Home » Pendidikan » Sistem Pencernaan Manusia: Arti, Organ, Enzim & Cara Menjaga

Sistem Pencernaan Manusia: Arti, Organ, Enzim & Cara Menjaga

Iuwashplus.or.id – Sistem pencernaan manusia dengan berbgai organ di dalamnya memiliki peranan penting bagi keberlangsungan hidup. Makanan yang dimakan manusia akan dicerna dan diambil nutrisinya agar tubuh mendapatkan energi untuk melakukan berbagai aktivitas.

Namun, pencernaan manusia juga memiliki risiko mengalami gangguan atau penyakit yang disebabkan oleh berbagai faktor. Anda harus pandai menerapkan pola hidup sehat dan berbagai upaya lainnya agar sietem pencernaan tetap sehat.

Pengertian Sistem Pencernaan Manusia dan Fungsinya

Pengertian Sistem Pencernaan Manusia dan Fungsinya

Manusia membutuhkan makanan dan minuman bergizi untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya. Makanan dan minuman yang dikonsumsi tersebut akan dicerna oleh organ-organ sistem pencernaan.

Sestem pencernaan juga dapat diartikan sebagai rangkaian sistem atau proses di dalam tubuh manusia yang berfungsi mencerna atau mengolah makanan. Proses pencernaan tersebut melibatkan berbagai organ tubuh mulai dari mulut hingga rektum (anus).

Di dalam sistem pencernaan juga terdapat enzim-enzim yang membantu mengolah makanan agar lebih mudah terserap oleh tubuh. Setelah nutrisi dari makanan terserap habis, maka limbah sisa pengolahan makanan tersebut akan dikeluarkan dari dalam tubuh.

Proses Pencernaan Makanan Pada Manusia

Proses Pencernaan Makanan Pada Manusia

Secara umum, proses pencernaan atau pengolahan makanan di dalam tubuh manusia terdiri dari dua jenis. Apa saja jenisnya? Jika belum tahu, maka berikut ini dua jenis proses pencernaan yang terjadi di dalam tubuh manusia, yaitu:

1. Proses Pencernaan Mekanik

Jenis proses pencernaan mekanik dalam tubuh manusia dilakukan dengan gerakan-gerakan organ pencernaan. Misalnya, mengunyah, menelan, menghancurkan, memopa, hingga meremas makanan menjadi bentuk yang lebih kecil atau halus.

2. Proses Pencernaan Kimiawi

Pencernaan manusia juga melibatkan berbagai jenis enzim. Proses tersebut disebut juga dengan istilah proses pencernaan kimiawi. Tujuannya adalah mengubah makanan yang berukuran kecil atau halus menjadi bentuk yang lebih mudah diserap oleh tubuh manusia.

Organ-organ Pembentuk Sistem Pencernaan

Organ-organ Pembentuk Sistem Pencernaan

Apa saja organ yang berperan dalam sistem pencernaan? Jika ingin mengetahuinya lebih detail, maka berikut ini berbagai jenis organ tubuh yang berperan dalam sistem pencernaan berserta dengan fungsinya masing-masing, yaitu:

1. Mulut

Proses pencernaan atau pengolahan makanan dalam tubuh manusia dimulai dari mulut. Fungsi mulut dalam sistem pencernaan adalah tempat awal masuknya makanan dari luar ke dalam tubuh manusia.

Di dalam mulut, terdapat gigi dan lidah yang saling bekerja sama untuk mencerna makanan. Gigi bertugas untuk menggunyah dan menghancurkan makanan hingga lembut. Sementara itu, lidah memiliki fungsi untuk membolak-balikkan makanan yang dikunyah oleh gigi.

Sementara itu, di dalam organ pencernaan ini juga terjadi proses pencernaan makanan secara kimiawi oleh enzim amilase yang diprosuksi oleh ludah. Enzim dalam mulut tersebut memiliki fungsi menguraikan kandungan pati dalam makanan, sehingga lebih mudah diserap.

2. Faring dan Kerongkongkongan

Setelah dicerna di mulut, makanan akan didorong untuk masuk ke dalam kerongkongan melalui faring. Dinding organ perncernaan yang satu ini merupakan tempat terjadinya gerakan meremas-remas makanan. Gerakan peristaltik seperti itu akan mendorong makanan ke arah lambung.

