Home » Islami » Niat dan Cara Sholat Istikharah Serta Doa Setelah Istikharah

Niat dan Cara Sholat Istikharah Serta Doa Setelah Istikharah

Iuwashplus.or.idKetika dihadapkan pada perkara atau pilihan yang sulit, maka umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan sholat Istikharah. Apa itu sholat istikharah, bagaimana doa istikharah dan setelah sholat istikharah? Tentunya umat muslim perlu mengetahui dan memahaminya.

Secara umum, dengan melaksanakan sholat istikharah tersebut maka diharapkan bisa mendapatkan petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga mampu menentukan pilihan yang terbaik. Untuk tahu lebih jauh tentang sholat istikharah dan doanya, berikut ini pembahasan lengkapnya.

Pada zaman dahulu, masyarakat jahiliyah menentukan pilihan dan memutuskan perkara dengan cara diundi atau dikenal dengan istilah azlam. Namun cara ini dilarang oleh Allah SWT hingga kemudian diriwayatkan dalam sebuah hadits mengenai sholat istikharah yang dilakukan sebanyak dua rakaat.

Pelaksanaan sholat istikharah sendiri tidak berbeda jauh dengan sholat sunnah yang lain karena yang membedakan adalah bacaan niat serta sunnah yang dianjurkan. Adapun tujuan dari sholat ini adalah agar diberikan petunjuk terkait perkara atau ketika dihadapkan pada pilihan yang sulit.

Setiap perkara sudah diatur dalam Agama Islam sehingga umat Islam bisa melaksanakannya sesuai tuntunan dan syariat. Demikian pula dengan sholat istikharah, ada beberapa riwayat yang menjelaskan mengenai perkara tersebut.

Salah satunya terdapat dalam Hadits Riwayat Imam al Bukhari berikut ini, Jabir bin Abdillah berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُعَلِّمُنَا الاسْتِخَارَةَ فِي الأُمُورِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ يَقُولُ إذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ

Artinya, “Rasulullah saw mengajari kami (para sahabat) untuk sholat istikharah ketika menghadapi setiap persoalan, sebagaimana beliau mengajari kami semua surat dari Al-Quran. Beliau bersabda, ‘Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat sunnah dua rakaat …”’ (HR Imam al-Bukhari). (An-Nawawi, al-Adzkar, 1997: 137).

Baca Juga: Niat Sholat Jumat Imam & Makmum Arab Latin Beserta Caranya yang Benar

Niat Sholat Istikharah (Arab, Latin, Terjemahan dan Audio)

Niat Sholat Istikharah

Sebelum masuk pada pembahasan doa istikharah dan setelah sholat istikharah, ada baiknya ketahui dulu bagaimana niat serta tata cara melaksanakan sholat istikharah. Hal ini sangat penting karena dengan menjalankan sholat istikharah secara benar, InsyaAllah akan mendapatkan petunjuk dari Allah.

Adapun perkara yang dimintakan petunjuk merupakan perkara umum, sementara untuk perkara yang wajib sebaiknya tidak perlu dilakukan sholat istikharah. Seperti misalnya mengerjakan yang wajib dan meninggalkan yang haram. Karena hal itu sudah jelas hukumnya.

Sementara untuk perkara yang memungkinkan kita untuk memilih seperti yang berkaitan dengan pendidikan, pekerjaan, jodoh dan lainnya, maka hal itu bisa dimintakan petunjuk kepada Allah dengan melaksanakan sholat istikharah dan membaca doa istikharah.

Adapun bacaan niat untuk melaksanakan sholat istikharah adalah seperti berikut:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatal istikhârati rak’ataini lillâhi ta’âlâ.

Artinya:Aku berniat shalat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah ta’ala.

Bacaan niat untuk melaksanakan sholat istikharah dalam bentuk suara audio:

Tata Cara Sholat Istikharah dari Rakaat Pertama Hingga Rakaat Kedua

Tata Cara Sholat Istikharah dari Rakaat Pertama Hingga Rakaat Kedua

Pada dasarnya sholat istikharah merupakan salah satu sholat sunnah yang dianjurkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bagi umat muslim ketika sedang dihadapkan pada suatu perkara atau urusan. Istikharah sendiri menjadi salah satu upaya untuk mendapatkan petunjuk dari Allah SWT.

