Home » Informasi » 15 Rekomendasi Film Semi Jepang dengan Adegan 21+

15 Rekomendasi Film Semi Jepang dengan Adegan 21+

Iuwashplus.or.id Rekomendasi film semi Jepang paling banyak dicari dan populer di industri perfilman. Umumnya menggabungkan unsur-unsur drama dan romantis. Meskipun mengandung adegan-adegan dewasa, tetapi cenderung berfokus pada cerita dan karakter semata.

Penting untuk diingat bahwa film semi Jepang tidak dapat disamakan dengan film dewasa lainnya. Film semacam ini biasanya memiliki batasan usia dan ditujukan untuk penonton dewasa. Jika Anda mencari rekomendasi film semi Jepang, maka silakan ikuti pembahasan di dalam artikel ini.

Rekomendasi Film Semi Jepang Terbaru Barbar Adegan 21+

Bukan hanya soal Anime, Jepang juga terkenal dengan film semi dewasa dan secara khusus dirncang untuk para pasangan atau orang dewasa.

Berikut adalah deretan film semi Jepang yang bisa Anda saksikan bersama dengan pasangan:

1. L-DK: Two Loves Under One Roof

1. L-DK Two Loves Under One Roof

L-DK: Two Loves Under One Roof adalah salah satu rekomendasi film semi Jepang yang dirilis pada tahun 2019. Film ini didasarkan pada seri manga populer yang berjudul sama karya Ayu Watanabe.

L-DK: Two Loves Under One Roof mengisahkan tentang Aoi Nishimori, seorang siswi sekolah menengah yang tinggal sendirian di sebuah apartemen.

Suatu hari, dia secara tidak sengaja menemukan Shūsei Kugayama, siswa populer di sekolahnya, tidur di apartemen itu. Karena alasan tertentu, Shūsei kemudian tinggal di apartemen yang sama dengan Aoi.

Kisah ini berkembang menjadi romansa komedi saat Aoi dan Shūsei berinteraksi dan mengatasi perbedaan pribadi mereka. Mereka harus menghadapi konflik dan cobaan dalam hubungan mereka sambil menjaga rahasia mereka tetap terjaga.

L-DK: Two Loves Under One Roof adalah film yang menarik bagi para penggemar manga dan penggemar cerita romantis komedi Jepang. Film semi Jepang ini menggabungkan elemen-elemen romantis, komedi, dan drama untuk menghasilkan pengalaman yang menyenangkan bagi penontonnya.

2. Otoko no Isshou

2. Otoko no Isshou

Otoko no Isshou atau dikenal juga dengan judul A Man’s Lifetime merupakan film semi Jepang yang rilis pada tahun 2014, diadaptasi langsung dari manga berjudul sama karya Kaori Ekuni.

Film ini mengisahkan tentang kehidupan seorang pria bernama Kaoru Tanaka (diperankan oleh Masaki Okada) yang menghabiskan hari-harinya dengan menjalani rutinitas yang monoton.

Suatu hari, dia bertemu dengan seorang wanita bernama Miyako (diperankan oleh Erika Sawajiri) yang menghadapi masalah dalam pernikahannya. Kaoru dan Miyako kemudian mulai menjalin hubungan tidak biasa, di mana mereka memberikan dukungan dan kehadiran satu sama lain saat menghadapi kesulitan.

Film ini mengeksplorasi tema-tema seperti kesepian, hubungan antara pria dan wanita, dan pencarian arti dalam kehidupan sehari-hari. Sungguh sangat berhubungan dengan realitas kebanyakan orang yang pastikan merasakan itu semua.

Film yang diangkat dari manga ini menawarkan pandangan yang intim dan reflektif tentang dinamika hubungan manusia dan menggambarkan perjalanan emosional karakter utamanya sehingga Anda tidak akan bosan saat menontonnya.

Film ini dikenal juga berkat penampilan akting yang kuat dari para pemerannya, serta penyampaian cerita yang menghadirkan kedalaman emosional.

3. Norwegian Wood

Rekomendasi film semi Jepang berikutnya adalah Norwegian Wood, sebuah adaptasi dari novel karya Haruki Murakami yang terbit pada 1987.

Baca Juga  Link Grup Wa Pemersatu Bangsa Video Viral & Cara Mencari Link

Pada tahun 2010, Norwegian Wood ini disulap menjadi film dan disutradarai oleh Tran Anh Hung. Film ini merupakan kisah coming-of-age yang melibatkan tema-tema seperti cinta, kehilangan, dan kehidupan remaja.