Baca Juga  Mobilitas Sosial Itu Apa? Ini Bentuk, Faktor, & Dampaknya Lengkap

3. Lambung

Lambung merupakan salah satu organ sistem pencernaan manusia yang paling utama. Di dalam lambung terjadi proses pencernaan secara kimiawi dengan bantuan getah atau asam lambung dan juga enzim. Secara umum, organ pencernaan ini memiliki beberapa fungsi, yaitu:

  • Menyimpan makanan selama kurang lebih dua hingga lima jam
  • Mencerna protein dalam makanan
  • Membunuh mikroorganisme yang berbahaya dengan bantuan asam lambung
  • Mendorong makanan sec ara perlahan ke usus halus

Lambung di dalam tubuh manusia memiliki beberapa bagian, yaitu:

  • Kardiak, berhubungan dengan esofagus
  • Otot stinger atas, mencegah makanan agar tidak kembali ke kerongkongan
  • Fundus, bagian atas badan lambung
  • Badan lambung, sebagai tempat penyimpanan dan mencerna makanan
  • Otot sfinger bawah, mencegah makanan di dalam lambung masuk ke dalam usus halus secara sembarangan
  • Pilorus, sebuah bagian penghubung antara lambung dengan usus halus

4. Hati

Hati memang merupakan organ penting dalam sistem ekresi dalam tubuh manusia. Selain itu,hati atau liver ternyata memiliki peranan dan fungsi dalam membantu tubuh mencerna makanan yang masuk ke dalamnya.

Hati akan bekerja untuk menghasilkan empedu. Cairan empedu tersebutlah yang memiliki fungsi dan peranan dalam mencerna lemak. Namun, sebelum digunakan untuk mencerna lemak dalam makanan, cairan empedu akan disimpan terlebih dahulu di dalam kantung empedu.

5. Kantung Empedu

Kantung empedu juga memiliki peranan dalam proses pencernaan makanan oleh organ tubuh.  Selain berfungsi untuk menyimpan cairan empedu, organ ini juga memiliki tugas untuk menyalurkan cairan empedu tersebut ke usus halus.

6. Pankreas

Apa fungsi pankreas dalam sistem pencernaan? Jika belum tahu, maka berikut ini tugas atau fungsi dari pankreas dalam pencernaan manusia, yaitu:

  • Menghasilkan enzim untuk mencerna protein, karbohidrat, dan juga lemak di dalam usus halus
  • Memproduksi senyawa bikarbonat yang berfungsi menetralkan makanan dari lambung agar tidak melukai usus halus

7. Usus Halus

Usus halus merupakan salah satu organ yang memiliki peranan penting dalam sistem pencernaan manusia. Di dalamnya terdapat banyak lipatan dan juga tonjolan yang berfungsi untuk memaksimalkan proses pencernaan dan penyerapan makanan.

Organ pencernaan yang satu ini dapat dibekalan menjadi tiga bagian, yaitu:

  • Duodenum (Usus Dua Belas Jari)

Memiliki fungsi mencerna makanan secara kimia dengan senyawa bikarbonat, enzim amilase, tripsin, lipase, dan juga maltase.

  • Jejenum (Usus Kosong)

Jejenum merupakan bagian usus halus yang bertugas menyerap sari-sari makanan.

  • Ileum (Usus Penyerapan)

Sama seperti jejenum, ileuum juga memiliki fungsi menyerap sari-sari makanan

Sari-sari makanan yang diserap pada usus halus kemudian akan dimanfaatkan tubuh untuk berbagai keperluan. Sisa dari sari-sari makanan yang telah diserap tersebut akan dipindahkan ke usus besar.

8. Usus Besar

Organ pencernaan manusia selanjutnya yang terhubung dengan usus halus adalah usus besar dengan panjang sekitar 5 hingga 6 meter. Di dalam organ pencernaan ini, sisa-sisa makanan akan mengalami pembusukan dengan bantuan dari bakteri E.coli.

Sisa-sisa makanan yang sudah mengalami pembusukan akan berubah menjadi feses dan pada akhirnya dikeluarkan dari tubuh.

9. Kolon, Rektum, dan Anus

Sistem pencernaan manusia juga melibatkan kolon, rektum, dan anus. Kolon memiliki fungsi untuk tempat penyerapan kembali air dari sisa makanan, sehingga feses menjadi lebih padat. Seteleh itu, feses akan ditampung semepera di dalam rektum sebelum akhirnya dikeluarkan dari tubuh.

Terdapat pula umbai cacing atau usus buntu. Jika umbai cacing membengkak artinya terdapat sisa makanan yang berada di dalamnya. Kondisi tersebut dapat menyebabkan gangguan pencernaan berupa penyakit usus buntu.

Baca Juga  Klasifikasi Makhluk Hidup dalam Biologi, Tujuan dan Sistemnya

Anus memiliki fungsi dan peranan pada bagian akhir sistem pencernaan. Organ tubuh manusia ini memiliki fungsi membuang atau mengeluarkan feses dari dalam tubuh manusia.

