Indonesia
Sabtu, 18 Februari 2017

Tanjung Merdeka, Dari Tempat Biasa Menjadi “Permata”

Dulu, tidak sulit untuk menemukan Desa Tanjung Merdeka. Namun sayangnya bukan keindahan dari Tanjung Merdeka yang terletak dengan kota satelit Tanjung Bunga yang membuatnya mudah untuk dikenal, melainkan kekumuhannya.

Makassar, Sulawesi Selatan – Walaupun sama-sama terletak di tepian sungai Jenebarang, Tanjung Bunga dan tanjung Merdeka berbeda sama sekali satu sama lain. Tanjung Bunga yang merupakan kota satelit dari kota Makassar terlihat indah dan modern. Sedangkan desa Tanjung Merdeka justru terlihat kumuh dan kotor. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat di desa tersebut pada masalah sanitasi. Banyak yang masih berpikir bahwa sanitasi bukan merupakan kebutuhan primer sehingga banyak warga yang masih belum memiliki jamban mereka sendiri dan membuang air sembarangan. Tentunya, hal ini berdampak pada kualitas air dari sungai Jenebarang yang terus menurun akibat praktek buang air besar sembarangan oleh warga ke sungai tersebut.

Prihatin dengan kondisi desanya, Muh. Jufri DM, salah satu tokoh masyarakat terkemuka di desa Tanjung Merdeka akhirnya terdorong untuk meningkatkan fasilitas sanitasi di desanya tersebut. Pada akhir tahun 2013 yang lalu, Program Sanitasi Perkotaan Berbasis Masyarakat (SPBM) diperkenalkan di desa Tanjung Merdeka. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Jufri untuk meyakinkan warga desa lainnya untuk turut meningkatkan kualitas sanitasi di desa mereka.

Sayangnya, tidak semua warga masyarakat memiliki antusiasme yang sama dengan Jufri. “Banyak yang menolak untuk turut serta dalam proyek ini karena menurut mereka praktek buang air besar sembarangan bukan perbuatan yang salah dan merupakan perilaku yang sudah ada sejak lama di tengah-tengah masyarakat desa”, cerita Jufri. Hal tersebut hampir membuat Jufri menyerah. Untungnya, IUWASH datang ke Tanjung Merdeka untuk membantu mempromosikan peningkatan sanitasi di desa tersebut.

Dengan bantuan IUWASH, Jufri pun menemui warga desa satu per satu untuk mempromosikan proyek SPBM tersebut. Meskipun begitu, tidak semua yang ditemui langsung menjadi antusias. “Dibutuhkan sekitar satu tahun untuk meyakinkan semua warga desa. Tetapi semua usaha tersebut kini sudah terbayarkan”, Jufri bercerita sambil mengenang.

Kini Tanjung Merdeka sudah memiliki sebuah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal yang telah selesai dibangun pada awal Desember 2014 yang lalu. Hal yang paling membanggakan bagi Jufri dari semua usahanya selama ini adalah fakta bahwa kini semua rumah tangga di Tanjung Merdeka sudah tersambung dengan IPAL Komunal Tanjung Merdeka.

Kini Tanjung Merdeka pun sudah berubah dari desa kumuh menjadi “desa permata”.

Mitra