Norwegian Wood mengisahkan tentang Toru Watanabe (diperankan oleh Kenichi Matsuyama), seorang mahasiswa yang terlibat dalam segitiga cinta yang rumit antara Naoko (diperankan oleh Rinko Kikuchi), dan Midori (diperankan oleh Kiko Mizuhara), seorang gadis ceria yang dia temui di kampus.

Cinematic ditampilkan dengan pemandangan yang indah dan diiringi oleh musik yang menyentuh, menghadirkan suasana yang melankolis dan introspektif.

Norwegian Wood memperoleh pujian karena penyutradaraannya yang terampil, akting yang kuat, dan penggambaran yang mendalam tentang cinta dan rasa kehilangan.

4. Tokyo Decadence

Tokyo Decadence mengisahkan tentang seorang wanita bernama Ai (diperankan oleh Miho Nikaido) yang bekerja sebagai pelacur di Tokyo dan rilis pada tahun 1992.

Film ini menggambarkan perjalanan Ai dalam menjalani kehidupan seksual yang berbeda-beda dengan klien-kliennya yang memiliki kecenderungan dan fantasi seksual yang ekstrem.

Tokyo Decadence mengangkat tema-tema seperti fetisisme, BDSM, peran dominan dan submisif. Tak hanya itu saja, ada juga eksplorasi seksualitas yang ekstrem dan sering kali dianggap sebagai film kontroversial. Hal ini karena pendekatannya provokatif terhadap seksualitas dan eksplorasi dunia pelacuran.

Penting untuk dicatat bahwa Tokyo Decadence adalah film yang ditujukan untuk penonton dewasa dan berisi konten dewasa serta adegan-adegan eksplisit. Film ini tidak direkomendasikan untuk mereka yang tidak nyaman dengan konten seksual eksplisit atau tema kontroversial.

5. Sexy Battle Girls

Sexy Battle Girls berkisah tentang sekelompok gadis sekolah yang terlibat dalam pertempuran dan petualangan yang penuh dengan unsur-unsur dewasa.

Mereka diberi kemampuan khusus yang memungkinkan mereka untuk berubah menjadi pahlawan super yang kuat.

Dalam upaya mereka untuk melindungi dunia dari ancaman jahat, para gadis ini harus menghadapi berbagai tantangan dan menghadapi situasi yang penuh dengan humor dan adegan erotis. Meskipun terkesan aneh, namun konsep ini sangat populer di Jepang.

Film ini menggabungkan elemen-elemen dari genre komedi dan aksi. Sexy Battle Girls menampilkan adegan-adegan yang mengandung konten dewasa, tetapi dengan pendekatan yang lebih mengarah ke sisi komedi dan parodi.

6. The Glamorous Life of Sachiko Hanai

Pada tahun 2003, sebuah film semi Jepang berjudul The Glamorous Life of Sachiko Hanai remi rilis. Selain itu juga, mengangkat kisah tentang seorang wanita bernama Sachiko Hanai (diperankan oleh Emi Kuroda) yang bekerja sebagai pelacur.

Dikisahkan bahwa dia secara tidak sengaja menemukan sebuah pistol dan terjadi insiden yang mengubah hidupnya.

Sachiko mendapatkan kekuatan supernatural yang memungkinkannya untuk memahami bahasa burung. Selanjutnya dia terlibat dalam serangkaian peristiwa yang melibatkan agen pemerintah, ilmuwan gila, dan agen rahasia.

Film ini menggabungkan elemen-elemen seperti komedi dan fiksi ilmiah dengan sentuhan satir dan adegan-adegan yang kontroversial. The Glamorous Life of Sachiko Hanai mengeksplorasi tema-tema seperti kekuatan, pergaulan bebas, dan politik dengan gaya yang provokatif dan eksperimental.

7. Wife to be Sacrified

Rekomendasi film semi Jepang kali ini berasal dari tahun 1974 dengan judul Wife to be Sacrified. Dikenal juga dengan judul Ikenie Fujin dan populer di era tersebut.

Wife to be Sacrified mengisahkan tentang seorang pria yang bernama Tatsuya (diperankan oleh Nagatoshi Sakamoto) yang memiliki hubungan yang bermasalah dengan istrinya, Yoshie (diperankan oleh Naomi Tani).

Dalam usaha untuk menyelamatkan pernikahan mereka, Tatsuya memutuskan untuk mengambil tindakan ekstrem yang melibatkan perbudakan seksual dan kekerasan. Meskipun konten ini sangat terkesal eksploitatif, namun dapat Anda tonton sebagai contoh yang tidak boleh dilakukan.

Baca Juga  Plot Twist Adalah: Berikut 9 Film Terbaik Ini Endingnya Diluar Nalar

Berkat hal itu, Wife to be Sacrified akhirnya dikenal dengan film yang penuh dengan adegan-adegan eksplisit dan penggambaran yang eksploitatif dan kekerasan terhadap perempuan.