Daftar Enzim dalam Sistem Pencernaan Manusia

Daftar Enzim dalam Sistem Pencernaan Manusia

Makanan yang masuk ke dalam tubuh manusia akan dicerna secara mekanik dan kimiawi. Proses pencernaan kimiawi terjadi dengan melibatkan berbagai jenis enzim. Berikut ini beberapa jenis enzim pencernaan dan fungsinya, yaitu:

1. Amilase

Amilase merupakan jenis enzim yang memiliki fungsi utama untuk memecah karbohidrat menjadi glukosa. Jenis enzim yang satu ini dapat diprosuksi oleh usus halus, pankreas, maupun kelenjar air liur.

2. Lipase

Enzim lipase diproduksi oleh organ pencernaan berupa lambung maupun pankreas. Jenis enzim yang satu ini memiliki fungsi utama memecah lemak dalam makanan menjadi gliserol dan juga asam lemak. Uniknya, enzim lipase juga dapat ditemukan dalam Air Susu Ibu (ASI)

3. Laktase

Jenis enzim laktase memiliki fungsi ytama untuk memecah gula laktosa dalam sistem pencernaan. Gula laktosa yang dimaksud pada umumnya dapat ditemukan dalam susu atau makanan/ minuman olahan susu.

4. Protease

Jenis enzim yang satu ini memiliki peranan dalam memecah protein menjadi asam amino. Jenisnya pun ada tiga, yaitu tripsin, pepsin, dan juga kimotripsin. Enzim protease dapat diproduksi oleh usus halus, pankreas, dan juga lambung.

5. Maltase

Jenis enzim pencernaan lainnya adah maltase. Enzim pencernaan ini memiliki fungsi utama untuk mencerna gula maltosa dalam makanan yang masuk ke dalam tubuh manusia. Hasilnya dapat digunakan tubuh maupun disimpan dalam hati/ liver dalam bentuk glikogen sebagai cadangan energi.

6. Sukrose

Sukrose dapat ditemukan di dalam usus halus. Fungsinya adalah memecah sukrosa menjadi gula yang lebih sederhana lagi, yaitu berupa glukosa maupun fruktosa. Sukrosa yang dimaksud pada umumnya dapat ditemukan dalam buah-buahan maupun sayuran.

Sukrosa yang sudah diolah dengan enzim sukrase nantinya akan membuat tubuh lebih mudah menghasilkan energi dari gula tersebut.

7. Enzim Lainnya

Selain beberapa jenis enzim yang sudah disebutkan sebelumnya, ternyata masih banyak jenis enzim yang terdapat dalam sistem pencernaan. Berikut ini beberapa jenis enzim lainnya yang ada dalam organ pencernaan manusia, yaitu:

  • Enzim karboksipeptidase, memecah protein hingga berubah menjadi asam amino
  • Enzim nuklease, mencerna asam nukleat dan mengubahnya menjadi nukleotida maupun nukleosida
  • Ensim elastase, memecah protein elastin
  • Enzim fosfolipase, menguraikan ikatan fosfolipid menjadi fosfat dan asam lemak

Penyakit dan Gangguan Sistem Pencernaan

Penyakit dan Gangguan Sistem Pencernaan

Organ-organ dalam sistem pencernaan juga bisa mengalami beberapa gangguan atau penyakit. Penyebabnya bisa berasal dari berbagai faktor, seperti infeksi bakter, virus, pola hidup tidak sehat, dan berbagai faktor lainnya.

Memangnya, apa saja penyakit pencernaan yang biasanya dialami seseorang? Jika belum tahu, maka berikut ini beberapa penyakit dan gangguan sistem pencernaan yang harus Anda ketahui, yaitu:

1. Maag

Maag merupakan gangguan pencernaan yang dirasakan pada bagian lambung. Gangguan pencernaan ini pada umumnya terjadi ketika seseorang telat makanan, mengkonsumsi makanan pedas/ asam/ makanan tertentu, minum soda/ kafein/ minuman tertentu, dan lainnya.

Maag ringan dapat diatasi dengan mengkonsumsi obat maag, kemudian makan dan minum. Namun, sebaiknya penderita maag tetap menghindari makanan/ minuman yang memicu rasa tidak nyaman pada perut ini.

2. GERD

GERD merupakan penyakit yang ditandai dengan naiknya asam lambung ke bagian kerongkongan, sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman. Selain perut terasa sakit, jika tidak segera diatasi, GERD dapt membuat iritasi dalam tubuh.

Baca Juga  Penjelasan Lengkap Membran Sel Di Manusia, Hewan, Tumbuhan

Penderita GERD akan merasan sesnsai panas di dada, mual, susah menelan, batuk, hingga muntah-muntah.

3. Diare

Diare merupakan gangguan sistem pencernaan manusia yang bisanya membuat seseorang banyak kehilangan cairan tubuh dan merasa lemas. Gangguan ini ditandai dengan rasa mulas terus menerus dan feses sangat cair.

