English Indonesia
Senin, 5 Agustus 2019

Pemerintah Salatiga Meresmikan Layanan Lumpur Tinja

Pemerintah Salatiga Meresmikan Layanan Lumpur Tinja

Pemerintah Kota Salatiga dengan dukungan dari USAID IUWASH PLUS menyelenggarakan upacara peresmian program layanan lumpur tinja di rumah Walikota Salatiga pada tanggal 23 Juli 2019.

Hadir pada acara tersebut Walikota Salatiga, Yuliyanto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah, FORKOMPIDA (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah), Kepala Kecamatan dan Kepala Kelurahan di Salatiga, serta Direktur Lingkungan USAID Indonesia, Mathew Burton, dan Chief of Party USAID IUWASH PLUS. Salatiga menjadi kota kedua dari lima kota dampingan USAID IUWASH PLUS di Jawa Tengah yang telah memiliki layanan lumpur tinja setelah Surakarta.

“Dengan adanya program ini, diharapkan dapat mengendalikan pembuangan air limbah domestik, melindungi kualitas sumber air, air tanah, dan air permukaan, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat” ujar Walikota Salatiga, Yuliyanto.

Sebelum diresmikannya layanan ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Salatiga, dengan dampingan USAID IUWASH PLUS, telah melakukan beberapa langkah penting dalam pembentukan UPTD IPALD—sebuah unit kerja pemerintah lokal yang menangani limbah air domestik, MISS SANTUN ( pengembangan sistem manajemen informasi, pengembangan database pelanggan serta identifikasi masyarakat yang berpotensi menjadi pelanggan, pembuatan SOP (Standard Operation Procedure) untuk layanan lumpur tinja, penyusunan regulasi daerah terkait pengelohan air limbah rumah tangga, dan mengadakan sosialisasi terkait layanan lumpur tinja pada semua pemangku kepentingan di kecamatan dan kelurahan yang bersangkutan.

Hingga saat ini, lebih dari 1,000 rumah tangga sudah terdaftar pada MISS SANTUN dan diharapkan mencapai 1,800 pelanggan pada akhir tahun 2019. Semua pelanggan akan mendapatkan layanan lumpur tinja pada tahun ini dan tahun depan, 2020. Kedepannya, pemerintah setempat berencana untuk mengekspansi layanan untuk menjangkau lebih dari 50,000 rumah tangga, 7 sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat (SPALDT), dan 19 sistem pengelolaan air limbah domestik setempat (SPALDS).

“Saya berharap program ini dapat berjalan dengan lancar dan berkelanjutan, sesuai dengan harapan kita bersama,” ujar Yuliyanto.

Untuk mendukung program ini, UPTD IPALD memiliki rencana untuk membangun sistem pengolahan limbah dengan kapasitas 100m3 dan akan melakukan uji kelayakan pada tahun 2019 ini. UPTD IPALD juga berencana untuk membeli 2 truk limbah menggunakan APBD tahun 2020, mengoptimalkan kinerja sistem pengolahan limbah saat ini dengan menggunakan anggaran provinsi tahun 2020, serta mempromosikan layanan lumpur tinja pada masyarakat luas.

Available in enEnglish (English)

Mitra