English Indonesia
Rabu, 27 Januari 2021

Pertemuan Multi Pemangku Kepentingan untuk memfasilitasi kolaborasi Pemerintah Daerah, Swasta dan Masyarakat untuk meningkatkan akses WASH

Pertemuan Multi Pemangku Kepentingan untuk memfasilitasi kolaborasi Pemerintah Daerah, Swasta dan Masyarakat untuk meningkatkan akses WASH

Situasi Pandemi di Indonesia tidak menghambat kinerja tim USAID IUWASH PLUS untuk mendukung masyarakat dalam meningkatkan akses WASH. Melalui pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Partisipatif yang terdiri dari enam langkah, yaitu (1) peningkatan kapasitas, (2) pengumpulan data, (3) tinjauan rencana aksi (4) analisis data, (5) pertemuan masyarakat, dan (6) pertemuan pemangku kepentingan, USAID IUWASH PLUS memfasilitasi kolaborasi antara masyarakat, Pemerintah Daerah (Pemda), dan pemangku kepentingan utama lainnya.

Pada minggu ketiga Januari 2021, USAID IUWASH PLUS mendukung siklus empat (4) pertemuan pemangku kepentingan dengan tema “Functioning” yang merupakan bagian dari konsep CDEF (Connecting, Developing, Enabling dan Functioning). Tema tersebut terkait dengan exit strategy USAID IUWASH PLUS untuk memastikan kolaborasi masyarakat dan pemangku kepentingan utama, serta memastikan bahwa ekosistem WASH yang dibangun oleh USAID IUWASH PLUS “Berfungsi” atau “Fuctioning”. Karena pandemic COVID-19, sebagian besar acara dilakukan secara gabungan online dan tatap muka. Acara di ikuti oleh Pemerintah Daerah, anggota komunitas, perusahaan swasta termasuk bank daerah, dan organisasi lain seperti BAZ (Badan Amil Zakat), PMI (Palang Merah Indonesia). Perwakilan USAID Trigeany Linggoatmodjo mengikuti acara dari Kota Surakarta dan menyampaikan sambutannya, sementara Nur Endah Shofiani menyampaikan sambutannya dari Kabupaten Sragen.

Pertemuan pemangku kepentingan tersebut dilakukan di enam kota / kabupaten, yaitu Kota Surakarta, Kabupaten Sragen, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, dan Kota Pematang Siantar. Sambutan di Kota Surakarta disampaikan oleh Kepala Bappeda, di Kabupaten Wonosobo dan Sragen disampaikan oleh Wakil Bupati, di Kabupaten Lumajang oleh Kepala Bappeda, di Kabupaten Probolinggo disampaikan oleh Kasubid Bappeda, dan di Kota Pematang Siantar disampaikan oleh Walikota.

Dalam acara tersebut, masyarakat yang diwakili oleh anggota tim M&E Partisipatif menjelaskan rencana aksi mereka untuk mendapatkan dukungan dari Pemda dan pemangku kepentingan utama. Tercatat bahwa Pemerintah Daerah mengapresiasi kerja USAID IUWASH PLUS dalam membantu masyarakat untuk lebih memahami WASH, meningkatkan perilaku kebersihan mereka, mempromosikan WASH, dan mengambil inisiatif untuk memperbaiki kondisi WASH di lingkungan mereka.

Dalam pertemuan pemangku kepentingan di Kabupaten Probolinggo, Lutfi Yudhistira dari Bappeda Kabupaten Probolinggo menyampaikan apresiasinya, “Karya USAID IUWASH PLUS telah mengubah pola pikir masyarakat (di Probolinggo), khususnya di Kalibuntu yang sudah lama dikenal sebagai daerah kumuh tersulit, sekarang mereka telah berubah dan menjadi komunitas yang aktif dan membantu pemerintah untuk mengembangkan program WASH yang lebih baik.”

Sementara itu, dalam pertemuan pemangku kepentingan di Kota Pematang Siantar, Walikota Kota Pematang Siantar menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat yang mampu mempresentasikan data dan rencana aksinya, juga dengan tegas menyatakan akan mereplikasi dan terus dilaksanakan untuk turut meningkatkan kualitas rencana pemerintah.

Selama pertemuan pemangku kepentingan, Pemda memberikan tanggapan positif terhadap rencana aksi yang disajikan oleh masyarakat, dan membagikan rencana mereka untuk mendukung rencana aksi tersebut. Masing-masing Pemda juga menyatakan rencananya untuk mereplikasi kerja USAID IUWASH PLUS dengan masyarakat, dan akan secara langsung menggunakan data dari masyarakat untuk mendukung proses perencanaan dan Musrenbang. Pemangku kepentingan lainnya juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung rencana aksi masyarakat dalam meningkatkan akses WASH.

Available in enEnglish (English)

Mitra