Diare yang parah bahkan bisa menyebabkan mual, muntah, hingga feses berdarah. Diare harus segera diobati karena bisa menyebabkan tubuh mengalami kehilangan banyak cairan.

4. Sembelit

Berbanding terbaik dengan diare, sembelit merupakan penyakit yang membuat seseorang susah buang air besar. Selain itu, feses yang dikeluarkan dari dalam tubuh pun memiliki tekstur yang keras. Buang air besar pun terasa tidak nyaman ketika mengalami sembelit.

Penyebab gangguan pencernaan ini cukupm beragam, seperti kurang minum air mineral, pengaruh obat-obatan tertentu, kurang makan makanan berserat, dan lain sebagainya.

Sembelit bisa diatasi dan diobat dengan melakukan pemeriksaan ke dokter, mengkonsumsi makanan tertentu, makan makanan berserat, dan lain sebagainya.

5. Hemoroid

Hemoroid atau wasir merupakan gangguan yang terjadi ketika pembuluh darah di saluran anus mengalami pembengkkan. Pada umumnya, gangguan sistem pencernaan manusia  ini dialami oleh lansia, tetapi bisa juga dialami oleh orang dewasa dalam keadaan tertentu, seperti hamil atau sakit.

Hemoroid pada saluran anus membuat rasa tidak nyaman, gatal, nyeri, hingga keluarnya darah saat buang air besar. Pada kasus hemoroid yang sudah membesar juga bisa membuat penderitanya tidak bisa duduk terlalu lama karena sakit.

Gangguan pada organ pencernaan ini dapat diatasi dengan mengkonsumsi obat, memperbanyak minum air mineral, makan makanan berserat, dan lain sebagainya. Namun, penderita hemoroid yang sudah parah membutuhkan tindakan penanganan khusus, seperti operasi.

6. Divertikular

Penyakit divertikular ditandai dengan adaya kantung kecil pada dinding usus besar yang mengalami peradangan. Penderita penyakit ini biasanya akan mengalami gejala gangguan kesehatan pencernaan, seperti diare, nyeri perut bagian bawah, kembung, dan lain sebagainya.

Penyakit divertikular dapat terjadi karena adanya pengaruh genetik/ keturunan, gangguan sistem imun, penggunaan NSAID/ steroid, dan lain sebagainya. Gangguan atau penyakut divertikular dapat disembuhkan dengan menjalani pengobatan tertentu.

Cara Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan Manusia

Cara Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan Manusia

Ketika sistem pencernaan mengalami gangguan atau menderita penyakit tertentu, maka proses penyerapan nutrisi dari makanan di dalam tubuh akan terganggu. Akibatnya, tubuh kekurangan nutrisi dan menjadi lemah, bahkan bisa menyebabkan berbagai penyakit lainnya.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh khususnya sistem pencernaan. Banyak cara yang dapat dilakukan agar sistem pencernaan tetap sehat. Apa saja yang harus dilakukan? Berikut ini beberapa cara atau tips menjaga kesehatan pencernana, yaitu:

  • Memakanan makanan yang memiliki nutrisi lengkap
  • Mengurangi makanan tidak sehat, junk food, dan banyak pengawet
  • Lebih baik mengkonsumsi makanan segar, bukan makanan olahan atau bahkan frozen food
  • Banyak minum air mineral setiap harinya
  • Jangan sering mengkonsumsi atau meminum minuman dengan kadar alkohol maupun kafein tinggi
  • Sebaiknya konsumsi juga makanan atau minuman yang mengandung probiotik
  • Makanan makanan yang mengandung serat tinggi
  • Jangan makanan terlalu banyak makanan dengan kandungan kolestrol dan lemak jenuh tinggi
  • Sebaiknya rutin berolahraga
  • Jangan lupa juga untuk memiliki waktu istirahat yang cukup

Selain melakukan berbagai upaya atau tips di atas untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan, tidak ada salahnya juga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Tujuannya agar ketika gangguan sistem pencernaan dapat dideteksi sedini mungkin dan dapat diobati dengan cepat.

Sistem pencernaan manusia terdiri dari beberapa organ yang saling bekerja sama untuk mencerna makanan, sehingga nutrisi atau sari-sari makanan tersebut dapat diserap tubuh. Gangguan sistem perncernaan dapat dialami siapa saja, tetapi sebaiknya dicegah dengan menjaga kesehatan.

Baca Juga:

Aktifkan notifikasi atau join - Google News Update Terbaru Seputar Sistem Pencernaan Manusia

Jangan sampai ketinggalan informasi terkini seputar teknologi dan tutorial terbaru dari Iuwashplus.or.id:

DMCA.com Protection Status