Home » Pendidikan » Teks Biografi Adalah: Pengertian, Ciri, Struktur dan Contohnya

Teks Biografi Adalah: Pengertian, Ciri, Struktur dan Contohnya

Iuwashplus.or.id Ada berbagai jenis teks yang harus diketahui oleh masyarakat Indonesia, tak terkecuali teks biografi. Jenis teks ini akan menceritakan tentang kisah kehidupan tokoh berjasa seperti BJ Habibie, Ir Soekarno, R.A Kartini, dan masih ada banyak lagi tokoh-tokoh berjasa lainnya.

Karena jenis teks ini menceritakan tentang kisah kehidupan tokoh berjasa, jadi isinya pun harus lebih rinci dibanding jenis-jenis teks lainnya. Bahkan, tidak semua tulisan yang menceritakan tentang tokoh berjasa dapat dikategorikan sebagai jenis teks ini. Untuk itu, mari kita mengenal ciri-cirinya!

Pengertian Teks Biografi

Pengertian Teks Biografi

Jenis teks ini sering diartikan sebagai tulisan yang di dalamnya berisi tentang kisah tokoh berjasa atau seseorang yang selama hidupnya memiliki nilai yang patut diteladani oleh banyak orang. Tujuan dari diciptakannya teks ini adalah untuk memberikan teladan kepada setiap pembaca tulisan tersebut.

Umumnya, teks biografi akan berisi tentang masalah yang dihadapi oleh tokoh, perjuangannya untuk menghadapi permasalahan tersebut, hingga bagaimana keberhasilan itu akhirnya bisa didapatkan. Semua itu harus dikemas secara rinci, agar para pembaca bisa lebih mudah untuk memahaminya.

Jadi, tokoh utama dari teks ini tidak hanya bisa berasal dari kisah hidup seorang pahlawan saja, tapi juga bisa berasal dari kisah hidup seorang sastrawan, negarawan, pengusaha, dan lain sebagainya. Hal yang pasti adalah kisah hidup sosok tersebut bisa memberikan teladan yang baik ke banyak orang.

Baca Juga: Wajib Tahu! Inilah Latar Belakang Peristiwa Rengasdengklok

Ciri-Ciri Teks Biografi

Ciri-Ciri Teks Biografi

Tidak semua teks yang menceritakan tentang kisah hidup tokoh berjasa dapat dikategorikan sebagai jenis teks ini. Sebab, ada beberapa ciri khusus yang dapat membuat sebuah teks bisa dianggap sebagai jenis teks ini, dan beberapa ciri tersebut adalah:

  • Isi teks mengandung fakta yang menjadikan pengalaman hidup tokoh sebagai dasarnya.
  • Isi teks menceritakan tentang peristiwa penting yang dialami oleh seorang tokoh tertentu, dan dari cerita tersebut para pembaca dapat memperoleh teladan yang baik.
  • Teks dapat disajikan dalam bentuk narasi.

Jika ada sebuah teks yang menunjukkan ciri-ciri di atas, maka dapat dipastikan bahwa teks tersebut merupakan tulisan biografi yang menceritakan tentang kisah tokoh berjasa tertentu. Jika ada salah satu ciri yang tidak bisa ditemukan pada teks, maka tulisan tersebut tidak bisa dianggap sebagai biografi.

Struktur Teks Biografi

Struktur Teks Biografi

Sama halnya seperti jenis-jenis teks yang lainnya, jenis teks ini juga memiliki struktur khusus yang terdiri dari orientasi, peristiwa penting, dan reorientasi.

Untuk memahami tentang struktur ini secara lebih baik lagi, berikut kami jelaskan satu per satu:

1. Orientasi

Bagian pembuka atau awal dari teks biografi adalah orientasi. Pada bagian ini penulis harus bisa mengenalkan tokoh dan latar belakang kisahnya dengan baik. Dengan begitu, pembaca bisa lebih mudah memahami alur cerita dari teks tersebut.

Tidak hanya itu, bagian orientasi dalam teks ini juga dapat dijadikan sebagai pengantar sebelum masuk ke bagian pembahasan yang lebih detail. Jadi, pembaca tidak hanya bisa memahami alur ceritanya, tapi juga informasi dasar yang ada di tulisan tersebut.

2. Peristiwa Penting

Setiap tokoh pasti memiliki peristiwa penting yang berbeda di dalam hidupnya. Maka dari itu, bagian ini harus ditulis dengan serinci mungkin. Bagian ini harus ditulis sesuai dengan urutan waktu yang tepat. Sebab, peristiwa penting merupakan inti dari jenis teks ini.