Sama seperti sholat lainnya, sholat sunnah yang terdiri dari dua rakaat ini bisa dikerjakan dengan membaca niat sholat istikharah terlebih dahulu seperti pada penjelasan sebelumnya. Setelah membaca niat maka bisa langsung mengerjakan sholat sunnah seperti biasa. Berikut ini rukun sholat istikharah:

  1. Membaca niat sholat istikharah.
  2. Takbiratul ihram kemudian doa iftitah.
  3. Membaca Al Fatihah.
  4. Membaca surat Al Qur’an.
  5. Rukuk dan tuma’ninah.
  6. I’tidal.
  7. Sujud pertama.
  8. Duduk diantara dua sujud.
  9. Sujud kedua.
  10. Berdiri kembali untuk rakaat kedua.
Baca Juga  Arti La Tahzan Innallaha Ma’ana, Tulisan Arab & Maknanya

Yang perlu diketahui adalah, dalam sholat istikharah ini setelah membaca QS. Al Fatihah dianjurkan untuk membaca QS. Sedangkan Al Kafirun di rakaat pertama dan QS. Al Ikhlas pada rakaat kedua. Setelah selesai salam maka bisa langsung diikuti dengan membaca doa istikharah dan setelah sholat istikharah.

Dengan melaksanakan sholat istikharah, maka hati akan terasa lebih tenang dan yakin dengan salah satu pilihan. Namun jika masih ragu, disarankan untuk melaksanakan sholat istikharah kembali dua sampai tiga kali sampai benar-benar mantap dengan pilihannya.

Baca Juga: Panduan Lengkap Sholat Ashar: Waktu, Niat, dan Tata Caranya

Kapan Waktu yang Mustajab untuk Sholat Istikharah?

Waktu Sholat

Pada dasarnya sholat istikharah bisa dilaksanakan kapan saja sesuai waktu pelaksanaan sholat sunnah lainnya. Meski begitu, ada anjuran untuk melaksanakan sholat istikharah di sepertiga malam seperti ketika melaksanakan sholat tahajud.

Seperti yang diketahui, waktu di sepertiga malam merupakan waktu yang sangat istimewa karena menjadi waktu yang paling mustajab untuk memanjatkan doa. Itulah mengapa sebaiknya sholat istikharah dilakukan pada waktu tersebut.

Petunjuk Setelah Melaksanakan Sholat Istikharah

Petunjuk Setelah Melaksanakan Sholat

Bagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan petunjuk setelah umat muslim mengerjakan sholat istikharah. Apakah melalui mimpi? Pertanyaan tersebut sering muncul ketika seseorang sudah selesai melaksanakan sholat istikharah sehingga berharap jika mimpinya bisa memberikan pertanda.

Namun pendapat ulama menegaskan bahwa mimpi yang dialami setelah sholat istikharah tidak bisa dijadikan patokan dalam menentukan pilihan. Karena mimpi sangat berhubungan dengan pikiran yang terlintas di dalam benak dan kondisi emosi seseorang.

1. Pendapat Syekh as Sya’rawi

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Syekh as Sya’rawi yang menegaskan bahwa mimpi saat tidur tidak berlaku dalam sholat istikharah. Sementara sholat istikharah bertujuan untuk memohon dengan doa seperti di dalam hadits.

Jika seseorang merasakan kelegaan hati ketika memanjatkan doa istikharah dan setelah sholat istikharah, maka itulah yang telah dikehendaki oleh Allah SWT kepada orang tersebut. (Syekh Mutawalli as Sya’rawi, al Fatawa as Sya’rawi, hal.702).

2. Pendapat Syekh Said Ramadhan al Buthi

Pendapat yang sama juga disampaikan oleh Syekh Said Ramadhan al Buthi yang menegaskan bahwa tidak ada hubungan antara mimpi dengan sholat istikharah yang telah dikerjakan. Karena sholat tersebut sebatas melaksanakan sholat kemudian berdoa sesuai sunnah.

Yang perlu dilakukan setelah sholat istikharah adalah melakukan aktivitas yang dimintakan petunjuk. Jika perkara tersebut baik maka Allah SWT akan memudahkan, sementara jika perkara tersebut buruk, maka Allah akan memalingkannya dari hal yang buruk tersebut.

