Home » Pendidikan » 12 Contoh Alat Musik Ritmis, Penjelasan dan Cara Memainkannya

12 Contoh Alat Musik Ritmis, Penjelasan dan Cara Memainkannya

Iuwashplus.or.id Bagi sebagian orang, musik adalah hal yang menyenangkan sekaligus menjadi hiburan di saat sepi. Untuk menciptakan musik, dibutuhkan alat musik ritmis yang dapat menghasilkan nada yang indah. Terdapat banyak contoh alat musik ritmis yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Kemampuan bermusik tidak dimiliki oleh semua orang, tetapi khusus untuk orang-orang tertentu saja. Ketertarikan dan kemampuan bermusik harus diasah agar bisa berkembang dengan baik. Oleh karena itu, banyak yang memilih untuk mengikuti kursus maupun belajar sendiri di rumah.

Musik yang terdengar dengan indah berasal dari alat yang dimainkan oleh pemusik. Alat-alat tersebut diantaranya seperti gendang, gong, tifa, cajon, marakas, tamborin, drum, dan lain sebagainya. Cara memainkannya pun berbeda-beda, ada yang dipukul, dipetik, digesek, atau ditiup.

Mengenal Alat Musik Ritmis

Mengenal Alat Musik Ritmis

Secara umum, alat musik ritmis merujuk pada alat musik yang dapat mengatur irama atau ritme saat bermain musik. Alat musik ini juga berfungsi untuk menghasilkan ketukan dan birama yang berbeda dengan alat musik melodis yang hanya bisa menghasilkan nada.

Alat musik ritmis memiliki bentuk yang simpel (sederhana). Hal ini ditandai dengan tidak banyaknya tombol yang digunakan untuk mengatur nada. Umumnya, alat musik ini dimainkan dengan cara digerakkan atau dipukul agar dapat menghasilkan suara yang sederhana.

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membunyikan alat musik ritmis. Mulai dari memukul dengan stik atau tangan, digerakkan, maupun digoyang-goyangkan. Alat musik ini juga digunakan sebagai pelengkap alat musik melodis untuk menciptakan instrumen musik yang harmonis.

Berita terkait: 15 Daftar Aplikasi Youtube MP3 Terbaik yang Bisa Kalian Pilih

Contoh Alat Musik Ritmis Beserta Cara Memainkannya

Contoh Alat Musik Ritmis Beserta Cara Memainkannya

Sebelum belajar memainkan alat musik ritmis, terlebih dahulu Anda harus mengenal contoh-contohnya. Alat musik ini dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan waktu penemuannya, yaitu tradisional dan modern. Nah, berikut ini terdapat beberapa contoh dari alat musik ritmis yang wajib Anda ketahui.

1. Tifa: Alat Musik Ritmis Dari Papua

Tifa: Alat Musik Ritmis Dari Papua

Tifa merupakan jenis alat musik tradisional yang berasal dari Papua. Alat musik ini memiliki bentuk silinder dimana bagian ujungnya dilapisi kulit binatang dan bagian tengahnya dibiarkan kosong. Kulit binatang yang biasanya digunakan untuk ujung tifa adalah kerbau, rusa, kayu, atau kambing.

Penggunaan kulit rusa pada tifa disebabkan karena hewan tersebut termasuk dalam salah satu hasil buruan masyarakat Papua pada zaman dulu. Adapun kayu yang digunakan merupakan kayu khusus yang diambil dari hutan tempat masyarakat adat tinggal.

Tifa biasanya dimainkan saat masyarakat Papua melaksanakan upacara adat atau acara tertentu sebagai instrumen pengiring tarian pedang. Selain itu, alat musik ritmis ini juga dibunyikan saat mengiringi tarian penyambutan tamu-tamu penting dan berbagai jenis tarian lain.

Selain Papua, tifa juga banyak ditemukan di Maluku dengan bentuk yang sedikit berbeda. Jika tifa Papua dilengkapi dengan tali untuk pegangan, maka tifa Maluku tidak memiliki tali. Meskipun demikian, cara memainkan alat musik ritmis ini tetap sama, yaitu ditabuh atau dipukul.

2. Cajon

Cajon

Salah satu contoh alat musik ritmis yang umum digunakan adalah cajon. Alat musik ini berbentuk kotak yang terbuat dari triplek atau kayu dan bagian belakangnya terdapat lubang. Cajon biasanya digunakan sebagai pengganti drum untuk mengiringi nyanyian akustik.

