Home » Pendidikan » Hedonisme Adalah: Ciri, Penyebab, Dampak & Cara Mengatasinya

Hedonisme Adalah: Ciri, Penyebab, Dampak & Cara Mengatasinya

Pada dasarnya, setiap manusia akan menghindari penderitaan maupun rasa sakit dalam bentuk apapun. Sayangnya, naluri menghindari penderitaan terkadang justru menjebak seseorang dalam perilaku hedonis. Maka tidak heran jika hedonisme adalah salah satu permasalahan masyarakat.

Istilah hedonisme merujuk pada gaya hidup seseorang yang terlalu boros dan berpotensi merugikan di kemudian hari. Orang yang memiliki sifat hedonis biasanya menghabiskan waktunya dengan berfoya-foya demi mendapatkan kebahagiaan tanpa memikirkan dampaknya.

Apalagi di era teknologi seperti sekarang ini, dimana setiap orang akan sangat mudah untuk mendapatkan informasi yang dapat memenuhi keinginan. Mulai dari belanja online, membeli tiket liburan, main game berbayar, dan lain sebagainya yang mengeluarkan uang sangat banyak.

Hedonisme Adalah

Hedonisme Adalah

Kata hedonisme diambil dari bahasa Yunani “Hedone” yang artinya “kesenangan”. Jadi dapat disimpulkan bahwa hedonisme merupakan sebuah gaya hidup yang mengutamakan cara mencari kesenangan tanpa batas dan menghindarkan diri dari hal-hal yang menyakitkan.

Sementara itu, dalam filsafat hedonisme dianggap sebagai aliran yang meletakkan kebahagiaan menjadi hal yang terpenting dalam hidup. Adapun cara untuk meraih kebahagiaan tersebut adalah dengan memenuhi kebutuhan dan hasrat pribadi secara terus-menerus dan menyeluruh.

Hedonisme berhubungan erat dengan kenikmatan batin, kebebasan, kekayaan, kekuasaan, dan lain-lain. Contoh gaya hidup seperti ini adalah berbelanja secara boros atau dalam jumlah yang sangat banyak. Membeli semua yang diinginkan, baik pakaian, makanan, sepatu yang sebenarnya tidak perlu.

Baca Juga: Break Artinya Apa dalam Hubungan? Ini Makna yang Sebenarnya

Ciri-Ciri Hedonisme

Ciri-Ciri Hedonisme

Setiap orang memiliki kecenderungan berperilaku hedonisme tanpa disadari. Hal ini disebabkan karena pola atau gaya hidup yang tak jarang terobsesi untuk menyenangkan diri secara berlebihan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa saja ciri-ciri dari hedonisme seperti berikut ini.

1. Tujuan Utama Hidup Adalah Kebahagiaan

Pada dasarnya, setiap orang di dunia memang ingin merasa bahagia. Namun, tidak dengan menghalalkan segala cara dengan memenuhi keinginan yang tidak terbatas. Orang-orang hedonis hanya memikirkan kebahagiaan dalam hidup tanpa mempertimbangkan risikonya.

Gaya hidup hedonisme juga juga terlihat pada seseorang yang tidak pernah merasa puas. Ia selalu ingin mendapat sesuatu yang lebih secara terus menerus dan berusaha menepis semua perasaan menyakitkan lalu memilih lari dari hal yang dianggapnya sebuah beban.

2. Konsumtif

Ciri lain yang dimiliki oleh orang hedonisme adalah berperilaku konsumtif. Ia akan berbelanja sesuai sesuai dengan keinginan, bukan kebutuhan sehingga membentuk gaya hidup yang boros. Orang hedon tidak membuat skala prioritas yang harus dipenuhi dalam hidupnya.

Oleh karena itu, ia tidak memiliki tabungan maupun investasi. Hedonisme juga sering dihubungkan dengan materialisme, sebuah kondisi dimana seseorang menganggap pengalaman dan barang-barang sebagai sumber kepuasan yang mendatangkan kebahagiaan.

Orang yang bergaya hidup seperti ini selalu merasa kurang puas terhadap apa yang sudah dimilikinya. Alhasil, ia cenderung akan terus mencari lebih banyak kepuasan dan kenikmatan melalui konsumsi, termasuk membeli segala sesuatu yang tidak penting namun dianggap menyenangkan.

Baca Juga  Kepribadian Introvert: Pengertian, Tipe, dan Karakternya

3. Sombong

Orang hedon sebagian besar memiliki sifat yang sombong. Hal ini disebabkan karena ia menilai orang lain berdasarkan penampilan fisik dan hartanya. Hidup mewah serta kesenangan yang dimiliki membuat ia merasa jauh lebih baik dan hebat dibandingkan orang lain.

