Home » Islami » Hukum Lam Ta’rif dan Isim Ma’rifat; Definisi, Jenis dan Contoh

Hukum Lam Ta’rif dan Isim Ma’rifat; Definisi, Jenis dan Contoh

Iuwashplus.or.id Ketika belajar tajwid, Anda pasti akan dikenalkan dengan salah satu hukum bacaan yang biasa disebut dengan hukum lam ta’rif. Lam ta’rif sendiri merupakan salah satu bagian dari huruf hijaiyah. Hukum bacaan ini tidak boleh sampai salah baca karena bisa jadi salah makna.

Memang dalam membaca dan mempelajari Al-Qur’an seseorang harus paham betul dengan apa yang diucapkannya. Jaman sekarang semakin banyak generasi muda yang sadar akan pembelajaran tahwid, seiring dengan banyaknya pembangunan pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Pengertian Hukum Lam Ta’rif

Pengertian Hukum Lam Ta'rif

Sebelum mengenal jenis dan contohnya, ada baiknya Anda kenal dulu dengan definisi lam ta’rif dalam ilmu tajwid. Lam ta’rif merupakan perpaduan huruf alif dan lam yang ķeberadaannya selalu bergandengan dan digabung bersama isim atau kata benda.

Bisa dibilang huruf lam ta’rif ini dijadikan huruf awal atau tambahan dari isim. Kalimat yang terdapat isim dengan awalan lam ta’rif maka dinamakan dengan kalimat ma’rifat. Cara baca lam ta’rif juga ada lebih dari satu. Ada yang cara bacanya terdengar jelas dan ada juga yang hilang atau lam ta’rif nya tidak dibaca.

Cara baca lam ta’rif ini bergatung pada jenis huruf pada isim yang ditemui di depannya. Karena cara bacanya yang tidak sama terhadap semua huruf hijaiyah, maka lam ta’rif ini benar-benar harus dipelajari secara terperinci agar tidak salah arti.

Adapun hukum lam ta’rif adalah hukum yang mengharuskan bacaan kalimat ma’rifat sesuai dengan aturan yang ada. Sebagaimana telah dijelaskan, hukum bacaan pada kalimat ma’rifat adalah lebih dari satu.

Baca Juga: Pengertian Qolqolah Sughro dan Qubro, Hukum, Huruf & Contohnya

Mengenal Isim Ma’rifat dan Aturannya

Mengenal Isim Ma'rifat dan Aturannya

Seperti yang sudah dijelaskan, isim yang bertemu dengan lam ta’rif akan berubah status menjadi isim ma’rifat. Isim ma’rifat sendiri merupakan jenis isim yang punya makna definitif atau tertentu.

Baca Juga  Doa Memandikan Jenazah Beserta Cara Memandikan Jenazah

Umumnya ada beberapa macam isim ma’rifat berdasarkan ketentuannya, yaitu:

1. Isim Ma’rifat Dengan Awalan Alif Lam

Jika suatu isim diberi awalan alif lam, maka tanda tanwin yang awalnya dimiliki oleh isim tersebut harus dirubah menjadi harakat tunggal atau tanda baca wawu contohnya pasa kata kitaabun menjadi alkitaabu.

Selain itu ada aturan yang mana jika alif lam tersebut bertemu dengan isim dengan awalan huruf qomariyah, maka huruf lam harus dijadikan sukun, contohnya pada kata almasjidu dan bukan ammasjidu.

Berbanding terbalik dengan isim ma’rifat yang berawal huruf qomariyah, isim ma’rifat yang berawal huruf syamsiah maka status lam pada lam ta’rif tersebut harus diidghomkan dan tidak boleh menyukunkan huruf lam. Contohnya pada kata assyamsu, arrahiim.

2. Isim Ma’rifat Yang Diidhofatkan

Arti diidhofatkan di sini adalah dibuat menjadi sebuah frase. Jadi isi ma’rifat yang akan dicantumkan di sini merupakan obyek dari sebuah isim, contohnya kitaabul Quraan.

3. Isim Ma’rifat Yang Menjadi Isim ‘Alam

Isim ‘alam sendiri memiliki arti sebagai isim yang kegunaannya sebagai kata benda, tempat, nama orang, dan lain sebagainya. Dalam aturannya isim ‘alam terbagi menjadi beberapa macam, yaitu:

  • Laqob yang memiliki arti nama alias yang mana umumnya menggunakan kata sifat misalnya pada kata kaya yang bahasa arabnya ghoniy maka ketika ditambah lam ta’rif menjadi isim ‘alam dan bentuknya menjadi alghoniy.
  • Kunyah merupakan isim atau nama orang yang biasanya menggunakan kata abu, ibnu, ummu. Contoh umumnya ada pada nama Abu Hurairah, Ibnu Jamiil, Ummu Ma’ruf. Huruf alim pada contoh-contoh tersebut adalah isim ‘alam.
  • Isim yang mana di sini benar-benar punya makna nama orang seperti Yunus, Aisyah, Muhammad, dan lain-lain.
Baca Juga: Ikhfa: Cara Praktis untuk Memperbaiki Makhraj dan Tajwid Anda!

Jenis Hukum Lam Ta’rif

Jenis Hukum Lam Ta'rif

Setelah paham tentang apa yang dimaksud dengan lam ta’rif, selanjutnya Anda juga harus tahu tentang jenis hukum bacaan yang berkaitan dengan lam ta’rif. Seperti yang sudah sedikit disinggung sebelumnya terkait bacaan lam ta’rif yang dibaca jelas dan hilang, pada dasarnya hukum bacaannya memang ada dua.

