English Indonesia
Senin, 6 November 2017

Kesepakatan Kemitraan antara Kopsyah Benteng Mikro Indonesia dan Promosi Pembiayaan Mikro di Kabupaten Tangerang

Kesepakatan Kemitraan antara Kopsyah Benteng Mikro Indonesia  dan Promosi Pembiayaan Mikro di Kabupaten Tangerang

USAID IUWASH PLUS dan Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI) menandatangani Kesepakatan Kemitraan pada tanggal 4 September 2017 di Kabupaten Tangerang untuk melaksanakan kegiatan kolaboratif dalam menerapkan program penyediaan air minum dan sanitasi yang dikelola dengan aman untuk mencapai Target Akses Universal 2019 atau yang disebut Target 100 – 0 – 100 dan Target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada tahun 2030. Kesepakatan ini ditandatangani oleh Louis O’Brien, Chief of Party dari USAID IUWASH PLUS dan Kamaruddin Batubara, Direktur Eksekutif BMI. Perjanjian tersebut berlaku untuk tiga (3) tahun dari tanggal ditandatanganinya pada 2017 sampai dengan tanggal 3 September 2020.

Kemitraan ini mencakup kesepakatan: 1) untuk meningkatkan kebutuhan rumah tangga anggota BMI Kopsyah, khususnya masyarakat B40 yang tinggal di daerah perkotaan untuk meningkatkan layanan air minum, sanitasi, dan perilaku higiene (WASH) melalui skema pembiayaan mikro WASH; 2) mendukung finansial produk pembiayaan mikro WASH; 3) mengembangkan program pengelolaan lumpur tinja; dan 4) memberikan bantuan teknis untuk pengembangan tangki septik SNI dan layanan penyediaan air minum.

USAID IUWASH PLUS akan meningkatkan kapasitas BMI dalam melaksanakan kegiatan untuk meningkatkan kebutuhan akan air minum dan sanitasi bagi anggota BMI, melakukan segmentasi pasar, meningkatkan kualitas produk terkait WASH melalui pelatihan di tempat kerja (on-the-job training), memfasilitasi modal kerja untuk pembiayaan WASH BMI, dan mengembangkan layanan lumpur tinja untuk anggota BMI yang telah memiliki akses sanitasi melalui skema LSIC. Selanjutnya, BMI akan melakukan promosi perubahan perilaku dan aktivitas pemicuan bagi anggotanya, menyediakan pembiayaan untuk meningkatkan akses air minum dan sanitasi, dan layanan lumpur tinja juga. Melalui kesepakatan dan skema pembiayaan mikro, diharapkan BMI dapat menyediakan akses air minum dan sanitasi untuk 10.000 anggotanya di tahun 2018.

Menindaklanjuti penandatanganan kesepakatan kemitraan itu, USAID IUWASH PLUS bekerja sama dengan BMI, Water Org., dan Opportunity International Australia (OIA) menyelenggarakan Lokakarya Pembiayaan Mikro pada tanggal 18 Oktober 2017. Tujuan dari lokakarya ini adalah untuk berbagi informasi antara Lembaga Keuangan Mikro (LKM), terutama terkait pengalaman dalam menyediakan produk pembiayaan mikro untuk program air minum dan sanitasi, dan mendorong koperasi dan LKM untuk mendukung program peningkatan akses rumah tangga terhadap air minum dan sanitasi. Lokakarya ini dihadiri oleh operator sanitasi, LKM dari Tangerang dan sekitarnya, pemerintah kabupaten Tangerang, PDAM Tangerang, Water Org., OIA, BMI, dan kontraktor lokal sebagai mitra konstruksi.

Para peserta mengakui manfaat yang mereka dapatkan dari lokakarya ini dan mereka juga memberikan apresiasinya. Ibu Titin dari Koperasi Baitul ihktiar/BAIK di Kota Bogor menyatakan, “Lokakarya ini memotivasi kita untuk mereplikasi pencapaian BMI dalam menyediakan skema pembiayaan mikro untuk layanan air minum dan sanitasi bagi anggota koperasi.”

Skema pembiayaan mikro tidak hanya bermanfaat bagi anggota koperasi, tapi juga bagi pemangku kepentingan lainnya, seperti mitra konstruksi. “Skema pembiayaan mikro untuk sektor air minum dan sanitasi ini telah memberikan peluang bisnis bagi sektor konstruksi. Saya berterima kasih kepada USAID IUWASH PLUS yang telah memberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan kerja membuat tangki septik yang memenuhi standar SNI, “kata Anto, kontraktor lokal yang telah menjadi mitra konstruksi BMI sejak 2013.

Available in enEnglish (English)

Mitra