Dengan kata lain, jika perkara yang di istikharahi tersebut baik baginya maka Allah SWT akan memberikan kemudahan atas perkara tersebut. Sebaliknya, jika tidak baik maka ada saja hambatan dan kesulitan yang ditemui atas perkara tersebut.

Jadi dapat disimpulkan bahwa kedua ulama tersebut memiliki kesamaan pendapat bahwa mimpi yang dialami seseorang tidak ada kaitannya dengan sholat istikharah. Pendapat yang pertama menegaskan bahwa petunjuk yang datang bisa berupa kelegaan hati yang dialami atas pilihannya.

Sementara pendapat yang kedua menjelaskan bahwa petunjuk tersebut bisa berupa kemudahan dalam perkara yang baik atau yang dikehendaki Allah SWT. Sementara untuk perkara yang buruk akan menemui hambatan atau kendala.

Baca Juga: Niat Sholat Maghrib Serta Panduan Sholat Magrib Lengkap

Keutamaan Melaksanakan Sholat Istikharah

Keutamaan Melaksanakan Sholat Istikharah

Seperti ibadah lainnya, melaksanakan sholat istikharah juga memiliki banyak keutamaan sehingga sangat penting untuk diketahui umat muslim. Dengan sholat, memanjatkan doa istikharah dan setelah sholat istikharah, maka ada beberapa keutamaan yang akan didapatkan seperti berikut ini:

1. Bertawakal Kepada Allah SWT

Sholat istikharah merupakan salah satu ikhtiar yang bisa dilakukan untuk memohon petunjuk kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas perkara atau pilihan yang tengah dihadapi. Entah itu urusan pekerjaan, sekolah, jodoh dan lain-lain.

Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu di alam semesta ini dan manusia tidak memiliki daya dan upaya selain dari Allah. Dengan melaksanakan sholat istikharah, maka umat muslim akan semakin bertawakal dan berserah diri kepada Allah SWT.

Baca Juga  Bacaan Doa Dzikir Pagi dan Petang Pembuka Rezeki

Selain itu, Allah SWT lebih mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Sehingga ketika dihadapkan pada perkara dan pilihan yang sulit, maka tidak ada jalan lain selain memohon petunjuk kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dengan ikhtiar tersebut maka segala keputusan yang telah dibuat bisa kembali diserahkan kepada Allah SWT sehingga keputusan tersebut mendapatkan ridho dan rahmat dari-Nya. Namun sholat dan doa yang dipanjatkan juga tetap harus diiringi dengan ikhtiar secara dhohir.

2. Mendapatkan Ketenangan Batin

Dengan melaksanakan sholat istikharah, membaca doa istikharah dan setelah sholat istikharah, maka hal itu akan mendatangkan ketenangan batin. Perkara yang sebelumnya dianggap sulit dan membuat gelisah akan mereda atas izin Allah SWT.

Perkara yang sulit dan menimbulkan kebimbangan juga sering membuat seseorang tidak mampu untuk berpikir dengan jernih. Bahkan tidak jarang keputusan yang dibuat terlalu tergesa-gesa tanpa mempertimbangkan dampaknya dalam jangka panjang.

Namun dengan melaksanakan sholat istikharah dan memohon petunjuk dari Allah SWT, maka seseorang akan terhindar dari sifat tergesa-gesa. Dengan hati dan batin yang lebih tenang, maka pikiran pun akan jadi lebih jernih dan bisa mempertimbangkan banyak hal.

3. Merasa Lebih Yakin

Perasaan ragu-ragu dan bimbang ketika menghadapi suatu perkara yang sulit, membuat seseorang tidak mampu membuat keputusan yang tepat. Itulah mengapa sangat dianjurkan untuk melaksanakan sholat istikharah agar mendapatkan petunjuk dari Allah SWT.

Bacaan doa istikharah dan setelah sholat istikharah akan memberikan rasa tenang sekaligus bisa memantapkan diri sehingga lebih yakin dengan pilihan atau keputusan yang diambil. Rasa yakin tersebut akan memberikan dampak yang positif karena berasal dari petunjuk Allah SWT.

Demikian pula sebaliknya, seseorang yang mengambil keputusan dengan tergesa-gesa dan bahkan tidak berpikir panjang apalagi melaksanakan sholat istikharah, keputusan yang diambil bisa salah dan memberikan dampak yang tidak baik.

