English Indonesia
Selasa, 26 November 2019

Kementerian PUPR Gelar Lokakarya Nasional Pengelola Air Limbah Domestik

Kementerian PUPR Gelar Lokakarya Nasional Pengelola Air Limbah Domestik

USAID IUWASH PLUS mendukung Kementerian PUPR menggelar Lokakarya Pengelola Air Limbah Domestik untuk mendukung para operator meningkatkan kualitas layanannya.
Lokakarya yang bertemakan “Operator Handal Menyediakan Layanan Berkualitas’ ini digelar selama tiga hari pada 20 hingga 22 November, 2019 di Kota Surabaya.

Lokarya ini dihadiri oleh Direktur PPLP, Kementerian PUPR; Direktur Fasilitasi Kelembagaan dan Kepegawaian Perangkat Daerah, Kementerian Dalam Negeri, perwakilan BAPPENAS dan Kementerian PUPR, 84 pengelola air limbah domestik (20 di antaranya mitra USAID IUWASH PLUS), KIAT, UNICEF, USDP, dan FORKALIM.

Direktur PPLP, Kementerian PUPR—Prasetyo, dalam sambutannya, mengatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pelayanan pengolahan air limbah domestik, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Salah satu kunci utama pengelolaan air limbah domestik adalah kualitas pelayanan. Pengelolaan tidak hanya tentang keberadaan infrastruktur, tapi juga menjamin infrastruktur yang dibangun dapat dimanfaatkan dengan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Direktur PPLP, Prasetyo.

Dalam sesi talkshow, empat pengelola air limbah domestik mitra USAID IUWASH PLUS, yaitu UPTD PAL Kota Bogor, UPTD PAL Kota Bekasi, UPTD PAL Kota Malang, dan Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok , berbagi invovasi dan praktik baiknya dalam pengelolaan air limbah domestik kepada para peserta.

UPTD PAL Kota Bogor menjelaskan pencatatan penyedotan lumpur tinja dan UPTD PAL Kota Bekasi yang membahas penerbitan izin operator sedot tinja swasta. Sementara itu, UPTD PAL Kota Malang sistem pembayaran cashless layanan lumpur tinja, dan Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok berbagi tentang komitmen pemda menyediakan IPLT mekanik.

Dalam lokakarya ini, peserta juga mengunjungi IPLT Kabupaten Gresik untuk belajar tentang operasional IPLT dan pengelolaan layanan lumpur tinja.

Beberapa hasil penting dicapai dalam lokakarya ini, antara lain (1) pencapaian SPM harus diprioritaskan; (2) data dasar tangki septik merupakan syarat dasar pelaksanaan SPM; (3) komitmen walikota/bupati dan OPD diperlukan untuk mencapai target dan meningkatkan layanan; (4) diperlukan inovasi dan peningkatan kapasitas institusi.

Sebagai tindak lanjut, USAID IUWASH PLUS akan mendukung pemerintah daerah untuk mengukur target SPM yang telah dicapai dan mengadvokasi walikota/bupati untuk meningkatkan kapasitas operator.

Available in enEnglish (English)

Mitra