English Indonesia

Hari Toilet Sedunia 2020: Mempromosikan Sanitasi Berkelanjutan untuk Perubahan Iklim

Hari Toilet Sedunia 2020: Mempromosikan Sanitasi Berkelanjutan untuk Perubahan Iklim

Lebih dari 80 persen air limbah yang dihasilkan masyarakat di seluruh dunia dibuang langsung ke lingkungan tanpa melalui proses pengolahan (Laporan UN World Water Development, 2017). Jika air limbah yang tidak diolah mengalir ke badan air, maka dapat mengancam kualitas dan ketersediaan air bersih. Selain itu, bencana alam yang disebabkan perubahan iklim yang semakin cepat, seperti banjir dan naiknya permukaan air laut, dapat merusak toilet dan menyebabkan terganggunya pengolahan lumpur tinja di daerah-daerah yang terkena dampak.

Hari Toilet Sedunia 2020 mengusung tema ‘Sanitasi Berkelanjutan dan Perubahan Iklim’ untuk menyoroti keterkaitan antara dua hal tersebut.

Dalam rangka memperingati Hari Toilet Sedunia 2020, USAID IUWASH PLUS bekerja sama dengan Cleanomic (pembuat konten digital untuk isu-isu sosial dan lingkungan) mengadakan gelar wicara (talkshow) secara daring dengan tema ‘Sanitasi Aman dan Berkelanjutan untuk Ketahanan Perubahan Iklim’ pada tanggal 18 November 2020.

Direktur Perumahan dan Permukiman Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / BAPPENAS, Tri Dewi Virgiyanti, dan Plt. Direktur Lingkungan USAID Indonesia, Jason Seuc menyampaikan sambutan pembukaannya secara daring pada acara gelar wicara tersebut. Gelar wicara menghadirkan dua pembicara, yaitu Kristin Darundiyah, Kepala Bidang Perlindungan Radiasi, Direktorat Kesehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan; dan Adri Ruslan, USAID IUWASH PLUS Senior Specialist On Site Sanitation. Bertindak sebagai moderator adalah Denia Isetianti dari Cleanomic. Para pembicara, dipandu moderator, membahas sanitasi aman dan berkelanjutan dengan peserta yang mengikuti gelar wicara tersebut secara daring. Peserta terdiri dari blogger, jurnalis media mainstream, pemerintah daerah, mahasiswa, dan masyarakat.

Kristin Darundiyah menyampaikan bahwa limbah tinja yang tidak diproses dapat mencemari lingkungan dan menyebabkan penyakit kronis dan mematikan, seperti diare, kolera, malnutrisi, dan hepatitis.

Menegaskan apa yang disampaikan Kristin, Adri Ruslan menjelaskan bahwa tangki septik dan toilet sama pentingnya untuk pengolahan air limbah domestik.

Menutup acara gelar wicara, Kristin Darundiyah menyampaikan, “Pemberdayaan masyarakat dan pelibatan mitra dari lembaga swadaya masyarakat harus ditingkatkan untuk mewujudkan sanitasi aman dan berkelanjutan.”

Available in enEnglish (English)

Mitra