English Indonesia
Kamis, 16 Agustus 2018

Pelatihan Promosi WASH Perkotaan yang Responsif Gender untuk Fasilitator Lapangan KOTAKU

Pelatihan Promosi WASH Perkotaan yang Responsif Gender untuk Fasilitator Lapangan KOTAKU

Tanggal 6-8 Agustus 2018, USAID IUWASH PLUS melakukan pelatihan promosi WASH (air, sanitasi, dan perilaku higiene) perkotaan yang responsif gender bagi KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) di Kota Ternate. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan fasilitator lapangan KOTAKU tentang prinsip-prinsip responsif gender dalam promosi WASH perkotaan.

Pelatihan 3 hari ini dilakukan sebagai bagian dari bantuan teknis USAID IUWASH PLUS kepada KOTAKU (program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menangani kawasan kumuh perkotaan dan mencapai target 100-0-100). Tiga puluh satu fasilitator lapangan KOTAKU berpartisipasi dalam pelatihan promosi WASH perkotaan yang responsif gender ini. Pelatihan ini diselenggarakan untuk pertama kalinya bagi fasilitator lapangan KOTAKU di kota Ternate dan Tidore. Mereka antusias belajar tentang berbagai topik terkait WASH dan prinsip-prinsip gender, seperti peran gender dalam air dan sanitasi, pengarusutamaan gender dalam promosi WASH perkotaan, peraturan WASH dan alternatif skema pembiayaannya, konsep air minum aman dan sanitasi aman, serta studi kasus promosi WASH di tingkat rumah tangga dan masyarakat.

“Pelatihan ini membantu kami melaksanakan kegiatan kami lebih baik. Saya harap kolaborasi dengan USAID IUWASH PLUS berlanjut setelah pelatihan ini,” Fitriyanti Selang, Kordinator KOTAKU Kota Ternate mengungkapkan kesannya terhadap pelatihan ini. Serupa dengan Fitriyanti, Sanaji Guru Sangaji, Asisten Kota Mandiri, Kota Tidore mengatakan bahwa pelatihan ini meningkatkan pengetahuan teknisnya tentang air dan sanitasi, dan memberikannya kesempatan untuk bertemu dengan orang baru yang bekerja di bidang yang sama.

Setelah mengikuti pelatihan promosi WASH perkotaan yang responsif gender, peserta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuannya tentang prinsip-prinsip responsif gender dalam promosi WASH perkotaan. Mereka juga diharapkan mampu membuat rencana promosi WASH perkotaan yang responsif gender dan melaksanakannya di tingkat masyarakat. Selain itu, peserta juga diharapkan mampu mengarahkan masyarakat di daerah yang menerima BDI (Bantuan Dana Investasi/program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk meningkatkan kualitas infrastruktur di desa dan kelurahan), dan daerah dampingan USAID IUWASH PLUS untuk memasukkan prinsip-prinsip responsif gender ke dalam rencana kerja masyarakat untuk menyelesaikan isu WASH. Rencana kerja masyarakat ini akan dibuat setelah promosi WASH dilakukan.

Setelah pelatihan ini, USAID IUWASH PLUS akan terus mendukung KOTAKU untuk menerapkan prinsip-prinsip responsif gender ke dalam program mereka, termasuk promosi WASH dan pembangunan infrastruktur.

Fajri dan Nurlia, fasilitator dari Ternate menjelaskan contoh rencana kerja masyarakat yang mengadopsi prinsip-prinsip responsif gender.

 

Available in enEnglish (English)

Mitra