Umumnya, hedonisme membuat seseorang menjadi mudah menganggap rendah orang-orang yang berbeda kasta dengan mereka. Kebahagiaan selalu diukur berdasarkan hal-hal yang dimiliki dan bisa ditunjukkan dan berpikir orang yang tidak sama dengan dirinya berarti kurang bahagia.

4. Pilih-Pilih Teman

Selektif dalam memilih teman memang termasuk hal yang harus dilakukan. Setiap orang punya hak untuk membatasi pertemanan yang kira-kira membawa pengaruh buruk atau merugikan. Akan tetapi, orang hedon justru mengartikan hal tersebut dan justru mengotak-ngotakkan lingkup pertemanan.

Teman yang dipilih orang hedonisme adalah individu atau kelompok yang setara dengan dirinya. Ia hanya berteman dengan orang yang sepaham dan memberikan keuntungan. Jika orang lain tidak memiliki materi yang sama, maka orang tersebut tidak akan dimasukkan dalam circle pertemanan.

Bukan hanya orang tidak mampu yang tidak ditemani, namun orang yang kaya yang tidak suka berfoya-foya pun tidak akan disukai oleh orang hedon. Jadi, syarat untuk berteman dengan mereka adalah memiliki kekayaaan, paham, serta gaya hidup yang sama.

5. Egois

Hedonisme juga membentuk sifat yang egois. Orang-orang hedon cenderung lebih mengutamakan kepentingannya sendiri tanpa mau pusing dengan kepentingan orang lain. Bahkan, disaat terlibat dalam kerja sama, orang hedon biasanya menganggap pendapatnya yang paling benar.

Ia tidak peduli jika dalam memperjuangkan kebahagiaannya harus membuat orang lain menderita atau tidak merasa senang. Hal yang ada dalam pikiran orang hedon adalah kebahagiaan diri sendiri yang harus tercapai, entah bagaimanapun caranya.

6. Menyukai Kemewahan

Gaya hidup hedonisme membuat orang-orang menjadi gila kemewahan dan terlarut dalam gemerlap dunia.  Dalam hal ini, orang hedon terbagi dalam 2 jenis, yaitu orang yang benar-benar mampu secara finansial dan orang-orang yang tidak mampu namun memilih untuk memaksakan kehendak.

Ia rela melakukan apa saja demi mewujudkan standar hidup ideal yang diinginkan. Jenis hedon yang kedua ini tergolong cukup ekstrim karena akan menghalalkan segala cara demi merasa bahagia, versi dirinya. Misalnya berhutang atau menggadaikan aset demi memenuhi gaya hidup mewah.

7. Cenderung Anti Sosial

Selektif dalam memilih teman membuat orang-orang hedong menjadi lebih tertutup. Ia hanya akan peduli pada diri sendiri maupun teman yang satu lingkup dengannya. Adapun masyarakat yang ada di lingkungan sosial tidak akan diperhatikan karena dianggap tidak memberikan kebahagiaan.

Oleh karena itu, orang hedon memilih untuk jarang berinteraksi dengan orang lain yang tidak setara dengannya. Ia hanya berfokus mencari kebahagiaan dan melibatkan orang-orang yang mencari hal yang sama dan mampu saling berbagi tujuan.

Baca Juga: Kiyowo Artinya Lucu dalam Bahasa Korea? Ini Makna Sebenarnya!

Penyebab Gaya Hidup Hedon

Penyebab Gaya Hidup Hedon

Perilaku hidup hedon yang hanya memikirkan kebahagiaan tidak muncul begitu saja. Akan tetapi, sifat tersebut disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal yang mendukung. Nah, adapun faktor penyebab gaya hidup hedonisme adalah sebagai berikut.

1. Diri Sendiri (Faktor Internal)

Hedonisme dapat disebabkan oleh faktor internal yaitu dari dalam diri sendiri. Faktor tersebut berupa kepribadian, sikap, persepsi, pengamatan, motif, serta pengalaman. Orang hedon selalu merasa perlu memenuhi semua keinginannya agar mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik dan bahagia.

Baca Juga  Arti Qodarullah dan Lafadznya: Makna, Hukum & Penggunaannya

Ketidakpuasan yang muncul dari dalam diri membuat ia susah untuk mengontrol sikap dan akhirnya terjerumus dalam gaya hidup hedon. Ia memiliki standar hidup yang diidam-idamkan dan harus dicapai entah dengan cara apapun.

2. Keluarga

Hedonisme juga dapat muncul karena pola asuh dari keluarga. Orang-orang yang tumbuh dalam keluarga yang serta mewah selalu dimanjakan dengan fasilitas cenderung bersikap hedon. Ia merasa segala sesuatu akan lebih mudah dan membahagiakan dengan adanya uang.

Keluarga yang membiasakan anak untuk membeli apapun yang diinginkannya membuat sifat hedon menjadi muncul dan akan selalu ingin seperti itu. Ia akan merasa kebahagiaan itu harus diraih dan dicari dengan cara yang sama seperti yang diberikan oleh orang tua.

