Home » Islami » 7 Mukjizat Nabi Ibrahim A.S Sebagai Ulul Azmi & Bapak Para Nabi

7 Mukjizat Nabi Ibrahim A.S Sebagai Ulul Azmi & Bapak Para Nabi

Iuwashplus.or.id Dalam ilmu Agama Islam mungkin kita pernah mempelajari tentang mukjizat Nabi Ibrahim. Meskipun tidak dijelaskan secara detail, namun setidaknya kita memiliki gambaran tentang sosok Nabi Ibrahim, kisah perjalannya hingga mukjizat yang diturunkan Allah SWT kepadanya. 

Nah, untuk melengkapi pengetahuan kita tentang kisa-kisah nabi terutama Nabi Ibrahim, di bawah ini kami akan mengajak Anda mengulas tentang mukjizat yang diturunkan Allah SWT kepada nabi ke 6 tersebut. Tak hanya tentang mukjizatnya, namun juga kisah perjalan hingga biografi kehidupannya. 

Bagaimana Kisah Singkat Nabi Ibrahim?

Bagaimana Kisah Singkat Nabi Ibrahim

Nabi Ibrahim adalah nabi ke 6 yang lahir pada 2295 sebelum Masehi. Beliau lahir di negara bernama Maushul. Dimana  Maushul sendiri merupakan negara yang 100% penduduknya melakukan penyembahan terhadap berhala. Bahkan ayah Nabi Ibrahim, Azar ialah tukang pembuat berhala dan masih ada aliran darah dari Sam Bin Nuh anak dari nabi ke Nuh a.s.

Tak hanya permasalahan tentang penyembahan berhala, di negeri tersebut juga tengah dikuasai raja zalim, angkuh dan sombong bernama Raja Namrud. Bahkan, Raja Namrud juga mengaku bahwa dirinya adalah Tuhan dan tak segan untuk berbuat keji kepada rakyat yang ia anggap membangkanng. 

Suatu malam, sang Raja bermimpi bahwa akan ada seorang bayi yang terlahir kedunia dan bakal meruntuhkan kerajaan yang ia kuasai beserta dengan semau berhala. Ia kemudian menyuruh semua pengawal istana untuk mencari bayi laki-laki yang baru terlahir untuk dibunuh. 

Bertepatan dengan peristiwa tersebut, ibu Nabi Ibrahim ternyata tengah dalam keadaan mengandung. Namun oleh kuasa Allah SWT, kandungan  disembunyikan dan tidak ada satupun orang yang mengetahuinya. 

Ibu Nabi Ibrahim kemudian melahirkan sang putra di dalam gua persembunyian. Saat sudah cukup usia, ia kemudian membawa pulang Nabi Ibrahim dan kemudian diasuh oleh sang ayah.

Kisah Nabi Ibrahim Ketika Menghancurkan Berhala

Semasa diasuh sang ayah, Nabi Ibrahim memang terbiasa melihat pembuatan berhala dan penyembahan. Namun meski demikian, beliau tidak pernah meyakini bahwa berhala tersebut adalah perwujudan Tuhan. 

Beliau juga selalu bertanya-tanya dan mencari keberadaan Tuhan dan apa sebenarnya perwujudan Tuhan. Atas besarnya rasa penasaran dari Nabi Ibrahim, Allah SWT kemudian menurunkan mukjizat berupa kecerdasan yang luar biasa kepadanya.

Karena merasa sudah yakin atas kekuasaan Allah SWT, beliau kemudian merancang taktik bagaimana menyadarkan masyarakat untuk tidak lagi menyembah berhala. Beliau juga bertekad untuk menghancurkan semua berhala meskipun nantinya akan berhadapan dengan Raja Namrud. 

Perjalanan Nabi Ibrahim dalam menyadarkan masyarakat Maushul untuk tak lagi menyembah berhala tentu tidak mudah. Ia menemui banyak sekali penolakan bahkan dari keluarganya sendiri.

Kisah Nabi Ibrahim Ketika di Bakar Hidup-Hidup

Beliau bahkan pernah dibakar hidup-hidup oleh kaumnya ketika mengetahui Nabi Ibrahim dengan sengaja menghancurkan berhala dan hanya menyisakan satu yang paling besar. Namun atas izin Allah kobaran api tersebut menjadi dingin hingga tidak berhasil membakar tubuh Nabi Ibrahim.

Baca Juga  Tahiyat Akhir dan Tahiyat Awal Serta Hukum Membaca Tahiyat

Singkat cerita, kaum Nabi Ibrahim akhirnya menyadari bahwa berhala bukanlah perwujudan Tuhan dan tidak sepantasnya untuk disembah. Berhala hanyalah  sebuah patung yang sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa meskipun orang yang menyembahnya mengharapkan bantuan. 

