English Indonesia

Tangki Septik Komunal, Opsi untuk Daerah Kecil dan Padat Penduduk

Tangki Septik Bersama, Opsi untuk Daerah Kecil dan Padat Penduduk

Magelang adalah kota kecil di Provinsi Jawa Tengah yang mengandalkan pariwisata sebagai salah satu pendapatan utamanya.

Namun demikian, banyak keluarga di kota ini yang tidak memiliki akses ke fasilitas sanitasi yang dikelola secara aman dan buang air besar ke sumber air langsung ke tanah atau badan air.

Dari total 41.817 KK di kota Magelang, sebanyak 33.033 KK memiliki akses ke SPALDS dan SPALDT. Sementara itu, sebanyak 7.131 KK hanya memiliki toilet tanpa tangki septik, dan sebanyak 1.653 KK masih melakukan praktik buang air besar sembarangan (SSK Kota Magelang 2017).

Jika situasi ini tidak diperbaiki, lingkungan Kota Magelang dapat tercemar oleh kotoran manusia, sehingga dapat membuat kota ini kurang menarik bagi wisatawan.

Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki toilet dengan tangki septik menjadi kendala bagi masyarakat untuk membangun fasilitas tersebut.

Selain itu, Kepala Divisi Ekonomi dan Infrastruktur Daerah Bappeda Kota Magelang, Iwan Triteny Setyadi, mengatakan bahwa membangun tangki septik individu mungkin menjadi tantangan tersendiri karena populasi Kota Magelang yang besar namun lahannya terbatas.

Untuk mengatasi hambatan geografis ini, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Magelang dengan dukungan dari USAID IUWASH PLUS melalui program LSIC, telah membangun fasilitas tangki septik komunal untuk daerah-daerah padat penduduk.

Teknologi ini dipilih karena tidak membutuhkan banyak ruang. Selain itu, pengoperasion dan pemeliharaan tangki septik komunal bisa lebih sederhana karena setiap fasilitas hanya melayani beberapa rumah, sehingga lebih sedikit orang yang terlibat.

Dari Maret hingga Juli 2018, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Magelang dan USAID IUWASH PLUS telah melakukan pengkajian untuk mengidentifikasi daerah-daerah yang akan menerima bantuan tangki septik komunal dengan mengamati sejumlah kriteria, seperti populasi yang tinggi (beberapa di antaranya termasuk golongan B40) dan masyarakatnya berkomitmen menyediakan lahan untuk memelihara tangki septik bersama.

Dari pengkajian yang dilakukan, 13 kelurahan terpilih untuk mendapatkan tangki septik bersama.

Dari Agustus 2018 hingga Februari 2019, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Magelang dan USAID IUWASH PLUS telah membangun dua purwarupa tangki septik komunal dengan kapasitas dua hingga sepuluh rumah di dua kelurahan untuk mengkaji proses konstruksi yang tepat, termasuk biaya dan jadwalnya.

Setelah mengetahui proses konstruksi yang tepat, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Magelang dan USAID IUWASH PLUS membangun 18 fasilitas tangki septik komunal di 11 kelurahan lain pada akhir Februari 2019.

Selain itu, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman juga menyediakan jamban untuk rumah-rumah yang tidak memiliki fasilitas tersebut. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Magelang dan USAID IUWASH PLUS juga telah membentuk kelompok pengguna dan pemelihara dan melatihnya untuk memelihara fasilitas tersebut.

Pada Agustus 2019, sebanyak 160 KK dari total 20 tangki septik komunal di 13 kelurahan telah terhubung ke fasilitas tangki septik bersama, termasuk keluarga Bapak Slamet.

“Terima kasih, berkat pemerintah kota, hidup sekarang jadi lebih nyaman. Saya dan istri saya tidak lagi harus pergi mendaki untuk menuju toilet umum,” ujar Slamet.

Kepala Bappeda Kota Magelang, Joko Suparno mengatakan, “Pemerintah Kota Magelang berkomitmen untuk mereplikasikan tangki septik bersama ke daerah-daerah lain”.

Pemerintah juga akan berbagi pelajaran yang dipetik dari pembangunan tangki septik komunal dengan daerah-daerah lain di Jawa Tengah yang didukung program USAID IUWASH PLUS, dengan harapan akan ada lebih banyak lagi kota yang mengikuti langkah Kota Magelang.

Available in enEnglish (English)

Mitra