3. Lingkungan Sosial

Faktor eksternal yang mendukung perilaku hedonisme adalah lingkungan sosial. Hal ini terjadi karena seseorang yang sering bergaul dengan orang-orang yang memiliki sifat hedonisme mampu mempengaruhi orang lain. Alhasil, keinginan untuk menjadi sama pun akan muncul.

Apalagi di era sekarang ini, gaya hidup hedonisme sering dipertontonkan dan lebih mudah diterima masyarakat. Orang-orang pun akhirnya terpengaruh dan menjadi ingin mengikuti tren demi memenuhi ekspektasi sosial yang sudah berkembang pesat di masyarakat.

Dampak Hedonisme

Dampak Hedonisme

Meskipun mendapatkan kesenangan atau kebahagiaan yang diimpikan, namun sifat hedonisme dapat mendatangkan dampak negatif. Hal ini disebabkan karena hal tersebut terjadi secara terus-menerus secara berkelanjutan yang mempengaruhi finansial, kesehatan, maupun lingkungan sekitar.

1. Finansial Tidak Jelas

Memenuhi gaya hidup hedonisme secara berlebihan akan mendatangkan masalah keuangan yang besar. Pengeluaran yang tidak terkontrol membuat seseorang akan kehilangan uang dalam jumlah yang banyak setiap waktu tanpa memikirkan kebutuhan yang akan datang.

Orang hedon tidak akan akan memiliki orientasi keuangan yang jelas. Ia terus mengeluarkan uang tanpa memperhatikan aspek prioritas terkait penting dan tidak pentingnya. Jika dilakukan dalam waktu panjang, maka akan membuat struktur finansial menjadi tidak jelas.

Bahkan, jika mendapatkan uang akan langsung dihabiskan saat itu juga demi kesenangan sementara, Tidak ada yang disisihkan untuk dana darurat maupun investasi untuk masa depan. Alhasil, orang hedon tidak akan memiliki perencanaan keuangan jangka panjang.

2. Memicu Depresi

Kebiasaan orang hedonisme adalah berbelanja secara berlebihan, baik makanan, pakaian, minuman, dan lain-lain. Oleh karena itu, ia cenderung makan maupun minum dalam jumlah yang banyak tanpa memperhatikan bahwa hal tersebut dapat merugikan kesehatannya.

Orang hedon tidak akan kehabisan cara untuk memenuhi kebutuhannya, termasuk mengambil hutang. Dengan kebiasaan yang hanya bersenang-senang, membuat pemasukan dan pengeluaran menjadi tidak seimbang. Nah, utang yang diambil sebelumnya pun menjadi tidak bisa dibayar.

Jika terjadi demikian, orang hedon akan menjadi depresi karena tidak bisa lagi memenuhi keinginan demi mencapai standar hidupnya. Kebahagiaan yang diletakkan pada materi dan benda membuat hidupnya menjadi sia-sia jika kehilangan hal tersebut.

3. Degradasi Lingkungan

Penurunan kualitas lingkungan (degradasi) dapat terjadi dengan cepat jika dirusak oleh manusia yang berperilaku hedonisme. Hal ini dapat dilihat pada kurang bijaknya dalam memperlakukan alam, seperti menggunakan air berlebihan dan membeli barang yang terbuat dari plastik dalam jumlah banyak.

Segala hal yang dilakukannya secara tidak langsung memperburuk kondisi lingkungan yang seharusnya dijaga oleh manusia. Meskipun demikian, degradasi lingkungan tidak hanya disebabkan oleh manusia saja, tapi juga karena faktor alam seperti gempa bumi, banjir, maupun gunung meletus.

Baca Juga: Persepsi Adalah: Pengertian, Jenis, Faktor Dan Contohnya

Cara Mengatasi Hedonisme

Cara Mengatasi Hedonisme

Hedonisme tidak akan selamanya di dalam diri seseorang jika ia menyadari dan berniat untuk mengubahnya. Jika Anda sudah mulai terkena dampak dari sifat hedon, maka dapat melakukan beberapa cara untuk keluar dari permasalahan tersebut, dengan cara:

Baca Juga  Tabel Perkalian Anak 1-10 Lengkap dengan Cara Hapalnya

1. Menentukan Tujuan Hidup

Setiap orang dapat selalu menentukan ulang tujuan hidup tanpa harus merasa tertinggal. Cara pertama yang harus dilakukan untuk mengatasi hedonisme adalah menentukan tujuan hidup kembali yang dianggap memberikan kebahagiaan dalam lingkup jangka panjang.