Perjalanan panjang Nabi Ibrahim akhirnya usai ketika beliau wafat di Palestina pada usia 175 tahun. Beliau kemudian dimakamkan bersebelahan dengan sang istri Siti Sarah di dalam Gua Makhpela kawasan Hebron. Nabi Ibrahim wafat meninggalkan keturunan dari kedua anaknya yaitu Ishaq dan  Ismail. Keduanya bisa dikatakan sebagai nenek moyang para nabi serta rasul. Dimana diantara para keturunan belia ada nama Nabi Daud a.s, Nabi Musa a.s, Nabi Isa a.s dan Nabi terakhir Muhammad SAW.

Baca Juga: Urutan Nama-Nama Nabi Yang Tepat: Beserta Kisah Dan Mukjizatnya

Mengenal 5 Gelar yang Disandang Nabi Ibrahim

Mengenal 5 Gelar yang Disandang Nabi Ibrahim

Semasa hidupnya, Nabi Ibrahim mendapatkan gelar Ulul Azmi lantaran memiliki kesabaran dan keteguhan hati dalam menghadapi kezaliman Raja Namrud. Selain itu, ia juga dijuluki sebagai Abu Al-Anbiya yang artinya bapaknya para nabi. 

Gelar ini diberikan kepada Nabi Ibrahim karena memiliki dua putra yaitu Ismail dan Ishaq yang juga diangkat sebagai nabi. Dari keturunan tersebut lahirlash Nabi Muhammad SAW, Nabi Isa, Nabi Yaqub dan juga Nabi Yusuf.

Nabi ibrahim juga mendapat gelar Abu at-Tauhid atau bapak ilmu tauhid. Hal ini karena perjuangannya dalam berdakwah dan menemukan jati diri sangat panjang dan penuh perjuangan. 

Selain itu, Nabi Ibrahim juga mendapat julukan sebagai Khalilullah atau nabi kesayangan Allah SWT. Julukan ini beliau dapat lantaran rasa cintanya kepada sang pencipta begitu besar melebihi kepada sesama makhluk.

Terakhir, Nabi Ibrahim menyandang gelar sebagai Abu Ad-Dhaifan yang artinya bapaknya para tamu. Hal ini lantaran semasa hidupnya beliau selalu memuliakan tamu yang berkunjung ke rumahnya. 

7 Mukjizat Nabi Ibrahim a.s yang Diberikan Oleh Allah SWT

7 Mukjizat Nabi Ibrahim a.s yang Diberikan Oleh Allah SWT

Sebagai utusan Allah SWT, Nabi Ibrahim tak lepas dari mukjizat bahkan jauh sebelum beliau dilahirkan. Setiap mukjizat yang diberikan juga memiliki makna khusus yang mungkin menjadi pelajaran serta pengingat untuk kita hingga hari ini.

Untuk itu, berikut kami rangkum 7 mukjizat Nabi Ibrahim yang wajib untuk kita ketahui:

1. Kebal Ketika Dibakar Hidup-Hidup dengan Api

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Nabi Ibrahim pernah dibakar  hidup-hidup oleh umatnya karena terbukti menghancurkan sebanyak 72 berhala yang disembah oleh kaum di Babilonia.

Raja Namrud yang murka memerintahkan pasukan untuk membawa dan menghukum Nabi Ibrahim dengan membakarnya hidup-hidup. Bahkan, demi kelancaran aksinya, ia mengumpulkan kayu bakar setinggi gunung untuk membakar Nabi Ibrahim.

Namun  dengan mukjizat dari Allah SWT, saat beliau dibakar, Allah SWT menciptakan sebuah sumber mata air serta pohon delima yang berguna agar api tersebut menjadi dingin. 

Mukjizat nabi ibrahim ketika dibakar ini tertuang di dalam QS Al-Anbiya ayat 68-70, dimana Allah SWT Berfirman: 

Qalu harriquhu wansuru alihatakum ing kuntum fa’ilin ulna ya naru kuni bardaw wa salaman ‘ala ibrahim wa aradu bihi kaidan fa ja’alnahumul-akhsarin.

Artinya: “Mereka berkata: “Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak”. Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”, mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi.”

2. Bisa Mengeluarkan Susu Serta Madu Melalui Jarinya

Saat masih bayi, Nabi Ibrahim sebenarnya sudah mendapatkan mukjizat dari Allah SWT. Seperti yang kita tahu, beliau dilahirkan saat Raja Namrud berkuasa. Akibat mimpi buruknya, Raja tersebut memerintahkan para pengawal untuk membunuh bayi laki-laki yang baru dilahirkan. 

Baca Juga  Arti Qodarullah dan Lafadznya: Makna, Hukum & Penggunaannya

Karena merasa terancam, ibu Nabi Ibrahim disembunyikan di dalam gua hingga melahirkan disana. Dengan keadaan serba terbatas, Nabi Ibrahim kerap merasa lapar dan sering menghisap jari-jarinya.