4. Terhindar dari Bisikan Setan

Tergesa-gesa merupakan salah satu sifat setan yang sebaiknya dihindari oleh umat muslim. Itulah mengapa dalam perkara apapun umat muslim dianjurkan untuk bersikap tenang dan tidak tergesa-gesa sehingga bisa berpikir jernih dalam mengambil keputusan.

Sholat sendiri merupakan cara umat muslim untuk berkomunikasi langsung dan terhubung dengan Allah SWT, pencipta alam semesta. Dengan melaksanakan sholat istikharah, maka kita akan terhubung dengan Allah SWT dan bisa memanjatkan doa sesuai yang diinginkan.

Sholat juga menjadi benteng agar umat muslim terhindar dari bisikan setan yang menyesatkan. Dengan memohon petunjuk Allah SWT melalui sholat istikharah serta doa istikharah dan setelah sholat istikharah, maka hal itu akan menghindarkan dari bisikan setan.

5. Menentukan Pilihan Berdasarkan Pertimbangan Agama

Menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan agama akan jauh lebih selamat dan memberikan ketenangan, daripada hanya dengan pertimbangan emosional saja. Karena keputusan yang sifatnya emosional cenderung tidak memikirkan dampak jangka panjangnya.

Namun dengan menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan agama, maka hal itu akan memberikan ketenangan tersendiri. Karena keputusan yang diambil didasarkan pada petunjuk Allah SWT dan semata-mata mengharap ridho-Nya saja.

6. Ikhlas dengan Ketentuan Allah SWT

Jika sudah berserah diri kepada Allah SWT dan mengharapkan petunjuk yang diridhoi-Nya, maka apapun keputusan yang diambil akan mendatangkan keikhlasan. Keputusan yang terbaik tentu akan dimudahkan oleh Allah SWT.

Selain itu, keikhlasan dengan semua ketentuan Allah SWT akan memberikan rasa tenang. Sehingga meskipun dalam keputusan yang diambil ada hal yang tidak disukai, maka hati bisa tetap ikhlas karena yakin bahwa Allah SWT lebih tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya.

Manfaat Doa Istikharah dan Setelah Sholat Istikharah

Dengan banyaknya keutamaan dari sholat istikharah tersebut maka sudah seharusnya sebagai umat muslim, kita senantiasa memohon petunjuk atas segala perkara yang dihadapi. Memohon petunjuk kepada Allah SWT menjadi salah satu cara untuk mengambil keputusan yang paling tepat.

Pada dasarnya setiap doa yang dipanjatkan akan dikabulkan oleh Allah SWT sehingga kita tidak boleh berputus asa. Demikian juga dengan doa memohon petunjuk yang diawali dengan melaksanakan sholat istikharah. Adapun manfaat dari doa tersebut adalah:

1. Diberikan Petunjuk yang Benar oleh Allah SWT

Salah satu manfaat yang akan didapatkan ketika melaksanakan sholat istikharah adalah diberikan petunjuk yang benar oleh Allah SWT. Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu sehingga ketika kita meminta petunjuk maka akan diberikan petunjuk yang benar.

Baca Juga  Doa Sujud Sahwi Arab Latin Beserta Cara Sujud Sahwi yang Benar

Allah mengetahui apa yang akan terjadi dengan semua perkara yang dihadapi manusia. Dan jika keputusan yang diambil salah karena tidak melibatkan Allah, maka hal itu terjadi akibat kelalaian manusia itu sendiri.

2. Terhindar dari Penyesalan

Manfaat lainnya yang didapatkan ketika memanjatkan doa istikharah dan setelah sholat istikharah adalah terhindar dari penyesalan. Dengan doa tersebut maka hal itu menjadi salah satu bentuk kepasrahan seorang hamba kepada Tuhannya.

Berdoa juga menghindarkan diri seseorang dari sifat yang tergesa-gesa. Tidak jarang sebuah keputusan penting diambil tanpa mempertimbangkan banyak hal dan hanya mengandalkan perasaan dan emosi saja sehingga berujung pada penyesalan karena telah salah melangkah.

Dengan berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT, maka hal itu akan membuat hati dan pikiran lebih tenang sehingga bisa berpikir panjang. Tentunya keputusan yang dibuat berdasarkan petunjuk Allah akan memberikan kebaikan sehingga tidak ada penyesalan.