Baca Juga  Doa Sebelum Tidur dan Amalan Sunnah Nabi SAW Sebelum Tidur

Hukum bacaan dari lam ta’rif ada yang dinamakan idzhar qomariyah dan ada yang dinamakan idghom syamsiyah. Dari kedua jenis bacaan lam ta’rif ini sudah jelas bahwa keduanya punya banyak perbedaan, baik itu dari segi arti, macam hurufnya hingga cara bacanya. Berikut detail penjelasannya:

1. Idzhar Qomariyah

Jenis hukum bacaan yang pertama ada idzhar qomariyah. Secara bahasa, idzhar sendiri memiliki arti jelas. Sedangkan kata qomariyah punya arti bulan. Secara istilah idzhar qomariyah memiliki arti bacaan lam ta’rif yang bertemu dengan salah satu dari 14 huruf qomariyah dan dibaca jelas.

Mengapa dinamakan hukum lam ta’rif idzhar qomariyah? Lam ta’rif sering digambarkan sebagai bintang dan huruf qomariyah adalah rembulan di malam hari. Maka ketika malam hari bintang bertemu bulan, bintang dan bulan akan tampak jelas.

Jadi ketika ada alim lam ta’rif yang bertemu dengan huruf qomariyah, hukum lam ta’rif harus benar-benar dibaca jelas tanpa menghilangkannya. Adapun huruf idzhar qomariyah diantaranya adalah: ا ب غ ح ج ك و خ ف ع ق ي م ه.

2. Idghom Syamsiah

Selanjutnya ada bacaan idghom syamsiah pada lam ta’rif. Jika dilihat secara bahasa, kata idghom sendiri punya arti memasukkan, sedangkan syamsiah punya arti matahari.

Dan jika dilihat secara istilah, makna idghom syamsiyah ini adalah hukum bacaan ketika ada lam ta’rif yang bertemu dengan salah satu dari 14 huruf syamsiyah. Huruf-huruf syamsiah sebagaimana maknanya dianggap seperti matahari dan lam ta’rif nya dianggap seperti bintang.

Secara logika saat bintang bertemu dengan matahari di siang hari  tentu tidak akan nampak bintang-bintang tersebut. Itulah mengapa hukum lam ta’rif idghom syamsiah dikatakan tidak jelas atau lam ta’rifnya menghilang.

Baca Juga  Doa Keluar Masuk Rumah Arab, Latin dan Artinya Sesuai Sunnah

Adapun yang termasuk huruf syamsiah adalah: ن , ل , ظ , ط , ض , ص , ش , س , ز , ر , ذ , د , ث , ت

Baca Juga: Hukum Bacaan Mad Thobi’i, Jenis dan Contohnya dalam Al Qur’an

Hal-hal Yang Membedakan Idzhar Qomariyah dan Idghom Syamsiah

Hal-hal Yang Membedakan Idzhar Qomariyah dan Idghom Syamsiah

Tak hanya definisi dan jenis hurufnya, ada beberapa hal yang membedakan hukum bacaan lam ta’rif idzhar qomariyah dan idghom syamsiah. Apa saja yang termasuk perbedaan kedua hukum bacaan ini? Berikut beberapa poin pembedanya:

  • Lam ta’rif pada idghom syamsiah dibaca samar atau tidak dibaca sama sekali sehingga langsung masuk pada cara baca huruf dari isim yang ditemui huruf syamsiah. Sedangkan lam ta’rif qomariyah dibaca sangat jelas sehingga baik lam ta’rif maupun huruf isim yang ditemui dibaca jelas.
  • Umumnya huruf lam ta’rif idghom syamsiah tidak memiliki harakat. Jikapun ada harakat biasanya harakat tersebut tidak dibaca. Sedangkan idzhar qomariyah memiliki harakat sukun.
  • Penulisan lam ta’rif untuk idghom syamsiah menggunakan tanda baca tasydid. Sedangkan untuk idzhar qomariyah penulisan menggunakan tanda baca sukun.
  • Bacaan inti pada idghom syamsiah ada di depan alim lam ta’rif itu sendiri. Sedangkan bacaan inti pada idzhar qomariyah ada pada huruf lamnya.

Contoh Hukum Lam Ta’rif Dari Idzhar Qomariyah dan Idghom Syamsiah

Contoh Hukum Lam Ta'rif Dari Idzhar Qomariyah dan Idghom Syamsiah

  • Lam ta’rif bertemu dengan huruf kha’ harus dibaca jelas, dalam hal ini ada pada kata alkhuthomah (الْحُطَمَةُ).
  • Lam ta’rif bertemu huruf fa’ maka hukum lam bacaannya harus dibaca jelas yaitu pada contoh alfiil (الْفِيلِ).
  • Lam ta’rif bertemu huruf sin maka cara bacan lam nya langsung diidghomkan, yaitu seperti wassyamsi.
  • Lam ta’rif bertemu huruf nun maka hukum bacaan lam nya langsung masuk kepada bacaan nun, contohnya ‘aninnaba’.

Jadi berdasarkan pembelajaran di atas, hukum lam ta’rif memiliki dua jenis yang tak lain adalah idghom syamsiah dan idzhar qomariyah. Hukum ini berlaku jika alif lam ta’rif bertemu dengan huruf-huruf syamsiah maupun qomariyah dan sifat katanya adalah isim. Isim tersebut tak lain adalah isim ma’rifat.

Jangan sampai ketinggalan informasi terkini seputar teknologi dan tutorial terbaru dari Iuwashplus.or.id:

DMCA.com Protection Status