Baca Juga  Apa Itu Deret Aritmatika? Ini Rumus, Perbedaan dan Contohnya

Jika bagian ini tidak ditulis dengan urutan waktu yang tepat, maka pembaca akan lebih sulit untuk mengambil hikmah dari cerita tersebut. Hal ini berbeda ketika teks ditulis dengan urutan waktu yang tepat, maka pembaca bisa lebih memahami usaha yang telah dilakukan oleh tokoh di dalam cerita itu.

3. Reorientasi

Pada bagian ini penulis dapat memberikan komentar atau kesimpulan terkait peristiwa yang telah dialami oleh tokoh tersebut. Jadi, setiap tulisan biografi akan memiliki bagian reorientasi yang berbeda. Namun, karena bagian ini sebenarnya bersifat opsional, jadi penulis tidak diwajibkan untuk menulisnya.

Hanya saja, bagian ini dapat memudahkan para pembaca dalam memahami pesan yang ada dalam tulisan tersebut. Maka dari itu, tulisan biografi yang dilengkapi dengan reorientasi akan lebih sering dipilih oleh sebagian orang yang sedang ingin membaca cerita tentang tokoh-tokoh berjasa.

Baca Juga: Ukuran Lapangan Bola Basket FIBA dan NBA Beserta Aturannya

Contoh Teks Biografi

Contoh

Beberapa contoh teks biografi ini dapat membantu Anda untuk lebih memahami tentang apa yang dimaksud dengan jenis teks tersebut.

Untuk itu, simak dengan baik beberapa contohnya berikut ini:

1. Biografi R.A Kartini

Raden Ajeng Kartini atau yang lebih dikenal dengan nama R.A Kartini lahir di kota Rembang pada tanggal 21 April 1879. R.A Kartini merupakan anak dari seorang bangsawan pada masanya, sehingga hidupnya sangat taat dengan adat istiadat yang berlaku pada masa itu.

Setelah lulus dari Sekolah Dasar (SD), beliau tidak diizinkan untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Bahkan, pada saat itu R.A Kartini dipingit untuk dinikahkan dalam waktu dekat. Tentu kejadian tersebut membuatnya sedih dan takut.

Untuk menghilangkan rasa sedih dan takut yang ada dalam dirinya, R.A Kartini membaca buku-buku pelajaran dan buku ilmu pengetahuan lainnya yang ada di rumah. Mulai saat itu membaca menjadi hobi baru yang menyenangkan baginya.

Dari sekian banyak buku yang dibacanya, R.A Kartini sangat tertarik dengan buku yang menceritakan tentang kemajuan berpikir wanita Eropa pada saat itu. Maka dari itu, keinginan untuk memajukan wanita Indonesia mulai muncul dalam dirinya.

Seorang wanita tidak hanya bisa bekerja di dapur dan di rumah saja, tapi mereka harus memiliki ilmu yang baik untuk melanjutkan hidupnya. Untuk mewujudkan keinginannya tersebut, beliau tidak berhenti membaca dan menulis surat kepada teman-temannya.

Karena pada saat itu Indonesia masih dijajah oleh Belanda, hal ini membuatnya memutuskan untuk mengirim surat kepada Mr J.H. Abendanon, agar beliau diberi beasiswa untuk belajar di Belanda. Namun, saat beasiswa itu telah diberikan, R.A Kartini dijodohkan dengan Raden Adipati Joyodiningrat.

Meski begitu, keinginan beliau untuk memajukan wanita Indonesia tidak berhenti sampai disitu saja. R.A Kartini akhirnya memutuskan untuk mendirikan sekolah wanita di kota Rembang dan tidak lama setelah itu beliau juga berhasil membangun sekolah wanita di Malang, Semarang, Madiun, dan lainnya.

Sekolah yang diberi nama Sekolah Kartini ini berhasil menarik perhatian banyak wanita, tapi hal tersebut tidak membuat R.A Kartini menjadi sombong. Kemudian, takdir mengatakan lain karena R.A Kartini meninggal dunia saat usianya masih 25 tahun pada tanggal 17 September 1904.

Setelah R.A Kartini meninggal dunia, Mr J.H. Abendanon menjadikan surat-surat R.A Kartini sebagai buku yang diberi judul Habis Gelap Terbitlah Terang.

2. Biografi BJ Habibie

BJ Habibie merupakan presiden ketiga Indonesia yang lahir pada tanggal 25 Juni 1936 di daerah Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Beliau dapat dianggap sebagai tokoh panutan dan kebanggaan masyarakat Indonesia, karena berhasil mendapat gelar Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult Bacharuddin Jusuf Habibie.

