English Indonesia
Rabu, 11 Maret 2020

Buka Workshop Air Minum & Sanitasi, Wabup Dedy Ajak Camat dan Lurah/Kades Tingkatkan Akses Sanitasi Masyarakat

Buka Workshop Air Minum & Sanitasi, Wabup Dedy Ajak Camat dan Lurah/Kades Tingkatkan Akses Sanitasi Masyarakat

Wakil Bupati Sragen, Dedy Indriatno, membuka Workshop Air Minum dan Sanitasi yang dilaksanakan oleh Bappedalitbang Kabupaten Sragen dan USAID IUWASH PLUS pada 5 Maret 2020 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sragen.

Hadir dalam acara ini Direktur Perkotaan, Perumahan, dan Permukiman Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti, organisasi perangkat daerah terkait, 20 camat, lebih dari 100 lurah dan kepala desa, perwakilan PKK, PKH, dan TKSK.

Workshop ini diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang air minum dan sanitasi aman menurut RPJMN 2020-2024 dan peran desa, terutama penggunaan dana desa, untuk mempercepat peningkatan akses air minum dan sanitasi.

Dalam sambutannya, Waki Bupati Dedy Indriyanto menyebutkan bahwa Kabupaten Sragen mencapai status ODF (Bebas Praktik BABS) pada 2018. Tapi, masih banyak masyarakat yang belum punya jamban dengan tangki septik di rumah masing-masing.

“Tantangan ke depan adalah bagaimana mengubah perilaku masyarakat dan pengadaan toilet dengan tangki septik. Untuk itu, pemerintah kabupaten, camat, lurah, dan kades perlu memfasilitasi pengadaan toilet dengan tangki septik, khususnya untuk warga dengan tingkat ekonomi 40 persen terendah,” ujarnya.

Selain itu, Direktur Perkotaan, Perumahan, dan Permukiman Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti juga menyebutkan, “menurut data Susenas BPS 2018 akses sanitasi layak di Kabupaten Sragen mencapai 84 persen. Tantangannya adalah bagaimana meningkatkan akses yang belum layak menjadi layak, dan mencapai target nasional sanitasi aman, yaitu 15 persen.”

Untuk mencapai sanitasi aman, Kabupaten Sragen perlu menambah dua instalasi pengolahan lumpur tinja, operator pengelola air limbah, dan alternatif sumber pendanaan. Program-program perubahan perilaku juga diperlukan untuk memicu masyarakat membangun toilet dengan tangki septik dan melakukan penyedotan secara berkala.

Setelah workshop ini, pemerintah kabupaten akan mencari alternatif pendanaan untuk membangun toilet dengan tangki septik bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu, pemerintah desa dan kelurahan juga berencana mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan akses air minum dan sanitasi masyarakat berpenghasilan rendah, terutama yang sudah masuk dalam Basis Data Terpadu.

Available in enEnglish (English)

Mitra