakni:

‘Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii’

7. Setelah itu Lanjutkan Dengan Sujud Kedua Seperti Sujud Pertama

Setelah sujud kedua kalinya, maka umat muslim bisa bangun untuk melaksanakan rakaat kedua. Pada rakaat kedua semuanya sama dengan yang dilakukan pada rakaat pertama kecuali rakaat kedua dan seterusnya.

Ya, rakaat ketiga, keempat jika sholat empat rakaat, maka umat muslim tidak lagi membaca sholat iftitah, tetapi membaca surah al- fatihah saja.

Setelah rakaat kedua selesai, jika sholatnya dua rakaat seperti sholat subuh atau sholat sunnah, maka saatnya melakukan Gerakan duduk untuk tasyahud terakhir.

8. Duduk Tasyahud Terakhir

Duduk tasyahud meletakkan kaki di ujung dengan satu pantat di lantai dan satu lagi di sebelah kanan yang diletakkan di samping kaki kiri. Dalam posisi ini, maka umat muslim bisa membaca tahiyat, doa Rasulullah dan doa-doa lainnya jika memungkinkan.

Baca Juga  Urutan 99 Asmaul Husna Beserta Dalil-dalilnya

9. Salam

Salam adalah rukun sholat terakhir dan hukumnya wajib pertama kali, sedangkan salam ke kiri kedua kalinya adalah sunah.

Nah, karena ini dipraktekkan dalam sholat dhuha, maka setelah sholat Anda perlu membaca doa setelah sholat dhuha.

Doa yang dipanjatkan setelah melaksanakan sholat dhuha bisa menjadi salah satu perantara untuk mendapatkan rizki, umur panjang dan segala hajat dikabulkan oleh Allah SWT.

Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha Dalam Bahasa Arab, Latin dan Terjemahannya

Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha Dalam Bahasa Arab, Latin dan Terjemahannya

Setelah melakukan sholat dhuha seperti yang dipandu oleh Nabi Muhammad, maka yang perlu umat muslim lakukan selanjutnya adalah membaca doa usai sholat dhuha.

Pertama, umat muslim perlu memuji Allah dan dilanjutkan dengan mengucap shalawat atas Rasulullah SAW.

Setelah itu, sebelum masuk ke doa khusus, ada baiknya membaca Asmaul Husna, karena salah satu cara cepat mengabulkan doa adalah dengan memohon kepada Allah dengan menyebut Asmaul Husna.

Berikut adalah bacaan doa setelah sholat dhuha bahasa arab:

 اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ. بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Dalam Bahasa Latin, bacaannya adalah:

“Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka. Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin”.

Adapun, makna dari bacaan niat tersebut dalam Bahasa Indonesia adalah

“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila susah didapat maka mudahkanlah, apabila haram maka sucikanlah, apabila jauh maka dekatkanlah. Ya Allah dengan hak dhuha-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh.”

Manfaat dan Keutamaan Sholat Dhuha

Manfaat dan Keutamaan

Untuk meningkatkan kecintaan umat muslim pada sholat duha, ada baiknya Anda mengetahui apa saja manfaat sholat dhuha dan bagaimana keutamaan sholat dhuha ini.

Sholat adalah ibadah yang paling utama dalam kehidupan manusia, karena jika sholat seorang muslim dijaga dengan baik maka segala sesuatu yang lain dalam hidup ini akan tertata rapi dan teratur. Namun, jika sholatnya kacau maka hal-hal lain juga akan menjadi tidak teratur.

Sholat adalah perbuatan dan ucapan yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam berdasarkan syarat dan ketentuannya. Sholat terbagi menjadi dua jenis, ada sholat wajib dan sholat sunnat yang dikerjakan.

Rasulullah SAW menerima perintah sholat pertama saat isra’ dan mi’raj, dari 50 sholat sehari semalam menjadi hanya 5 sholat.

Namun bila Anda menambah sholat dengan sholat sunnah maka bisa dikatakan Anda memperbanyak amal dan pahala yang ada.

Baca Juga: Niat Sholat Maghrib Serta Panduan Sholat Magrib Lengkap

Tidak cukup untuk melaksanakan sholat wajib saja jika ingin mendekatkan diri kepada Allah, tetapi umat muslim perlu menambahnya dengan sholat sunnah dan salah satunya adalah sholat dhuha yang sarat dengan keutamaan dan manfaat baik.

