English Indonesia

Wheny Susianti: Perempuan Pejuang Air Minum dan Sanitasi dari Silir

Wheny Susianti: Perempuan Pejuang Air Minum dan Sanitasi dari Silir

Tinggal di Silir, Kelurahan Mojo, Surakarta, Jawa Tengah, berarti bertahan di tengah banyak tantangan. Wheny Susianti yang lahir dan besar di area bekas lokalisasi tersebut merasakannya sejak kecil. Kawasan Silir yang pernah menjadi lokalisasi terbesar di Kota Surakarta tersebut memiliki keterbatasan sarana air minum dan sanitasi. Dulu, hanya ada satu hidran umum dan satu sarana mandi cuci kakus dengan dua bilik untuk seluruh penduduk Kelurahan Mojo. Tak memadainya fasilitas itu membuat banyak warga buang air besar sembarangan di kebun dan bantaran Sungai Bengawan Solo.

Buruknya kualitas air minum dan sanitasi membuat warga Silir sering sakit dan berulang kali harus dirawat di Puskesmas maupun Rumah Sakit. Wheny, yang sehari-hari menjadi juga bekerja sebagai juru parkir di pasar Notohardjo ini, harus merasakan pula repotnya harus mengurusi anak-anaknya yang sakit dan mengeluarkan biaya pengobatan untuk mereka.

Ia bertekad untuk memutus masalah kesehatan lingkungan itu. Saat hamil anaknya yang ketiga pada Juni 2018, Wheny menyambangi Kantor Kelurahan Semanggi untuk menanyakan cara mendapatkan akses air minum. Lurah Semanggi menyarankan Wheny berembuk dengan Drajat, kader kesehatan di Kelurahan Semanggi yang berpengalaman mengelola program air minum dan sanitasi. Dari Drajat, Wheny mendapatkan informasi perlu setidaknya 50 keluarga untuk mengajukan sambungan air.

Meyakinkan banyak tetangga untuk jadi pengaju sambungan tentu bukan hal mudah, apalagi Wheny belum punya cukup bekal. Untungnya, program USAID IUWASH PLUS melaksanakan programnya di RW 3 tempat Wheny tinggal pada 2018.

Dengan dukungan USAID IUWASH PLUS, Wheny dan beberapa tetangganya membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Mojo Waras. USAID IUWASH PLUS mengajari mereka melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi partisipatif, seperti mengumpulkan data, merumuskan masalah, serta memutuskan apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan akses air minum dan sanitasi warga serta bagaimana hal tersebut dilakukan. Wheny dan anggota KSM lainnya pun aktif mengedukasi warga tentang pentingnya akses air minum dan sanitasi aman, serta mendorong berbagai pihak untuk membantu menyediakan akses air minum dan sanitasi aman bagi warga di RW-nya.

Berkat kerja keras KSM Mojo Waras, sedikit demi sedikit masalah akses air minum dan sanitasi warga, mulai terurai. Kini, 106 keluarga yang dulunya bergantung pada hidran umum, telah mendapatkan layanan air minum perpipaan melalui sistem master meter.

Wheny juga mendapat manfaat lain yang menurutnya tidak bisa dihitung dengan materi. “Dulu saya merasa bukan siapa-siapa, suara saya tidak pernah didengarkan pengambil kebijakan. Sekarang saya bisa berdialog setara dengan pemerintah kota, pelaku usaha, dan pelaku pembangunan lainnya. Kondisi Silir juga jadi lebih baik,” tuturnya.
-Edy Triyanto-

Available in enEnglish (English)

Mitra