Baca Juga  Mengenal Nyamuk Serta Cara Mengusir Nyamuk Dengan Alami

Cara menggunakan alat musik ini yaitu duduk di bagian atasnya lalu memukul bagian depan dengan tangan secara langsung. Berdasarkan sejarah, cajon dulu digunakan oleh masyarakat Afrika yang hidup di Amerika Tengah. Kemudian berkembang ke pesisir Peru sebagai instrumen pengiring musik

Dibandingkan drum, cajon lebih banyak digunakan saat tampil di panggung yang kecil. Hal ini disebabkan karena ukurannya yang kecil, ringan, dan praktis untuk dibawa kemana-mana. Bunyi cajon pun tidak kalah bagus dari drum sehingga cocok untuk berbagai jenis lagu.

Untuk memainkan alat musik ini, dibutuhkan keahlian tersendiri agar setiap pukulan dapat menghasilkan suara yang bagus dan masuk dalam irama musik. Akan tetapi, pemain drum umumnya lebih mudah belajar cajon karena pukulannya memiliki irama yang tidak terlalu berbeda.

3. Gong

Gong

Alat musik ritmis yang sering digunakan saat pertunjukan kesenian melayu adalah Gong. Alat musik ini berbentuk bulat seperti piringan dan terbuat dari bahan logam. Pada bagian belakang gong sengaja dikeruk hingga menjadi tipis untuk menghasilkan nada yang nyaring.

Selain itu, gong juga berfungsi sebagai salah satu instrumen gamelan Jawa yang digunakan untuk mengiringi pagelaran seni maupun tanda berkumpul untuk orang-orang sekitar. Cara memainkan alat musik ritmis ini adalah dengan cara dipukul menggunakan alat pemukulnya yang dilapisi kain.

Gong dapat diletakkan secara berjajar pada karpet maupun rak atau digantung pada bingkai. Sebelum menjadi musik tradisional, gong sudah digunakan sebagai alat tukar (barter) di negara lain. Alat ini dibuat dengan berbagai ukuran untuk menghasilkan suara atau bunyi yang berbeda-beda.

Untuk permainan melodi, orang-orang biasanya menggunakan gong kecil. Sementara itu, jika ingin membuat suara rendah maka gong harus ditabuh dengan pemukul kayu yang ujungnya sudah dilapisi benang, karet, maupun katun. Jenis-jenis gong adalah kolintang, pencon, dan bonang barung.

4. Gender

Gender adalah salah satu perangkat dalam alat musik Gamelan Bali dan Jawa yang terbuat dari logam. Contoh alat musik ritmis ini memiliki 10-14 bilah kuningan yang masing-masing memiliki nada. Gender digantung pada berkas tepatnya di atas resonator yang dibuat dari seng maupun bambu.

Cara memainkan alat musik ini hampir sama dengan metalofon lainnya, yaitu dipukul menggunakan alat pemukul khusus. Dalam satu set gamelan Jawa, terdiri atas 3 jenis instrumen Gender diantaranya Gender Pelog pathet barang, Gender Slendro, serta Gender Pelog pathet nem dan lima.

Alat musik ritmis ini juga memiliki 8 bagian, yakni Dendhan, Tabuh, Rancakan, Placak, Pluntur, Bumbungan, Bremara/Sindik, dan Wilaahan. Dalam Gamelan, Gender berfungsi untuk menuntun suara dari vokalis atau sindhen. Alat musik ini juga dapat menuntun Rebab saat akan mengambil nada.

Untuk menyelaraskan lagu agar menghasilkan komposisi nada yang harmonis juga membutuhkan Gender. Berdasarkan ukurannya, alat musik ini terbagi menjadi 2, yakni Gender Barung (ukuran kecil) dan Gender Penerus (berukuran lebih besar).

5. Marakas

Pada dasarnya, marakas merupakan alat musik yang berbentuk bulat kecil dan memiliki pegangan. Bagian bulat umumnya diisi dengan biji-bijian atau beras yang akan menghasilkan bunyi saat digoyangkan. Adapun pegangannya dibuat dari kayu yang kokoh dengan panjang sekitar 25 cm.

Dalam bahasa asing, marakas disebut dengan Mbarak’a, Maracax’a, Maracas, dan Maraca’ yang digolongkan sebagai salah satu instrumen perkusi. Sebagian besar wilayah Afrika, Amerika Selatan, serta Karibia memainkan alat musik ritmis ini secara tunggal untuk media penyembuh dalam ritual.

Baca Juga  Jenis, Karakteristik, dan Fakta Unik Ular Piton Yang di Indonesia!

Tidak hanya itu, marakas juga menjadi bagian dari musik charanga, salsa, trova ensemble, rumba, serta cuba. Berdasarkan sejarah, alat musik ini pertama kali digunakan di Amerika Selatan yang dibuat dari labu berongga yang diisi biji-bijian atau manik-manik kemudian dijahit.

