English Indonesia
Senin, 18 Februari 2019

BPR dan Koperasi Diskusikan Rancangan Alat Pengembangan Skema Pembiayaan Mikro WASH

BPR dan Koperasi Diskusikan Rancangan Alat Pengembangan Skema Pembiayaan Mikro WASH

Kamis (14/02/2019), dua puluh orang yang mewakili sejumlah lembaga keuangan mikro (LKM) mengikuti diskusi kelompok terbatas (FGD) tentang rancangan alat untuk mengembangkan pembiayaan mikro untuk sektor WASH.

Acara ini diselenggarakan oleh USAID IUWASH PLUS di Hotel Grandhika, Jakarta.

Para peserta tersebut mewakili lima koperasi di Tangerang, Bogor, Makassar, tiga BPR di Jakarta dan Bandung, dan Bank Magelang. Hampir semua LKM ini telah mempunyai skema pembiayaan mikro untuk WASH.

FGD ini diselenggarakan sebagai bagian dari proses pembuatan alat untuk mengembangkan skema pembiayaan mikro di sektor WASH yang saat ini sedang dikerjakan oleh USAID IUWASH PLUS. Acara ini bertujuan mengumpulkan masukan dari peserta terhadap alat tersebut.

Selama FGD ini berlangsung, para peserta belajar bahwa alat untuk mengembangkan skema pembiayaan mikro untuk sektor WASH yang dirancang oleh USAID IUWASH PLUS tersebut terdiri dari empat buku. Buku pertama berisi tentang informasi mengapa sektor WASH perlu pembiayaan mikro. Buku kedua berisi cara membuat skema pembiayaan mikro untuk WASH. Buku ketiga menjelaskan sarana WASH yang akan dibiayai melalui skema pembiayaan mikro. Terakhir, buku keempat berfokus pada cara mempromosikan skema tersebut secara efisien.

Selain itu, para peserta juga menjelaskan motivasi dan pengalaman mereka ketika mengembangkan dan menjalankan skema pembiayaan mikro untuk WASH. Alfarisi, staf Komida Bogor, menjelaskan bahwa lembaganya mengeluarkan skema pembiayaan mikro untuk WASH untuk memenuhi kebutuhan anggotanya.

Selain itu, Kopsyah BMI di Tangerang juga menjelaskan bahwa koperasi tersebut menggunakan data sekunder dan survei calon penerima manfaat ketika menentukan pasar. Koperasi ini juga menggunakan promosi tertarget. Peserta dari BPR juga menjelaskan bahwa mereka perlu mendapatkan persetujuan dari OJK untuk produk yang mereka kembangkan, termasuk kredit WASH, sebelum BPR mengenalkannya ke pasar.

Disamping berbagi pengalaman, para peserta juga memberikan sejumlah masukan terhadap pembuatan alat untuk mengembangkan skema pembiayaan mikro untuk sektor WASH. Masukan tersebut antara lain, memasukkan informasi tentang WASH dan contoh pesan promosi karena LKM  memerlukan informasi ini untuk menentukan dan mempromosikan produk mereka.

Para peserta juga menyarankan untuk menggunakan pertimbangan keuangan dan sosial untuk mendorong LKM membuat skema pembiayaan mikro untuk sektor WASH.

Sebagai tindak lanjut, USAID IUWASH PLUS akan menggunakan masukan dari peserta untuk menyelesaikan rancangan alat pengembangan skema pembiayaan mikro untuk sektor WASH. Jika sudah selesai, USAID IUWASH PLUS akan mengujicobakan alat tersebut di beberapa LKM.

Ke depan, alat ini diharapkan dapat membantu LKM  membuat skema pembiayaan mikro untuk sektor WASH.

“Saya harap alat yang sedang dikembangkan USAID IUWASH PLUS ini akan sesuai dengan produk dan fitur LKM,” harap Ria Pratiwi, staf BPRS HIK.

Available in enEnglish (English)

Mitra