Karena itulah kemudian turun mukjizat yang membuat jari kecil beliau bisa mengeluarkan madu dan susu. Hingga pada akhirnya beliau tumbuh dengan sehat dan masa pertumbuhannya pun sangat cepat karena meskipun masih berusia 12 bulan namun tubuhnya terlihat seperti anak remaja usia 12 tahun.

3. Menghidupkan Makhluk yang Sudah Meninggal

Mukjizat ini turun ketika Nabi Ibrahim masih meragukan kekuasaan Allah SWT yang kemudian dituangkan dalam Q.S.  Al-Baqarah ayat 260. Dalam surah tersebut menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih burung. Bangkai burung tersebut kemudian diletakkan diatas bukit. 

Lalu oleh bimbingan Allah SWT, Nabi Ibrahim diminta untuk memanggil burung tersebut. Dan tak lama, burung tersebut hidup kembali lalu terbang mendekati Nabi Ibrahim. 

4. Merubah Gundukan Pasir Jadi Makanan

Diambil dari Sejarah tentang 25 Nabi yang ditulis oleh Rizem Aizid, suatu hari rakyat Raja Namrud termasuk Nabi Ibrahim berbondong-bondong untuk meminta bahan makanan kepada si raja zalim. Namun dengan sombongnya, raja tersebut tidak memberikan makanan sedikitpun kepada Nabi Ibrahim sehingga beliau pulang tanpa membawa apa-apa.

Lalu di tengah jalan, beliau menemukan gunung pasir, seketika Nabi Ibrahim memiliki ide untuk mengambil segenggam pasir lalu menaruh di kantongnya. Kemudian atas izin Allah SWT, pasir tersebut berubah menjadi makanan yang bisa ia nikmati bersama semua anggota keluarga.

5. Selamat Dari Serangan Lalat

Suatu ketika, Raja Namrud meminta pasukannya untuk kembali menangkap dan menghukum Nabi Ibrahim. Ketika sudah siap untuk ditangkap, tiba-tiba Allah SWT menurunkan segerombolan lalat yang kemudian memakan semua pasukan si Raja zalim.

Karena lalat itu, semua pasukan mati dan hanya tersisa tulang. Kemudian satu ekor lalat masuk ke dalam hidung Raja Namrud lalu bersarang di sana hingga 400 tahun. 

Lalat tersebut yang akhirnya menjadi azab pedih bagi Raja Namrud. Setiap hari ia terus memukul kepalanya dengan besi berharap lalat tersebut bisa keluar. Namun hingga ajal menjemput dan atas izin Allah SWT, lalat itu tidak pernah keluar dari hidungnya. Nauzubillah. 

6. Mendirikan Ka’bah

Suatu hari, Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah SWT untuk mendirikan Ka’bah yang ditemani sang putra Nabi Ismail a.s. 

Ketika membangun kiblat untuk umat Islam itu, beliau berdoa yang dituangkan dalam  QS Al-Baqarah ayat 127 bunyinya: 

“Ya Tuhan kami, terimalah dari kami (amalan kami). Sesungguhnya, Engkaulah yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.”

7. Dikaruniai Anak Di Usia yang Sudah Tidak Muda

Jika ditanya apa mukjizat Nabi Ibrahim yang paling terkenal? Jawaban nya mungkin ketika beliau mendapatkan Putria di usia senja. Ya, sejarah ini tertuang lewat  Al-Qur’an Surah Hud ayat 69-73 yang menceritakan bahwa Nabi Ibrahim dan Siti Sarah belum memiliki anak meski sudah menikah selama berpuluh-puluh tahun.

Namun atas karunia Allah SWT, Siti Sarah akhirnya bisa mengandung dan memiliki  putra bernama Ismail. 

Namun setelah itu, beliau kembali mendapatkan cobaan dari Allah SWT. Nabi Ibrahim diminta untuk menyembelih sang putra kesayangan Ismail sebagai bentuk ketaatan nya kepada sang maha pencipta. 

Baca Juga  Bacaan Doa Nabi Ayyub Ketika Sakit Parah dalam Al-Quran

Di Tengah kegundahan hatinya, beliau tetap melaksanakan apa yang Allah SWT perintahkan. Bukti dari kepasrahan seorang hamba tersebut akhirnya Allah SWT mengubah tubuh Ismail menjadi domba. Hingga pada akhirnya Ismail selamat dan domba tersebut disembelih kemudian dijadikan hewan qurban yang akhirnya menjadi salah satu kegiatan wajib umat Islam di hari raya qurban hingga saat ini.