Anda dapat berfokus pada hidup sekarang dan memulai semuanya dari awal. Tinggalkan hal-hal yang sifatnya sangat material atau menghabiskan banyak uang tanpa tujuan yang jelas. Ubah pola pikir yang tadinya konsumtif menjadi jauh lebih produktif dalam berbagai hal.

2. Hindari Kegiatan yang Tidak Bermanfaat

Seperti yang diketahui bahwa hedonisme memiliki hubungan yang sangat erat dengan kesenangan duniawi. Akan tetapi, tidak semua kesenangan tersebut memberikan dampak yang baik dalam kehidupan, bahkan banyak yang justru merugikan.

Oleh karena itu, cobalah untuk memilih kegiatan yang jauh lebih bermanfaat namun tetap mendatangkan kebahagiaan di dalam diri. Misalnya, membeli barang secukupnya yang nantinya benar-benar digunakan tanpa harus dibuang karena berlebih atau disimpan tanpa dihiraukan.

3. Cari Kebahagiaan Dalam Hal yang Sederhana

Hidup mewah memang sangat menyenangkan bagi semua orang. Akan tetapi, kebahagiaan tidak harus datang dari hal-hal yang sifatnya mewah. Anda dapat mengatasi sifat hedon dengan mencari hal-hal sederhana yang ternyata dapat membuat hati bahagia.

Misalnya, berinteraksi dengan keluarga atau orang-orang terdekat, berolahraga, membaca buku, membantu orang lain, atau berkebun. Anda dapat mencoba satu per satu kegiatan yang menarik sekaligus membuat pikiran jauh dari sifat hedonisme.

4. Minta Dukungan Orang Terdekat

Lepas dari sifat hedon bukanlah hal yang mudah. Hal ini disebabkan karena kebiasaan yang sudah dijalani dalam lama sehingga membuat orang-orang menjadi sulit untuk mengubah hal tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan orang-orang terdekat seperti teman, pasangan, maupun orang tua.

Anda dapat menyampaikan keinginan untuk berubah menjadi lebih baik dan meninggalkan hal-hal yang berhubungan dengan hedonisme. Nasihat dan dukungan orang terdekat akan sangat membantu bahkan dapat membuat perubahan sifat Anda terjadi lebih cepat.

5. Cari Bantuan Profesional

Hal selanjutnya yang dapat dilakukan jika sulit terlepas dari gaya hidup hedonisme yaitu mencari bantuan profesional. Anda dapat mendatangi seorang psikolog maupun konselor yang dapat membantu mengubah pola pikir untuk meninggalkan keinginan konsumsi yang berlebihan.

Cara ini tentu membutuhkan pengeluaran atau biaya untuk membayar jasa profesional tersebut. Akan tetapi, dapat menjadi solusi paling efektif karena psikolog maupun konselor sudah berpengalaman dalam menghadapi masalah mental seseorang, termasuk sifat hedon.

6. Ubah Lingkup Pertemanan

Lingkungan menjadi salah satu yang paling berkontribusi terhadap kepribadian seseorang. Jika Anda merasa bahwa lingkup pertemanan yang dimiliki saat itu membuat sifat foya-foya muncul, maka jangan ragu untuk menarik diri dan keluar dari kelompok tersebut.

Anda dapat menyampaikan dengan baik-baik kepada teman-teman jika ingin meninggalkan hal-hal yang berhubungan dengan hedon. Setelah itu, temukan kembali lingkungan baru dimana orang-orangnya lebih bijak dalam memperlakukan uang.

7. Buat Rencana Keuangan

Sebagai bagian dari upaya meninggalkan sifat hedonisme, Anda dapat memulai untuk membuat rencana keuangan. Tentukan skala prioritas yang harus dipenuhi dalam jangka pendek maupun panjang. Dengan begitu, pengeluaran akan lebih terkontrol dan memiliki tujuan yang jelas.

Setiap aktivitas atau kebutuhan yang dikeluarkan pun harus dicatat dengan benar. Setelah itu, Anda dapat mengecek bagian mana yang masih boros atau kurang dana. Jika sudah mencapai target tentu, Anda dapat memberikan self-reward dengan biaya seperlunya.

Hindari memberikan hadiah atas keberhasilan menjauhi hedonisme dengan membeli barang-barang mewah kembali. Pastikan Anda tetap menjalankan hidup hemat dan mengatur keuangan dengan baik.

Hedonisme adalah gaya hidup yang kurang baik dimana seseorang terobsesi untuk meraih kebahagiaan dengan mengeluarkan uang yang banyak. Selain itu, orang hedon juga sangat menghindari rasa sakit serta menghalalkan segala cara demi mencapai standar hidup.

Aktifkan notifikasi untuk berita dan artikel terbaru kami di Google News iuwashplus.or.id

Jangan sampai ketinggalan informasi terkini seputar teknologi dan tutorial terbaru dari Iuwashplus.or.id:

DMCA.com Protection Status