Baca Juga  Niat Tayamum dan Doa Setelah Tayamum Serta Panduannya

Sholat ini bagus untuk memperlancar rezeki maupun untuk mendekatkan diri kepada Allah. Berikut keutamaan sholat dhuha dan manfaatnya:

1. Dosa-dosanya diampuni

Salah satu manfaat sholat dhuha adalah Allah SWT mengampuni dosa. Bagaimana tidak, seorang hamba yang mendekatkan diri kepada sang khaliq dan meminta ampunan kepada-Nya, tentu Allah yang Maha Luas Ampunan akan mengampuni hamba-Nya.

Apalagi jika hamba-Nya tersebut bersungguh-sungguh meminta ampunan atau tobat. Barangsiapa memohon ampun kepada Allah, tentu akan diampuni dosanya meskipun dosanya diibaratkan seperti buih yang ada di lautan.

Berapa banyak buih di lautan, semakin luas ampunan Allah, maka jangan berputus asa dari rahmat Allah. Bahkan dikatakan dalam hadits bahwa setiap manusia adalah pendosa dan sebaik-baik pendosa adalah yang bertaubat dari dosanya.

2. Termasuk Orang yang Bertaubat

Manfaat sholat dhuha selanjutnya adalah, Anda bisa termasuk dalam kategori orang yang bertaubat. Ketika sholat dhuha sudah menjadi rutinitas dan kebiasaan, sungguh luar biasa, Nabi menyebutnya sebagai orang yang bertaubat.

Taubat adalah kembali ke jalan yang benar dan benar setelah tersesat dalam maksiat. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda bahwa tidaklah seseorang selalu sholat dhuha kecuali ia tergolong orang yang bertaubat. Itulah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Hakim.

3. Termasuk Orang yang Taat Kepada Allah

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa barangsiapa yang melaksanakan sholat dhuha sebanyak dua rakaat, maka ia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Kemudian, orang yang mengerjakan sholat dhuha 4 rokaat, maka ia selamat dari keburukan pada hari itu.

Lalu barangsiapa yang mengerjakan 8 raka’at, maka Allah akan mencatatnya sebagai orang yang taat (taat). Kemudian barang siapa yang mengerjakannya 12 rakaat, maka Allah akan membuatkan baginya sebuah rumah di surga. Hal ini ditulis dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam At-Thabrani).

Tentu saja bagi orang-orang yang bertaqwa, keutamaan sholat dhuha ini merupakan nikmat yang luar biasa dari Allah bagi hamba-hamba-Nya. Bayangkan saja, hanya dengan sholat dhuha yang rutin dan teratur, Allah akan membalasnya dengan segudang kebaikan bahkan membuatkan rumah di surga.

Dengan sholat dhuha dan membaca doa setelah sholat dhuha, maka Allah Sang Maha Pengasih dan Penyayang kepada hamba-hamba-Nya akan memberikan berbagai ganjaran untuk mereka.

4. Diberikan Rezeki yang Cukup

Inilah manfaat sholat dhuha yang banyak dicari oleh orang yang baru memulai sholat duha. Memang benar, Allah akan memberikan rezeki yang melimpah ketika seorang muslim mau istiqamah dan dhuha. Rezeki tidak harus berupa uang, tapi dengan berbagai cara.

Rezeki itu bisa mendapatkan teman, mendapat jaringan bisnis, dimudahkan jualan, atau dimudahkan dalam berbagai hal yang pada gilirannya memberi Anda rezeki yang cukup.

Sebenarnya untuk masalah rezeki tidak perlu hitung-hitungan dengan Allah, Allah itu sangat kaya dan murah hati. Tidak diberi rezeki yang melimpah, sebenarnya Anda sudah melimpah jika mau bersyukur.

Diberikan anggota tubuh yang lengkap, dua ginjal yang sehat, dua mata yang sehat, dan pikiran yang sehat saja sudah luar biasa untuk disyukuri oleh siapapun. Apalagi diberikan nikmat lain seperti yang sudah sebutkan di atas.

Allah hanya memerintahkan secara sunnah untuk melakukan sholat dhuha di awal hari dan akan mencukupi rezeki di akhir hari.

Sholat wajib adalah modal dasar, dan suka tidak suka, sholat wajib harus dilakukan. Artinya, jika hanya mengerjakan sholat wajib, Anda tidak termasuk orang yang banyak bersedekah karena itu hanyalah hal-hal yang tidak bisa ditinggalkan.

Anda bisa sempurnakan dengan mengerjakan sholat sunah dhuha. Jangan lupa untuk lanjutkan dengan membaca doa setelah sholat dhuha setelahnya, ya!

Baca Juga:

Jangan sampai ketinggalan informasi terkini seputar teknologi dan tutorial terbaru dari Iuwashplus.or.id:

DMCA.com Protection Status