Baca Juga: 10 Nama-Nama Malaikat dalam Islam, Sifat dan Tugasnya Lengkap

Suri Tauladan yang Dapat Diambil Dari Kisah Nabi Ibrahim

Sebagai bapaknya para Nabi, kita tentu tahu jika Nabi Ibrahim merupakan suri tauladan yang baik dan patut untuk kita contoh dalam kehidupan ini.

Berikut adalah beberapa tindak tanduk dari Nabi Ibrahim yang mungkin bisa kita contoh:

1. Semangat Juang Demi Mencari Sebuah Kebenaran

Sejak kecil, Nabi Ibrahim memang sudah lahir dalam lingkungan yang mayoritas adalah penyembah berhala. Bahkan sang ayah adalah pembuat patung berhala yang juga seorang pengabdi berhala. 

Namun meski demikian, beliau tak lantas mempercayai bahwa berhala adalah perwujudan Tuhan. Masa remajanya digunakan untuk mencari kebenaran akan adanya Tuhan hingga menemukan bukti bahwa Allah SWT adalah satu-satunya yang patut untuk disembah. 

2. Berfikir Secara Rasional

Allah SWT memang menurunkan mukjizat berupa kecerdasan dan sifat rasional kepada Nabi Ibrahim. Dalam proses menemukan Tuhan, beliau kerap mengira-ngira apakah Tuhan adalah bulan, ataukah matahari ataukah bumi atau mungkin bumi ini. 

Beliau terus mencari tahu di tengah ketidakpercayaan kepada berhala. Hingga pada akhirnya beliau menemukan kenyataan bahwa Allah SWT adalah dzat yang berdiri sendiri dan tidak sama dengan makhluk. 

Sejak saat itu, beliau mulai meyakini kekuasaan Allah SWT dan berusaha membawa umatnya untuk kembali ke jalan yang benar. Meskipun sempat mengalami penolakan bahkan ancaman, beliau akhirnya bisa membawa umatnya kembali kepada Allah SWT. 

3. Sabar dan Tetap Istiqomah Dalam Menerima Ujian

Sama seperti manusia biasa, Nabi Ibrahim juga menerima cobaan dari Allah SWT. Mulai dari perjuangannya dalam mengajak keluarga dan umatnya untuk tidak menyembah berhala, dibakar hidup-hidup, mendapat ancaman pembunuhan dari Raja Namrud., belum dikaruni putra hingga merelakan Ismail untuk disembelih. 

Namun meskipun diterpa cobaan yang begitu berat, beliau tetap mencoba ikhlas dan menerima apa yang diberikan Allah SWT. Berkat kesabarannya itulah Nabi Ibrahim mendapatkan banyak karunia dan bisa mewarisi keturunan terbaik dan berakhlak mulia. 

4. Allah SWT Adalah Segalanya

Nabi Ibrahim meyakini bahwa Allah SWT adalah satu-satunya penolong. Beliau terus berusaha membuktikan ketaqwaan serta keimananannya dalam keadaaan apapun termasuk mengorbankan Ismail. 

Ismail dan Nabi Ibrahim merupakan contoh nyata bahwa seberapa cintanya kita kepada keluarga tidak boleh ada yang mengalahkan rasa cinta kepada Allah SWT. Dan bukti kecintaan ini mungkin tidak bisa semua orang melakukannya. 

5. Mengabdi Pada Jalan yang Benar

Setelah meyakini bahwa Allah SWT adalah Tuhan yang Esa, Nabi Ibrahim mulai berdakwah dan mengajarkan ajaran Islam. Beliau bahkan dinobatkan sebagai pemimpin umat yang selalu berperilaku adil dan bijaksana. 

Kepemimpinan Nabi Ibrahim bahkan tertuang dalam QS. Al Baqarah: 126 yang berbunyi: 

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, ‘Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Mekah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian,”’Dia (Allah) berfirman, ‘Dan kepada orang yang kafir akan Aku beri kesenangan sementara, kemudian akan Aku paksa dia ke dalam azab neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. Al Baqarah: 126).

Akhir Kata 

Dari perjalanan hidup yang dialami oleh Nabi Ibrahim, kita dapat mengambil pesan bahwa kekuasan Allah SWT itu memang benar-benar ada bagi hamba yang meyakininya. Bagi Allah SWT semua hal akan dibuat mungkin meskipun tidak bisa dinalar oleh akal manusia.

Selain itu, sebagai umat kita juga harus meyakini bahwa mukjizat adalah bentuk dari kepercayaan, kesabaran dan kepasrahan hamba kepada penciptanya.  Karena Allah SWT adalah dzat yang maha  mengetahui dan paham apa yang benar-benar dibutuhkan oleh hambanya. Terimakasih. 

Jangan sampai ketinggalan informasi terkini seputar teknologi dan tutorial terbaru dari Iuwashplus.or.id:

DMCA.com Protection Status