Sementara itu, di Indonesia marakas dibuat dengan lebih sederhana yaitu menggunakan botol bekas yang diisi beras atau pasir. Alat musik ini digunakan sebagai instrumen pengiring pagelaran wayang dermuluk oleh masyarakat Betawi. Cara memainkan marakas yaitu dengan digoncangkan.

6. Pandeiro

Contoh alat musik ritmis lainnya yaitu Pandeiro. Alat musik ini sangat populer di Brazil dan dimainkan dengan cara dipegang lalu dipukul untuk menghasilkan suara. Pandeiro memiliki memiliki drum head yang dapat diatur serta rangka logam yang dikenal dengan platinelas.

Alat musik ini menghasilkan nada yang lebih nyaring dan tajam dibandingkan dengan drum biasa. Pola pandeiro bisa dimainkan secara bergantian menggunakan telapak tangan, ujung jari, ibu jari, maupun tumit. Selain itu, alat musik ritmis ini juga dapat diguncang untuk menciptakan suara.

Bentuk pandeiro terlihat hampir sama dengan rebana, dimana pada bagian atasnya terdapat membran dan bagian rangka (body) terdapat tambourine. Alat musik ini sering dimainkan untuk mengiringi capoeira, samba, coco, hingga choro.

7. Kendang

Dalam berbagai acara hiburan di Jawa maupun daerah-daerah lain di Indonesia seringkali menggunakan kendang. Alat musik ritmis ini berbentuk tabung yang mirip dengan pipa. Bahan dasar pembuatan kendang umumnya dari kayu nangka yang ditambah dengan kulit kambing atau kerbau.

Perbedaan penggunaan kulit pada alat musik tersebut juga akan menghasilkan suara yang berbeda. Misalnya, kulit kerbau akan menghasilkan nada tinggi sedangkan kulit kambing nada rendah. Bagian kulit kendang umumnya disebut dengan tabuhan atau tebokan.

Kendang banyak digunakan untuk mengiringi tarian tertentu agar temponya dapat diatur dengan baik. Beberapa tarian yang diiringi alat musik ini diantaranya pencak silat, tari jaipong, penampilan wayang, hingga musik modern seperti dangdut yang merupakan asli Indonesia.

Cara memainkan kendang adalah dengan memukul bagian kulit secara langsung menggunakan telapak tangan. Dalam instrumen gamelan, alat musik ini terdiri atas 2 jenis, yaitu Kendang Indung (ukuran besar) dan Kendang Kulanter (ukuran kecil).

8. Tamborin

Meskipun bunyinya hampir sama dengan marakas, akan tetapi bentuk tamborin sangat berbeda. Contoh alat musik ritmis modern ini memiliki bentuk bulat yang menyerupai bingkai. Di sepanjang bagian pinggirannya, terdapat lubang-lubang kecil yang berisi logam.

Rangka (body) tamborin terbuat dari bahan plastik maupun kayu. Untuk menghasilkan suara, alat musik ini harus digoyang-goyangkan atau dipukul agar lempengan logam yang ada saling bertumbukan satu sama lain. Dengan begitu, akan terdengar bunyi bergemerincing yang cukup nyaring.

Jika dilihat dari sejarahnya, tamborin digunakan pertama kali di Turki oleh pasukan tentara pada masa Kesultanan Ottoman. Akan tetapi, di beberapa negara lain seperti India, Cina, maupun negara-negara Asia Tengah juga memiliki alat musik yang mirip dengan tamborin.

Sementara itu, alat musik ritmis tersebut juga sering dimainkan di Indonesia sebagai instrumen dalam musik dangdut. Umumnya, tamborin diiringi dengan suara drum maupun tabuhan gendang untuk menghasilkan irama musik yang lebih harmonis.

9. Drum

Seiring berjalannya waktu, orang-orang banyak menciptakan alat musik modern yang terinspirasi dari alat musik tradisional. Salah satu contohnya adalah drum yang merupakan modernisasi dari kendang namun dibuat dengan model dan suara yang berbeda.

Bagian luar alat musik ini terbuat dari bahan plastik sintetis. Umumnya, drum tidak hanya berbentuk tunggal, dalam satu pake dengan ukuran dan bentuk yang berbeda-beda. Mulai dari, cymbal, snare, bass, tom-tom, dan lain sebagainya.

Baca Juga  7 Contoh Cerpen Singkat Tentang Pendidikan, Sahabat, Cinta, dll

Cara memainkan drum yaitu dengan memukul bagian permukaannya menggunakan tongkat (stik) yang terbuat dari kayu. Saat ini, drum banyak digunakan untuk mengiringi lagu rock, pop, maupun jenis musik modern lainnya. Akan tetapi, cara memainkan alat musik ini tidak sesederhana kendang.

