English Indonesia
Kamis, 4 November 2021

Lokakarya untuk Mendorong Perluasan Pembiayaan Mikro Air Minum dan Sanitasi

Lokakarya untuk Mendorong Perluasan Pembiayaan Mikro Air Minum dan Sanitasi

Pada 28 Oktober 2021, USAID IUWASH PLUS menggelar lokakarya untuk mendorong fasilitas keuangan air minum dan sanitasi serta memperluas pembiayaan mikro untuk sektor ini. Lokakarya setengah hari ini berlangsung secara luring di Jakarta dan daring.

Membuka kegiatan ini, Direktur Kantor Lingkungan Hidup USAID Indonesia, Brian Dusza, mengatakan, “Pembiayaan mikro diharapkan menjadi solusi utama bagi rumah tangga untuk mendapatkan akses air minum dan sanitasi aman. Skema ini akan meningkatkan kemampuan rumah tangga untuk membayar fasilutas air minum dan sanitasi dengan model angsuran.”

Hal senada juga disampaikan oleh Fungsional Perencana Utama Kedeputian Sarana dan Prasarana, Kementerian PPN/Bappenas, Budi Hidayat.

Budi menegaskan bahwa sumber pendanaan selain yang berasal dari pemerintah, seperti kredit mikro, perlu dioptimalkan karena kebutuhan dana penyediaan akses air minum dan sanitasi yang sangat besar. Diperkirakan dana yang diperlukan untuk penyediaan akses air minum mencapai Rp 123,4T dan sanitasi sebesar Rp140,4T.

“Untuk mendukung upaya perluasan mikro kredit, Pemerintah Indonesia dengan dukungan dari USAID IUWASH PLUS dan Water.org telah menyusun policy paper pembiayaan mikro WASH. Policy paper ini merekomendasikan kebijakan implementasi kredit mikro WASH yang perlu dikembangkan di tingkat nasional, termasuk kebijakan pendanaan dan kebijakan pendukung lainnya,” ujar Budi.

Sesi pembukaan ini kemudian dilanjutkan dengan serangkaian diskusi tentang potensi pembiayaan mikro air minum dan sanitasi, tantangan di lapangan, serta rencana aksi ke depan. Pembicara dalam sesi diskusi tersebut adalah sejumlah direktur kementerian terkait, OJK, dan lembaga keuangan.

Lokakarya ini menghasilkan rencana tindak lanjut yang akan dilakukan kementerian atau lembaga terkait untuk memperluas pelaksanaan kredit mikro WASH.

Contohnya, OJK akan menerapkan manajemen risiko kepada lembaga keuangan yang mempunyai kredit mikro WASH. Kementerian PUPR akan memetakan segmentasi penerima manfaat dan menyediakan sertifikasi kualitas tukang. Kemendagri akan mendorong pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran yang dapat digunakan sebagai modal lembaga keuangan. Kementerian Kesehatan akan menyiapkan panduan bagi para sanitarian agar mereka lebih memahami pembiayaan mikro WASH dan dapat mengintegrasikannya dalam kegiatan promosi mereka. Kementerian Koperasi dan UMK akan melakukan sesi berbagi pengalaman tentang pembiayaan mikro WASH yang sudah berhasil dilakukan beberapa koperasi.

Available in enEnglish (English)

Mitra