English Indonesia

Bappenas, Kementerian PUPR, dan Kemitraan USAID-SECO Luncurkan Peta Jalan Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia PDAM

Bappenas, Kementerian PUPR, dan Kemitraan USAID-SECO Luncurkan Peta Jalan Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia PDAM

Sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke-6, Indonesia menargetkan penyediaan layanan air minum aman untuk semua pada tahun 2030. Sayangnya, tidak mungkin bagi Indonesia untuk bisa mencapai tujuan tersebut dengan sumber daya manusia yang dimiliki PDAM saat ini. Pada tahun 2020, Kemitraan USAID-SECO mencatat bahwa dari total 57.866 pegawai PDAM di seluruh Indonesia, hanya 12% yang telah memiliki sertifikasi kompetensi.

Guna mengatasi tantangan tersebut, Bappenas, Kementerian PUPR, dan Kemitraan USAID-SECO bekerja sama menyusun peta jalan yang merinci strategi yang harus dilakukan para pemangku kepentingan sektor air minum selama sepuluh tahun kedepan.

Kemitraan USAID-SECO memfasilitasi pengumpulan data untuk merumuskan peta jalan, termasuk menyebarkan kuesioner ke 250 PDAM di seluruh Indonesia, melakukan wawancara mendalam dengan 14 PDAM, turut serta melakukan kunjungan lapangan ke 4 PDAM, dan menyelenggarakan 3 dikusi kelompok fokus (FGD).

Alhasil, pada 2 Juni 2021, Bappenas, Kementerian PUPR, dan Kemitraan USAID-SECO meluncurkan Peta Jalan Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia PDAM/ BUMD Air Minum di Jakarta. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Direktur Air Minum Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Yudha Mediawan; Direktur Pengembangan Perkotaan, Perumahan, dan Permukiman Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti; serta perwakilan dari beberapa BUMD Air Minum dan lembaga pendidikan/ pelatihan.

Peta jalan tersebut menguraikan tiga strategi untuk mewujudkan air minum aman bagi semua pada tahun 2030, yaitu mengembangkan materi pelatihan, meningkatkan strategi pelatihan, dan memperkuat manajemen lembaga pelatihan. Pada tahun 2030, diperkirakan jumlah pegawai PDAM meningkat hampir 60% mencapai 92.000. Berdasarkan prediksi tersebut, dokumen peta jalan juga menetapkan berbagai target bagi pemangku kepentingan sektor air minum, antara lain meningkatkan kapasitas pelatihan dari total 4.200 menjadi 8.800 peserta per tahun dan mengembangkan peta okupasi beserta skema sertifikasinya untuk setiap posisi. Upaya ini diharapkan dapat menyertifikasi sebanyak 73.600 pegawai atau 80% dari perkiraan 92.000 pegawai PDAM pada tahun 2030.

“Berkat peta jalan ini, kami sekarang memiliki gambaran umum tentang apa yang harus dilakukan di masa depan. Kami berharap peta jalan yang kami luncurkan hari ini dapat menjadi pedoman dalam merumuskan kebijakan teknis terkait,” ujar Direktur Air Minum Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Yudha Mediawan.

Kemitraan USAID-SECO akan ambil bagian dalam pelaksanaan peta jalan dengan (1) merumuskan peta okupasi dan skema sertifikasi untuk PDAM, (2) mengembangkan pedoman pembentukan lembaga pelatihan sesuai dengan Kerangka Mutu Pelatihan Indonesia (KMPI), dan (3) menyusun beberapa modul pelatihan berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Kemitraan USAID-SECO juga akan mendukung Balai Teknologi Air Minum (BTAM) meningkatkan manajemen organisasionalnya dan membantu Akatirta dalam penyusunan peta jalan pendirian akademi sebagai lembaga pendidikan tinggi vokasi.

Available in enEnglish (English)

Mitra