3. Menjalankan Sunnah Rasulullah SAW

Pada bagian awal sudah disebutkan mengenai dalil tentang sholat istikharah yang dianjurkan untuk memohon petunjuk atas sebuah perkara. Dengan demikian menjalankan sholat istikharah berarti sudah menjalankan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam.

Seperti yang diketahui, menjalankan sunnah bisa mendatangkan pahala. Sehingga ketika kita dihadapkan pada dua pilihan penting dan menjalankan sholat istikharah, maka hal itu akan mendatangkan pahala. Demikian juga dengan doa yang dipanjatkan setelah sholat istikharah.

Karena pada dasarnya setiap doa ada dalilnya dan sudah diriwayatkan dalam hadits Nabi. Dengan demikian ketika seseorang berdoa memohon petunjuk setelah sholat istikharah sesuai sunnah Nabi, maka hal itu pun akan mendatangkan pahala. Masya Allah.

Doa Setelah Sholat Istikharah (Arab, Latin dan Terjemahan)

Doa Setelah Sholat Istikharah (Arab, Latin, Terjemahan dan Audio)

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, dalam melaksanakan sholat istikharah dianjurkan untuk membaca QS. Al Kafirun pada rakaat yang pertama dan QS. Al Ikhlas pada rakaat yang kedua. Surat pendek tersebut masing-masing dibaca setelah QS. Al Fatihah.

Adapun bacaan doa istikharah arab, latin artinya, dan audio adalah seperti berikut:

اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِيْ وَدُنْيَايَ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ وَعَـاجِلِهِ وَآجِـلِهِ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَبَارِكْ لِي فِيهِ ثُمَّ يَسِّرْهُ لِي وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِيْ وَدُنْيَايَ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ عَاجِلِهِ وَآجِـلِهِ فَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ أَيْنَـــمَا كَانَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ sayyidina muḫamamdin, Alḫamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. Allâhumma innî astakhîruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa lâ aqdiru, wa ta’lamu wa lâ a’lamu, wa anta ‘allâmul ghuyûb. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hâdzal amra khairun lî fî dînî wa dun-yâya wa ‘âqibati amrî ‘âjilihi wa âjilihi faqdurhu lî wa bârik lî fîhi tsumma yassirhu lî. Wa in kunta ta’lamu anna hâdzal amra syarrun lî fî dînî wa dun-yâya wa ‘âqibati amrî ‘âjilihi wa âjilihi fashrifnî ‘anhu washrfhu ‘annî waqdur liyal khaira haitsu kâna ainamâ kânû innaka ‘alâ kulli syai-in qadîr. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidina muḫamamdin, walḫamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah dengan pengetahuan-Mu, aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan sementara aku tidak mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam bagi agamaku, kehidupanku, akhir urusanku, duniaku, dan akhiratku, maka takdirkanlah hal tersebut untukku. Mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, akhir urusanku, duniaku, dan akhiratku, maka palingkanlah aku darinya dan palingkanlah dia dariku. Takdirkanlah yang terbaik untukku apapun keadaannya. Sesungguhnya engkau Yang Maha Bisa atas segala sesuatu.

Doa tersebut bersumber dari salah satu hadits Nabi yang telah diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dari hadits Jabir bin ‘Abdillah.

Penutup

Setelah membaca doa, maka bisa dilanjutkan dengan menyebutkan permohonan atas perkara yang tengah dihadapi. Shalawat, salam, serta bacaan hamdalah ditambahkan pada akhir maupun awal doa seperti anjuran dari Imam an-Nawawi. (Al-Ghazali, Ihya’ ‘Ulumuddin, juz I, hal. 206).

Doa istikharah dan setelah sholat istikharah merupakan amalan yang disunnahkan untuk memohon petunjuk kepada Allah SWT atas perkara yang dihadapi. Namun doa tersebut juga harus dibarengi dengan ikhtiar secara lahiriah agar hasilnya sesuai harapan dan mendapatkan ridho Allah SWT.

Aktifkan notifikasi untuk berita dan artikel terbaru kami di Google News iuwashplus.or.id

Jangan sampai ketinggalan informasi terkini seputar teknologi dan tutorial terbaru dari Iuwashplus.or.id:

DMCA.com Protection Status