8. A Snake of June

A Snake of June (rilis tahun 2002) adalah sebuah thriller psikologis yang menggambarkan pertemuan tak terduga antara seorang wanita bernama Rinko (diperankan oleh Asuka Kurosawa) dan seorang fotografer bernama Iguchi (diperankan oleh Shinya Tsukamoto).

Ketika Rinko menerima paket misterius yang berisi foto-foto pribadinya, Iguchi mengancam akan mengungkapkan rahasia tersebut ke suaminya. Kecuali jika dia memenuhi permintaannya yang tidak konvensional.

Film ini menggabungkan psikologi dan misteri. Nah, ini membuat suasana yang gelap dan tertekan. Dengan menggunakan teknik sinematografi yang khas dan visual yang kuat yang menjadi ciri khas karya-karya Tsukamoto.

9. Tampopo

Datang dengan tema baru, salah satu rekomendasi film semi Jepang berjudul Tampopo ini rilis pada tahun 1985 dengan mengangkat genre komedi kuliner.

Tampopo menceritakan tentang perjalanan seorang wanita bernama Tampopo (diperankan oleh Nobuko Miyamoto) berusaha untuk menciptakan ramen yang sempurna.

Dia mendapatkan bantuan dari seorang pengemudi truk bernama Goro (diperankan oleh Tsutomu Yamazaki) dalam pencariannya untuk mengembangkan kemampuannya dalam memasak mie ramen yang lezat.

Sementara itu, film ini juga menampilkan berbagai cerita sampingan yang terkait dengan makanan dan hubungan manusia dengan makanan.

Tampopo merupakan perpaduan antara komedi, drama, dan elemen-elemen khas film kuliner. Selain cerita utama tentang pencarian Tampopo untuk menjadi seorang koki ramen yang ulung, film ini juga menghadirkan berbagai adegan yang lucu, hingga anekdot tentang makanan.

10. Wet Woman in the Wind

Wet Woman in the Wind atau Kaze ni Nureta Onna adalah sebuah film semi Jepang yang dirilis pada tahun 2016 dan disutradarai oleh Akihiko Shiota.

Mengisahkan tentang seorang pria bernama Kosuke (diperankan oleh Tasuku Nagaoka) yang tinggal di sebuah desa terpencil di pegunungan.

Suatu hari, seorang wanita misterius bernama Shiori (diperankan oleh Yuki Mamiya) muncul di depannya, dan dia meminta tempat untuk tinggal.

Meskipun awalnya enggan, Kosuke akhirnya setuju dan mereka terlibat dalam hubungan dewasa yang penuh gairah. Namun, situasi menjadi semakin rumit ketika eksentris mantan kekasih Shiori juga muncul.

Film ini menggabungkan unsur-unsur komedi dan dewasa dengan gaya yang eksentrik dan surreal. Wet Woman in the Wind menampilkan adegan-adegan dewasa yang eksplisit dan eksplorasi yang intens, yang menjadi ciri khas dalam karya-karya Akihiko Shiota.

11. Hatsukoi

Hatsukoi atau First Love termasuk ke dalam rekomendasi film semi Jepang populer pada tahun 2019 silam. Menceritakan tentang seorang petinju yang sedang dalam situasi sulit bernama Leo (Masataka Kubota) yang bertemu dengan wanita misterius bernama Monica (Sakurako Konishi).

Leo menjadi terlibat dalam konflik antara geng Yakuza dan kelompok penjahat lainnya yang terlibat dalam perdagangan narkoba. Dalam perjalanan yang penuh dengan kekerasan dan kekacauan, Leo dan Monica berusaha untuk bertahan hidup sambil menjalin hubungan yang kompleks.

Film ini menggabungkan genre aksi, drama, komedi hitam, dan roman gangster dalam sebuah cerita yang penuh dengan kejutan dan tindakan yang eksplosif.

Meskipun Hatsukoi memiliki adegan-adegan kekerasan yang intens dan konten dewasa, film ini juga menyajikan kisah percintaan yang di tengah situasi yang ekstrim. Film ini mengeksplorasi tema-tema seperti nasib, obsesi, dan pertemuan tak terduga yang dapat mengubah hidup.

12. Uncle’s Paradise: Film Semi Jepang Terpupler

Uncle’s Paradise atau Ojisama no Riyū adalah sebuah film Jepang yang dirilis pada tahun 2006 mengisahkan tentang kehidupan seorang pria paruh baya bernama Ichiro (Kōji Yakusho) yang tinggal sendirian di sebuah apartemen.

