English Indonesia
Senin, 6 September 2021

Perjalanan 5 Tahun USAID IUWASH PLUS di Kabupaten Tangerang: Batu Loncatan Menuju Stop BABS Tahun 2025

Perjalanan 5 Tahun USAID IUWASH PLUS di Kabupaten Tangerang: Batu Loncatan Menuju Stop BABS Tahun 2025

Pada tanggal 2 September 2021, Pemerintah Kabupaten Tangerang dan USAID IUWASH PLUS menyelenggarakan kegiatan diskusi untuk membahas keberlanjutan dan replikasi inisiatif-insiatif USAID IUWASH PLUS di Kabupaten Tangerang dan mencanangkan target sanitasi baru bagi kabupaten tersebut, yakni bebas Buang Air Besar Sembarang (BABS) pada tahun 2025. Acara ini sekaligus menutup program lima tahun USAID IUWASH PLUS di Kabupaten Tangerang secara simbolis.

Sambutan pembuka diberikan oleh Direktur Perumahan dan Permukiman Kementerian PUPR, Ibu Tri Dewi Virgianti; Bupati Tangerang, Bapak Ahmed Zaki Iskandar; dan Direktur Kantor Lingkungan USAID Indonesia, Bapak Brian Dusza. Peserta-peserta lain yang turut hadir dalam acara ini antara lain Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Ibu Vensya Sitohang; Kepala DPRD Kabupaten Tangerang, Bapak Kholid Ismail; para kepala OPD terkait; Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Kerta Raharja, Bapak Sofyan Iskandar; Presiden Direktur Kopsyah Benteng Mikro Indonesia, Bapak Kamaruddin Batubara; Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia Cab. Kabupaten Tangerang; Bapak H. Maskota; perwakilan BAZNAS Cab. Kabupaten Tangerang; Bapak Ahmad Nawawi; USAID IUWASH PLUS COR, Trigeany Linggoatmojo; dan DCOP USAID IUWASH PLUS, Ibu Alifah Lestari. Totalnya, kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 380 orang, tujuh puluh orang secara luring dengan prokes ketat dan sisanya via Zoom dan siaran langsung YouTube. Sampai dengan 1,5 hari pascakegiatan, rekamannya di YouTube sudah ditonton sebanyak 336 kali.

Kegiatan ini bertujuan untuk membagikan pembelajaran dari inisiatif-inisiatif USAID IUWASH PLUS kepada para pemangku kepentingan dan mengukuhkan komitmen mereka terhadap keberlanjutan dan replikasinya. Sejak tahun 2017, USAID IUWASH PLUS mendampingi Desa Kayu Bongkok, Serakan, dan Pondok Jaya di Kecamatan Sepatan dalam menerapkan pendekatan STBM Perkotaan dan bekerja dengan beberapa lembaga keuangan mikro, termasuk Kopsyah Benteng Mikro Indonesia (BMI) dan BPR Nusantara Bona Pasogit 14, untuk memperluas akses air minum dan sanitasi masyarakat. USAID IUWASH PLUS juga terlibat dalam penyusunan dua regulasi pada tahun 2017 dan 2018, yakni Peraturan Bupati No. 80 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik dan Peraturan Bupati No. 22 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

Sebagai salah satu bentuk komitmen terhadap keberlanjutan dan replikasi inisiatif-inisiatif di atas, Bupati Tangerang menandatangani Rencana Kegiatan Keberlanjutan Hasil Program USAID IUWASH PLUS di Kabupaten Tangerang. Dokumen ini berisi rencana terkait air minum dan sanitasi yang akan ditindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten, misalnya membangun IPLT baru di Balaraja, menyelenggarakan monitoring dan evaluasi STBM di 42 Puskesmas, dan mengkaji ulang Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM).

Pada acara tersebut, Bupati Tangerang juga menandatangani Peraturan Bupati No. 52 Tahun 2021 tentang Percepatan Pencapaian Akses Air Minum dan Stop BABS yang menetapkan target Stop BABS pada tahun 2025 dan merinci berbagai strategi untuk mencapainya, terutama dari segi pembiayaan. Bappeda turut melibatkan USAID IUWASH PLUS dalam penyusunan peraturan tersebut.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, menekankan bahwa peraturan tersebut mencakupi aturan agar, “Penggunaan dana desa dapat dioptimalkan untuk membantu pembiayaan air dan sanitasi untuk menghilangkan praktik BABS.”

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan mengadakan pelatihan mWater bagi para enumerator dengan dukungan USAID IUWASH PLUS dan mereplikasi inisiatif monitoring dan evaluasi partisipatif di empat desa dan satu kelurahan di Kecamatan Sepatan.

Sampai dengan Maret 2021, USAID IUWASH PLUS telah membantu Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk menyediakan akses air minum layak kepada 46.555 (2.345 di antaranya tergolong miskin), akses sanitasi aman kepada 32,595 orang, dan askes sanitasi layak kepada 15,640 orang (14.210 di antaranya tergolong miskin). USAID IUWASH PLUS juga berhasil mendorong pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta untuk mengalokasikan dana dengan total sebesar Rp27,1 miliar bagi beberapa proyek WASH di Kabupaten Tangerang.

Available in enEnglish (English)

Mitra