Baca Juga  Break Artinya Apa dalam Hubungan? Ini Makna yang Sebenarnya

Pada tahun 1962 atau lebih tepatnya tanggal 12 Mei, BJ Habibie menikah dengan Hasri Ainun Habibie dan memiliki 2 orang putra bernama Ilham Akbar serta Thareq Kemal. Semasa hidupnya, BJ Habibie memiliki watak yang tegas dan selalu memegang prinsip yang sesuai dengan keyakinannya.

Sejak usianya masih belia, beliau ditinggalkan oleh ayahnya karena serangan jantung yang menyerangnya. Sejak saat itu ibu BJ Habibie terus berusaha agar bisa menghidupi kedelapan anaknya. Usaha ini akhirnya berhasil membawa BJ Habibie sampai ke Gouvernments Middlebare School.

Kecerdasan beliau memang sudah sangat terlihat di bangku SMA. Setelah lulus SMA, beliau melanjutkan pendidikannya di ITB. Namun, BJ Habibie tidak menuntaskan sekolah S1-nya tersebut, karena mendapat beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada masa itu.

Dengan memanfaatkan beasiswa yang telah diterimanya tersebut, BJ Habibie memutuskan untuk mengambil jurusan teknik penerbangan khususnya spesialisasi konstruksi pesawat terbang. BJ Habibie mengambil jurusan yang cukup sulit itu di RWTH (Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule).

Waktu terus berlalu dan di tahun 1960 beliau berhasil mendapat gelar diploma Ing dengan nilai rata-rata 9,5. Setelah itu, BJ Habibie mendaftarkan diri di Firma Talbot, agar bisa bekerja di perusahaan kereta api yang elit tersebut. Selama bekerja, beliau mencoba untuk membuat sayap pesawat terbang.

Setelah berhasil menerapkan cara tersebut pada wagon, BJ Habibie melanjutkan sekolahnya lagi di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aschen. Tidak lama kemudian, BJ Habibie memutuskan untuk menikah dengan Hasri Ainun Habibie.

Namun, kehidupannya tidak semulus itu. Bahkan, BJ Habibie harus berjalan kaki ke tempat kerjanya yang cukup jauh, agar pengeluarannya tidak terlalu besar. Semua itu dijalani dengan hati yang lapang dan tekad yang kuat.

Setelah mendapat berbagai penghargaan yang sangat bergengsi, BJ Habibie pulang ke Indonesia dan menjadi Menteri Negara Ristek selama 20 tahun. Karirnya di dunia politik tidak berhenti sampai di situ saja, karena pada tahun 1998 beliau menggantikan Soeharto sebagai presiden Indonesia ke-3.

Meski begitu, BJ Habibie menjabat sebagai presiden hanya dalam kurun waktu yang singkat. Setelah itu, beliau kembali lagi ke Jerman bersama dengan istrinya. Pada tahun 2010, istrinya yang tercinta meninggal dunia karena kanker, dan tidak lama setelah itu beliau juga meninggal dunia karena sakit.

Baca Juga: Sistem Pencernaan Manusia: Arti, Organ, Enzim & Cara Menjaga

3. Biografi Buya Hamka

Buya Hamka merupakan sastrawan, ulama, ahli filsafat, dan aktivis politik di Indonesia. Nama yang membuatnya lebih dikenal oleh publik ini bukanlah nama aslinya. Nama asli dari Buya Hamka adalah Haji Abdul Malik Karim Amrullah.

Buya Hamka lahir di Sungai Batang, Sumatera Barat pada tanggal 16 Februari 1908. Ibu Buya Hamka meninggal dunia saat usia anaknya masih 6 tahun, sehingga hal ini membuatnya harus tumbuh tanpa kehadiran sosok ibunya yang berharga.

Pada tahun 1924, Buya Hamka memutuskan untuk merantau ke Pulau Jawa dan diawali dari wilayah Yogyakarta, Surabaya, dan menuju ke Pekalongan. Selama itu, beliau mempelajari tentang pergerakan Islam. Pada saat merantau, Buya Hamka mempelajari banyak hal dari beberapa ahli.

Setelah mempelajari tentang banyak hal dari H.O.S. Cokroaminoto, H. Fachruddin, R.M. Suryopranoto, dan St. Mansyur selama satu tahun, Buya Hamka kembali ke Padang Panjang dan mulai berusaha untuk menulis buku yang kemudian terbit pada tahun 1926 dengan judul Si Sabariah.