Baca Juga  Idlix Apk: Unduh Streaming Film dan Tv Series Sub Indo 2023

Dia adalah seorang pegawai kantor yang membosankan dan menjalani kehidupan yang monoton. Namun, segalanya berubah ketika seorang tetangga perempuan muda bernama Sachiko (Kumiko Aso) pindah ke apartemennya. Ichiro segera tertarik padanya dan mulai berfantasi tentang hubungan romantis.

Film ini jelas menggabungkan genre komedi, drama, dan romantis sekaligus memuat kisah menggemaskan tentang seorang pria yang menghadapi pertanyaan tentang cinta dan kehidupan di tengah-tengah rutinitasnya yang membosankan.

13. It Feels So Good: Film Semi Jepang Mantan Kekasih

It Feels So Good atau Tatta Hitotsu no Koi dirilis pada tahun 2019 dan mengisahkan tentang dua orang mantan kekasih. Ia adalah Kosuke (Tasuku Emoto) dan Mao (Kumi Takiuchi) yang bertemu kembali secara tak terduga setelah berpisah selama beberapa tahun.

Keduanya terlibat dalam hubungan dewasa yang penuh gairah dan kompleks. Cerita ini menjelajahi dinamika emosional antara mereka dan perasaan mereka yang masih terjalin satu sama lain, meskipun mereka telah memiliki kehidupan masing-masing.

Film ini mengeksplorasi tema-tema cinta, hubungan manusia, dan keinginan nafus dengan cara yang intim dan realistis. It Feels So Good menghadirkan penggambaran yang jujur dan mengeksplorasi dinamika rumit dalam hubungan antara dua orang yang terikat oleh masa lalu dan emosi yang belum terpecahkan.

14. Call Boy: Film Semi Jepang Dunia Malam

Call Boy adalah film semi Jepang yang dirilis pada tahun 2018 dan menceritakan tentang seorang pria muda bernama Ryo Morinaka (Tori Matsuzaka) yang memasuki dunia malam sebagai “call boy” untuk memenuhi kebutuhan finansialnya.

Ryo menemukan keahliannya dalam memenuhi keinginan dan fantasi hasrat klien-kliennya, sambil menjaga identitasnya yang sebenarnya tersembunyi. Film ini cukup unik karena menjadikan sosok laki-laki sebagai bagian dari produk ini.

Mengangkat sudut pandang yang berbeda, Anda dapat melihat banyaknya intrik yang mengelilingi si tokoh utama dan belajar banyak hal tentang dunia malam ala lelaki.

Film ini menggabungkan beberapa genre seperti dewasa, keinginan, serta berbagai intrik dalam hubungan manusia. Call Boy menyajikan cerita yang penuh dengan adegan-adegan dewasa dan eksplisit, yang menggambarkan pengalaman dan emosi karakter-karakternya yang kompleks.

15. Kabuchiko Love Hotel: Film Semi Jepang Hotel

Kabukicho Love Hotel adalah sebuah film Jepang yang dirilis pada tahun 2014. Rekomendasi film semi Jepang terakhir ini mengisahkan kehidupan di sebuah hotel cinta di kawasan Kabukicho di Shinjuku, Tokyo.

Para karakter dalam film ini, termasuk karyawan hotel seperti pelayan kamar, resepsionis, dan penjaga keamanan, memiliki cerita cinta dan kehidupan pribadi yang kompleks.

Film ini mengeksplorasi tema-tema seperti cinta, dewasa, kehidupan perkotaan, dan ketidakpastian masa depan. Dalam penggambaran yang realistis, film ini juga menampilkan adegan-adegan sensual yang merupakan bagian dari kehidupan di hotel tersebut.

Kabukicho Love Hotel menghadirkan kompleksitas hubungan dan emosi karakter-karakternya, sambil menggambarkan kesulitan dan konflik yang mereka hadapi.

Penutup

Demikian 15 rekomendasi film semi Jepang yang bisa Anda tonton bersama dengan pasangan sebagai bentuk hiburan ala pasangan. Meskipun dianggap kontroversial, film-film semi Jepang di atas menawarkan pendekatan yang lebih mendalam terhadap hubungan dan hasrat manusia.

Tema yang ditampilkan juga sangat beragam dan tidak secara eksplisit menunjukkan konten-konten dewasa sehingga masih cukup aman untuk ditonton bersama pasangan, terutama bagi yang sudah menikah. Tentunya, sebagai penonton tetap harus menjaga etika pribadi dan menghormati kebijakan yang berlaku.

Baca Juga:

Jangan sampai ketinggalan informasi terkini seputar teknologi dan tutorial terbaru dari Iuwashplus.or.id:

DMCA.com Protection Status