English Indonesia
Kamis, 28 Oktober 2021

Dialog Kebijakan untuk Mendorong Mekanisme Keterlibatan Masyarakat di Sektor WASH

Dialog Kebijakan untuk Mendorong Mekanisme Keterlibatan Masyarakat di Sektor WASH

Sebagai rangkaian dari lokakarya strategisnya, USAID IUWASH PLUS menggelar kebijakan dialog tentang mekanisme Keterlibatan masyarakat di Jakarta pada 21 Oktober, 2021.

Dialog ini dilakukan untuk mendorong kementerian terkait untuk memenuhi hak masyarakat terhadap air minum dan sanitasi aman. Dialog ini juga diselenggarakan untuk mendorong keberlanjutan dan perluasan mekanisme keterlibatan masyarakat.

Dalam pidatonya, Tri Dewi Virgiyanti, menegaskan bahwa demand yang tepat dari masyarakat untuk mendapatkan sarana dan prasarana yang baik merupakan salah satu kunci dalam pembangunan WASH.

Dalam sesi berbagi praktik baik, mitra USAID IUWASH PLUS menceritakan pengalaman mereka dalam melaksanakan mekanisme Keterlibatan masyarakat dan bagaimana hal ini berkontribusi pada peningkatan akses air minum, sanitasi, dan perilaku higiene di wilayah mereka.

“Kami bekerja lewat sosial media menginformasi banyak hal bermanfaat bagi masyarakat. Kami bermitra dengan USAID IUWASH PLUS mengampanyekan akses air minum dan sanitasi. Perubahan yang terjadi, sekarang lebih banyak pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)di wilayah kami dan masyarakat berubah perilakunya menjadi lebih higiene,” Eko Zainuddin salah satu anggota Kelompok Informasi Masyarakat di Kelurahan Sukun, Kota Malang menceritakan manfaat mekanisme keterlibatan masyarakat.

Bappeda dan Diskominfo Kabupaten Barru juga merasakan manfaat mekanisme keterlibatan masyarakat. Mereka menjelaskan bahwa talk show di radio sangat membantu pemerintah dalam menyebarluaskan informasi, mendapatkan aspirasi dari masyarakat, dan meningkatkan kepercayaan publik.

Di akhir sesi ini, seluruh mitra berharap mekanisme Keterlibatan masyarakat dapat dilanjutkan dan diperluas ke wilayah lain.

Selama diskusi keberlanjutan, Asistan Deputy Sistem Informasi Kementerian PANRB, Yanuar Akhmad, menyebutkan ada kemungkinan untuk menambah kategori dalam LAPOR SP4N untuk mempercepat aduan atau aspirasi sektor WASH.

Sub Koordinator Kemitraan Komunikasi Sosial, Kominfo, Angki Kusuma Dewi, menjelaskan bahwa kelompok informasi masyarakat dan penyuluh informasi publik di kabupaten/kota USAID IUWASH PLUS dapat terlibat dalam promosi WASH.

Sementara, Koordinator Substansi Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Kesehatan, Hana Herawati, sepakat bahwa masyarakat mempunyai peran penting dalam peningkatan akses WASH.

Kementerian PPN/Bappenas selaku Ketua Pokja AMPL juga berencana melibatkan KemenPANRB dan Kominfo dalam kelompok kerja tersebut.

Moderator diskusi keberlanjutan dan pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio, menyarankan adanya naskah kebijakan untuk mendukung keterlibatan KemenPANRB, Kominfo, dan Kementerian Dalam Negeri dalam mekanisme keterlibatan masyarakat di sektor WASH. Agus Pambagio juga menyarakan sektor swasta dapat terlibat untuk melanjutkan mekanisme tersebut.

Acara yang digelar secara daring dan luring ini diikuti oleh 200 peserta, antara lain dari kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, dan masyarakat dari daerah mitra USAID IUWASH PLUS.

Available in enEnglish (English)

Mitra