English Indonesia
Selasa, 7 Agustus 2018

Percobaan Layanan Sedot Tinja Bagi Anggota Kopsyah BMI

Percobaan Layanan Sedot Tinja Bagi Anggota Kopsyah BMI

Pada 2 Agustus 2018, FORKAMI dan USAID IUWASH PLUS melakukan kegiatan uji coba layanan sedot tinja bagi anggota Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) di Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi pola layanan sedot tinja dan memperkirakan kebutuhan operasionalnya.

Percobaan layanan sedot tinja ini merupakan bagian dari program pengelolaan lumpur tinja, yaitu program Kopsyah BMI untuk menyediakan layanan sedot tinja reguler bagi anggota Kopsyah BMI. Program ini didukung oleh USAID IUWASH PLUS melalui kegiatan LSIC (Local Sustainability and Innovation Component/Komponen Keberlanjutan Lokal dan Inovasi). Melalui kegiatan LSIC ini, FORKAMI (Forum Masyarakat Peduli Kualitas Air, Limbah, dan Lingkungan) dipilih untuk meningkatkan kapasitas Kopsyah BMI dalam mengelola program pengelolaan lumpur tinja, termasuk memfasilitasi Kopsyah BMI untuk bekerja sama dengan UPTD PALD (Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelolaan Air Limbah Domestik) di Kabupaten Tangerang untuk menyediakan layanan sedot tinja. Sebagai bagian dari program ini, FORKAMI menggunakan aplikasi survei berbasis Android yang dikembangkan USAID IUWASH PLUS untuk memetakan anggota Kopsyah BMI dan mengelompokkannya ke dalam titik terdekat dan titik terjauh, yang dihitung berdasarkan jarak antara tangki septik dan jalan raya.

Selama kegiatan percobaan ini, layanan sedot tinja dilakukan di rumah dua anggota Kopsyah BMI, Ibu Ecin dan Ibu Enas, yang juga menggunakan skema pembiayaan mikro tata air dan tata sanitasi Kopsyah BMI untuk membangun jamban, tangki septik, dan kamar mandi di rumah mereka. Ibu Ecin dan Ibu Enas mewakili anggota Kopsyah BMI di titik terdekat dan titik terjauh antara lokasi tangki septik dan jalan utama. Mewakili titik terdekat, tangki septik Ibu Ecin terletak sekitar 15-20 meter dari jalan utama, sedangkan jarak tangki septik Ibu Enas dari jalan raya lebih dari 170 meter. Jarak antara lokasi tangki septik dan jalan utama yang berbeda akan memerlukan truk dan peralatan dengan spesifikasi berbeda.
Setelah percobaan layanan sedot tinja dilakukan, FORKAMI akan membuat Prosedur Operasional Standar (SOP) untuk layanan tinja dan mengembangkan layanan khusus bagi anggota Kopsyah BMI di titik terjauh. Selain itu, UPTD PALD akan menugaskan lebih banyak operator untuk melayani anggota Kopsyah BMI di titik terjauh.

Manajer Kopsyah BMI KCP Sepatan, Kurtubi, sangat mengapresiasi program ini. “Layanan sedot tinja sangat bermanfaat bagi anggota kami yang mengambil skema pembiayaan mikro tata sanitasi. Sebelumnya [sebelum layanan sedot tinja diujicobakan], kami khawatir anggota kami akan mengeluh karena tangki septiknya penuh,” ujarnya.

Kegiatan percobaan layanan sedot tinja ini dihadiri 23 peserta yang mewakili Kopsyah BMI dan mitra, USAID IUWASH PLUS, FORKAMI, dan UPTD PALD.

Operator UPTD PALD berdiskusi tentang alat level meter indicator.

Available in enEnglish (English)

Mitra