English Indonesia
Senin, 1 Juni 2020

Melindungi Diri dari COVID-19 Dengan Kearifan Lokal

Melindungi Diri dari COVID-19 Dengan Kearifan Lokal

Kedisiplinan masyarakat untuk cuci tangan pakai sabun adalah salah satu kunci melindungi diri dari COVID-19. Terlebih, saat ini Indonesia sedang bersiap menjalani fase tatanan baru untuk beradaptasi dengan COVID-19. Oleh sebab itu, kampanye cuci tangan pakai sabun masih tetap diperlukan agar warga terbiasa dengan praktik ini.

Banyak cerita menarik tentang bagaimana masyarakat mempromosikan cuci tangan pakai sabun.

Di Kabupaten Bantaeng, komunitas lari bernama Bantaeng Runners Community (BRC) yang digawangi oleh Andi Harianto atau yang akrab disapa Anto menggunakan kearifan lokal untuk mengkampanyekan cuci tangan pakai sabun.

Terinspirasi dari Tradisi

Anto dan teman-temannya di BRC membuat ‘barraneng’ mengajak warga sekitar membiasakan cuci tangan pakai sabun karena terinpirasi oleh tradisi masyarakat Bantaeng.

Barraneng atau yang sering disebut dengan ‘gumbang’, ‘bempa’ atau ‘padasang’ oleh masyarakat Bugis Makassar sebenarnya adalah tempayan berisi air yang lazim digunakan oleh warga untuk cuci tangan dan kaki.

‘Barraneng’ biasa ditemukan di depan rumah-rumah warga, sehingga tuan rumah dan tamu dapat membasuh kaki mereka sebelum masuk ke rumah hingga 1990-an.

“Agar cuci tangan pakai sabun menjadi perilaku yang berkelanjutan, perlu ada modifikasi yang bersumber pada akar budaya lokal”, jelas Anto.

Oleh sebab itu, BRC memodifikasi Barreneng dan melengkapinya dengan dengan kran air dan sabun.

Perkakas Rumah Tangga Bekas
Sebelum mengenalkan kembali barraneng, Anto dan anggota BRC sebenarnya membuat sarana cuci tangan pakai sabun dari perkakas rumah tangga bekas.

Menurut Anto, kegiatan pembuatan sarana cuci tangan pakai sabun ini merupakan bentuk partisipasi BRC untuk mencegah COVID-19 semakin meluas dan memberikan contoh perilaku hidup bersih dan sehat bagi masyarakat.

Pada awalnya, BRC membuat dua sarana cuci tangan pakai sabun menggunakan ember atau gallon bekas agar hemat biaya. Sarana tersebut diletakkan di depan rumah Anto, yang merupakan tempat berkumpul anggota BRC.

Upaya BRC ini pun mendapat dukungan dari USAID IUWASH PLUS. Melalui sebuah kolaborasi, USAID IUWASH PLUS menyediakan kran air dan poster serta sticker promosi cuci tangan pakai sabun, sedangkan BRC menyiapkan perkakas bekas.

Hanya dalam waktu seminggu, 17 sarana cuci tangan pakai sabun siap digunakan dan didistribusikan kepada anggota BRC. Sarana tersebut diletakkan di depan rumah masing-masing anggota.

Promosi Sosial Media
Untuk menarik lebih banyak warga, Anto mempromosikan ‘barraneng’ dan kegiatan pembuatan sarana cuci tangan pakai sabun di akun sosial medianya. Ternyata, unggahan Anto mendapat sambutan hangat dari para warganet.

Beberapa warganet membagikan unggahannya. Bahkan, banyak warga yang mengikuti jejak Anto membuat ‘barraneng’. Tidak tanggung-tanggung, Anto pun juga ikut membantu warga yang tidak dapat membuat sarana cuci tangan pakai sabun secara mandiri.

Menjadi Agen Perubahan
Anto mengakui bahwa sebelum COVID-19 mewabah, dirinya kurang peduli dengan cuci tangan pakai sabun. “Saya dulu hanya cuci tangan sekedarnya, kalau tangan terlihat kotor,” ujar Anto.

Namun penyebaran COVID-19 yang cepat ini telah mengubah pandangan dan kebiasaan Anto. Dia yang semula kurang peduli, sekarang menjadi salah satu penggerak perubahan perilaku cuci tangan pakai sabun.

Tidak hanya terbatas cuci tangan pakai sabun, Anto dan anggota BRC juga berkomitmen ikut mempromosikan perilaku hidup bersih dan sehat yang lain, seperti stop BABS dan penggunaan air minum perpipaan, kepada masyarakat.

Untuk itu, USAID IUWASH PLUS memberikan pelatihan online kepada lima anggota BRC dan lembaga lain, seperti Fattayat NU dan Boetta Ilmu, untuk membuat poster perubahan perilaku menggunakan media digital.

“Pesan kebersihan diri dan sanitasi lingkungan sangat baik dan patut disebarluaskan. Kami akan menjadi agen perubahan untuk mempromosikan perubahan perilaku tersebut,” tutup Anto.

Kontributor Andi Harianto/Mashuri Mashar

Available in enEnglish (English)

Mitra