Nama Buya yang semakin dikenal banyak orang ini tidak didapatkan dari beliau masih muda, tapi didapatkan ketika beliau sudah dewasa dan mulai dihormati oleh banyak orang. Buya Hamka juga disebut sebagai Pahlawan Nasional Indonesia yang harus selalu dihormati oleh setiap generasi.

Baca Juga  Kepribadian Introvert: Pengertian, Tipe, dan Karakternya

4. Biografi Sapardi Djoko Damono

Sapardi Djoko Damono merupakan seorang penyair terkenal yang lahir pada tanggal 20 Maret 1940. Ayah Sapardi Djoko Damono merupakan Abdi Dalem Kasultanan Surakarta yang cukup dihormati di wilayah Surakarta.

Semasa kecilnya, beliau sangat suka dengan dunia tulis-menulis, tak terkecuali menulis dan menciptakan puisi yang indah. Pada saat usianya 17 tahun dan duduk di bangku SMA, beliau berhasil menciptakan sebuah puisi yang sangat puitis.

Kemudian, Sapardi Djoko Damono melanjutkan pendidikannya dengan berkuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan mengambil jurusan Sastra Inggris. Beliau terus belajar tentang dunia sastra sampai usianya menginjak 29 tahun, dan di tahun tersebut beliau berhasil menerbitkan buku Duka-Mu Abadi.

Buku yang ditulis oleh Sapardi Djoko Damono tidak hanya itu saja, tapi masih ada Mata Pisau, Sihir Hutan, Ayat-Ayat Api, Hujan Bulan Juni, dan masih ada banyak lagi yang lainnya. Selain buku puisi, Sapardi Djoko Damono juga menerbitkan buku fiksi maupun non-fiksi yang sangat bagus.

Di dalam buku-buku yang ditulisnya, beliau menggunakan metafora-metafora yang indah dan kata-kata yang mudah dipahami. Dengan karya yang terus diterbitkannya tersebut, membuat nama Sapardi Djoko Damono semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Semasa hidupnya, Sapardi Djoko Damono pernah dipercaya untuk menjabat sebagai redaktur majalah di Horison, Basis, dan Kalam. Tidak hanya itu, beliau juga berhasil mendapat berbagai penghargaan seperti Cultural Award dari pemerintah Australia, Hadiah Putra Puisi dari Malaysia, dan lain-lainnya.

5. Biografi J.K Rowling

Joanne Kathleen Rowling atau yang lebih dikenal dengan nama J.K Rowling merupakan penulis terkenal yang berhasil melahirkan buku dan film terbaik berjudul Harry Potter. Sampai saat ini buku dan film Harry Potter masih sering dinikmati oleh banyak orang.

J.K Rowling lahir di Yate, Inggris pada tanggal 31 Juli 1965 dan dikenal sebagai kutu buku semasa hidupnya. Setelah lulus dari SMA di wilayah Wydeyan, beliau melanjutkan pendidikannya dengan berkuliah di Universitas Exeter dan mengambil jurusan Bahasa Prancis.

Setelah menuntaskan kuliahnya di universitas tersebut, J.K Rowling memutuskan untuk menjadi seorang pengajar dan sehari-harinya dilewati dengan naik kereta untuk pulang-pergi kerja. Pada suatu hari, saat beliau sedang naik kereta seperti biasanya, ide cerita yang hebat muncul di kepalanya.

Awalnya, J.K Rowling hanya berhasil menulis satu lembar cerita saja. Namun, tak lama setelah itu ratusan lembar cerita mulai terwujud dan karya tersebut diketik dengan menggunakan mesin ketik lama. Usahanya ini akhirnya membuahkan hasil yang sangat baik, karena Harry Potter digemari oleh publik.

Namun, sebelum buku tersebut berhasil terbit, J.K Rowling sempat mendapat penolakan dari berbagai penerbit. Dengan sifatnya yang pantang menyerah, J.K Rowling terus berusaha untuk mencari penerbit, sampai akhirnya ada salah satu penerbit yang tertarik dengan karyanya tersebut.

Teks biografi memang dapat menjadi bacaan yang menarik bagi sebagian orang. Pasalnya, mereka dapat mempelajari tentang banyak hal dengan membaca tulisan tersebut. Mulai dari tekad yang kuat untuk meraih impian hingga sifat pantang menyerah dalam diri seseorang dapat dipelajari dari teks ini.

Dengan susunan ceritanya yang tersaji secara detail seperti ini, Anda jadi bisa lebih mudah untuk memahami pesan yang ingin disampaikan dari karya tersebut.

Baca Juga:

Jangan sampai ketinggalan informasi terkini seputar teknologi dan tutorial terbaru dari Iuwashplus.or.id:

DMCA.com Protection Status