Drum terdiri dari 2 jenis, yaitu drum akustik serta drum elektrik. Drum akustik dibuat dengan bahan dasar kayu, besi, aluminium, steel, serta akrilik yang transparan. Adapun drum elektrik dibuat dari bahan ‘pad’ dan bunyi tidak terlalu berisik (tergantung pengaturan volume speaker).

10. Triangle

Sejak abad ke-18, terdapat alat musik modern yang mulai digunakan yaitu triangle. Bahan utama alat musik ini adalah logam yang ditempa sedemikian rupa hingga berbentuk segitiga. Dalam hal ini, bentuk segitiga yang dimaksud beragam, seperti sama sisi maupun segitiga sama kaki.

Sebagian triangle juga dibuat dengan sisi terputus pada bagian bawah atau sisi tersambung. Suara yang dihasilkan dari alat musik ini berasal dari badan triangle yang dipukul menggunakan stick khusus dari logam. Orang-orang Eropa zaman dulu memainkan triangle dalam pertunjukan orkestra.

Namun, alat musik ritmis ini masuk ke Indonesia melalui orang-orang Belanda yang berkunjung ke Batavia pada zaman dulu. Hal ini dapat dibuktikan dengan munculnya triangle di masyarakat Betawi sebagai salah satu instrumen musik Keroncong Tugu.

Berbeda dengan alat musik ritmis lainnya, triangle justru tidak memiliki tangga nada. Oleh karena itu, irama yang dihasilkan dari alat musik ini akan menyesuaikan dengan lagu yang dimainkan. Meskipun demikian, triangle juga dapat diatur agar bisa memiliki nada rendah maupun tinggi.

11. Rebana: Alat Musik Ritmis Paling Populer

Baik Indonesia maupun Malaysia, terdapat contoh alat musik ritmis yang cukup populer adalah Rebana. Alat musik ini memiliki bentuk seperti gendang dengan diameter kurang lebih 10 inci dan tinggi sekitar 7 cm. Oleh karena itu, rebana mudah untuk digenggam menggunakan tangan kiri atau kanan.

Bunyi rebana akan terdengar jika bagian utamanya yang terbuat dari kulit kambing ditepuk secara langsung. Namun, terdapat beberapa produsen yang membuat alat musik ini lengkap dengan tamborin. Rebana banyak dimainkan untuk mengiringi musik-musik yang bernuansa Islami.

Selain itu, alat musik ritmis ini juga digunakan untuk mengiringi tari Saman dan Ratoeh Jaroeh yang berasal dari Aceh. Berdasarkan perkembangannya, rebana di Indonesia dibuat dalam beberapa jenis berdasarkan daerah, seperti Rapai (Aceh), Rebana Ubi (Riau), hingga Tambur (Jawa Tengah).

12. Jimbe: Alat Musik Ritmis Dengan Kulit Binatang

Jimbe memiliki bentuk yang hampir sama dengan kendang yaitu terlihat seperti cawan dan bagian dalamnya sengaja dibuat berongga (kosong). Bahan utama yang digunakan untuk membuat alat musik ritmis ini adalah kayu yang dipahat dengan baik menggunakan mesin maupun manual.

Adapun bagian yang ditabuh ditutup dengan kulit binatang yang telah dikeringkan. Akan tetapi, saat ini sudah banyak yang membuat jimbe dari bahan kulit sintetis. Untuk bagian body jimbe, akan diikat dengan seutas tali agar menjadi selaput kulit yang dipasang sebelumnya menjadi lebih kuat.

Tidak hanya itu, untuk menambah nilai estetik, alat musik ini kemudian diberikan ukuran-ukiran yang cantik. Menurus sejarah, jimbe ditemukan pertama kali pada abad ke-12 oleh orang-orang Mali, Afrika. Sebelum menjadi alat musik, jimbe berfungsi sebagai alat komunikasi antar desa.

Itulah kumpulan contoh alat musik ritmis yang banyak digunakan dalam menciptakan irama atau musik yang harmonis. Alat musik tersebut ternyata sudah digunakan sejak zaman dulu di berbagai belahan dunia. Nada yang dihasilkan serta cara memainkannya pun berbeda-beda.

Aktifkan notifikasi untuk berita dan artikel terbaru kami di Google News iuwashplus.or.id

Jangan sampai ketinggalan informasi terkini seputar teknologi dan tutorial terbaru dari Iuwashplus.or.id:

DMCA.com Protection Status