English Indonesia

Duet Sales Sanitasi Tingkatkan Akses Sanitasi untuk Warga Mekar Sentosa

Kelurahan Mekar Sentosa di Kota Tebing Tinggi mulai ini menerapkan sanitasi berbasis pasar. Sanitasi berbasis pasar adalah sebuah konsep yang didorong oleh USAID IUWASH PLUS untuk membantu pemerintah mempercepat peningkatan akses sanitasi masyarakat. Sanitasi berbasis pasar ini menyasar keluarga yang belum memiliki akses terhadap sanitasi aman dan mereka mampu membayar kredit mikro.

Implementasi sanitasi berbasis pasar di Kelurahan Mekar Sentosa melibatkan kader sanitasi yang melakukan penjualan toilet dengan tangki septik, seperti Puspasari Hutapea dan Suryawati. Keduanya adalah kader yang bertugas mempromosikan sanitasi aman di Lingkungan 1 dan 3 di kelurahan Mekar Sentosa.

Kedua lingkungan ini memiliki masalah sanitasi yang serius. Berdasarkan data monev partisipatif pada September 2019, dari 345 KK di Lingkungan 1, hanya 25 KK yang memiliki toilet dan tangki septik, 248 KK memiliki jamban cubluk, 31 memiliki toilet tanpa penampungan tinja, sedangkan 4 KK masih mempraktikkan buang air besar sembarangan (BABS).

Begitu juga di Lingkungan 3, dari 225 KK, hanya 46 KK yang terhubung ke IPAL Komunal, 168 KK memiliki jamban cubluk, 3 KK memiliki toilet tanpa penampungan tinja, 2 KK berbagi toilet, dan 6 KK masih melakukan BABS.

“Kami sedih melihat banyak keluarga belum memiliki tangki septik di rumahnya. Mereka buang air besar langsung ke sungai, sehingga membuat air bau. Kami ingin lebih banyak orang memiliki tangki septik untuk menjaga lingkungan kami tetap bersih dan sehat,” ujar Puspasari Hutapea seraya menjelaskan mengapa dia dan rekannya, Suryawati, menjadi tenaga sales sanitasi.

Untuk membantu Puspasari Hutapea dan Suryawati menjalankan tugasnya sebagai tenaga sales sanitasi, pemerintah Desa Mekar Sentosa, Puskesmas Rantau Laban, dan USAID IUWASH PLUS melatih mereka cara mempromosikan sanitasi secara efektif. Maka, Puspasari Hutapea dan Suryawati – duet sales sanitasi – telah aktif menjual toilet dengan tangki septik ke warga di kelurahan Mekar Sentosa sejak Februari 2020.

“Kami datang ke pertemuan-pertemuan warga atau tempat-tempat mereka biasa berkumpul dan menginformasikan manfaat toilet dengan tangki septik. Kami juga sampaikan kepada mereka bahwa pemerintah kota sangat serius mendorong warga untuk membangun tangki septik,” Puspasari Hutapea menjelaskan metode promosi yang dia lakukan bersama Suryawati.

Melalui kerja keras mereka, Puspasari Hutapea dan Suryawati berhasil meyakinkan dua keluarga, yaitu keluarga Jumiati dan keluarga Murni, untuk membangun tangki septik. Kedua keluarga tersebut adalah keluarga berpenghasilan rendah di Kelurahan Mekar Sentosa dan tidak mampu jika harus membayar pembangunan tangki septik secara kontan sekaligus.

Oleh karenanya, Puspasari Hutapea dan Suryawati mengadvokasi pemerintah Kelurahan Mekar Sentosa untuk membantu Murni dan Jumiati membangun tangki septik. Alhasil, pihak kelurahan melalui lembaga keuangan kelurahan (LKK) menyalurkan pinjaman tanpa bunga kepada keluarga Jumiati dan Murni pada Maret 2020. Masing-masing keluarga menerima 1,8 juta rupiah dan mereka akan membayarnya dengan menyicil Rp150.000/bulan selama 12 bulan.

Puspasari Hutapea dan Suryawati juga telah mendaftarkan keluarga Jumiati dan Murni sebagai pelanggan layanan lumpur tinja terjadwal (LLTT) ke UPTD PALD Tebing Tinggi. Untuk membantu lebih banyak warga membangun tangki septik, pemerintah kelurahan Mekar Sentosa berencana mengalokasikan anggaran melalui LKK untuk membangun 10 tangki septik per tahun.

Available in enEnglish (English)

Mitra