English Indonesia

Untuk Meningkatkan Akses Sanitasi, Kota Magelang Perluas Pendekatan STBM Perkotaan

Untuk Meningkatkan Akses Sanitasi, Kota Magelang Perluas Pendekatan STBM Perkotaan

“Saya ingin pendekatan STBM perkotaan bisa diperluas di semua kelurahan di Kota Magelang,” pesan Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina dalam rapat pemangku kepentingan yang dihadiri pemerintah daerah, tim pemantauan dan evaluasi (monev) partisipatif dari desa-desa binaan USAID IUWASH PLUS, dan sektor swasta pada pertengahan Maret 2020.

Instruksi ini disampaikan wakil walikota setelah mendapat informasi dari tim monev partisipatif bahwa penerapan pendekatan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) perkotaan membawa perubahan positif bagi masyarakat, salah satunya di Kelurahan Tidar Utara.

“Selama dua tahun penerapan STBM perkotaan di lokasi kerja USAID IUWASH PLUS, kami melihat masyarakat lebih sadar untuk menerapkan praktik hidup bersih dan sehat, dan banyak sarana sanitasi aman dibangun secara swadaya atau dengan bantuan pihak lain,” jelas Tenny Iis Mulyadi – Lurah Tidar Utara Kota Magelang.

STBM perkotaan adalah pendekatan yang diadopsi USAID IUWASH PLUS dari kementerian kesehatan untuk meningkatkan akses layanan air minum, sanitasi, dan perilaku higiene melalui partisipasi masyarakat. Pendekatan ini terdiri dari enam langkah yang saling terkait, yaitu analisis pemangku kepentingan, pengkajian partisipatif dan pemicuan, diskusi masyarakat untuk penyusunan rencana aksi, pemantauan dan evaluasi partisipatif, pertemuan para pemangku kepentingan, serta pemasaran sanitasi dan rantai pasokan.

Menanggapi instruksi wakil walikota, organisasi-organisasi perangkat daerah terkait di Kota Magelang, seperti Bappeda, Disperkim, dan DPMP4KB, didukung oleh USAID IUWASH PLUS, sejak April 2020, melakukan serangkaian diskusi untuk mempersiapkan perluasan STBM perkotaan. Mereka sepakat bahwa Forum Komunikasi Air Minum, Sanitasi, dan Perilaku Higiene di kota Magelang yang dibentuk pada Desember 2018 harus memimpin perluasan STBM perkotaan ke 12 kelurahan non-binaan USAID IUWASH PLUS.

Forum yang terdiri dari perwakilan organisasi perangkat daerah terkait, seperti Bappeda, Disperkim, DPMP4KB, pemerintah kecamatan, dan desa, telah mempromosikan layanan air minum dan sanitasi aman, serta menjadikannya sebagai prioritas pembangunan melalui kerja sama erat dengan kelompok masyarakat, media massa, dan sektor swasta. Perluasan ini dibiayai oleh Pemerintah Kota Malang menggunakan APBD 2020 sebesar 144 juta rupiah. Anggaran tersebut digunakan untuk membiayai pelaksanaan STBM perkotaan, termasuk pembentukan dan pelatihan tim monev partisipatif.

Sejak Agustus hingga Desember 2020, Forum Komunikasi Air Minum, Sanitasi, dan Perilaku Higiene secara bertahap memperluas STBM perkotaan dengan mensosialisasikan pendekatan STBM perkotaan ke organisasi perangkat daerah dan warga masyarakat lainnya, serta melaksanakan seluruh kegiatan pendekatan STBM perkotaan ke 12 RT di 12 kelurahan. Semua wilayah ini memiliki tingkat buang air besar sembarangan yang tinggi dan terletak di dekat sungai.

Pada bulan Desember 2020, tim monev, dibantu USAID IUWASH PLUS, menyelesaikan kegiatan pengkajian partisipatif, pemicuan, dan diskusi masyarakat di area replikasi. Hasilnya, tersusun 12 rencana aksi masyarakat yang ditandatangani kepala desa dan akan disampaikan pada forum Musrenbang tingkat desa 2021-2022. Untuk memastikan rencana aksi masyarakat dibahas dalam Musrenbang, Bappeda telah mengeluarkan surat edaran kepada pemerintah desa untuk memasukkan tim monev partisipatif ke dalam panitia diskusi.

“Sumber daya manusia yang cakap, mekanisme yang mapan, dan musrenbang akan mempercepat pembangunan sektor air minum, sanitasi, dan perilaku higiene yang berkelanjutan,” ujar Handini Rahayu, Kepala Disperkim.

Available in enEnglish (English)

Mitra