English Indonesia

Pengamanan Lingkungan: Menjaga Tangki Septik Komunal Aman dan Berkelanjutan Sejak Awal

Pengamanan lingkungan merupakan prinsip kunci dalam setiap kegiatan pembangunan infrastruktur. Penerapan pengamanan lingkungan sangat penting untuk melindungi manusia dan lingkungan dari potensi bahaya yang dapat timbul akibat pembangunan, serta memastikan sarana yang dibangun berumur panjang dan berkelanjutan.

Untuk itu, USAID IUWASH PLUS mendorong berbagai pihak yang membangun sanitasi dan air minum untuk menerapkan pengamanan lingkungan. Inilah yang dilakukan oleh KSM Tanjungrejo Barokah di Kelurahan Tanjungrejo dan KSM Guyub Rukun di Kelurahan Kasin. Kedua kelurahan ini merupakan wilayah dampingan USAID IUWASH PLUS di Kota Malang.

Kelurahan Tanjungrejo dan Kelurahan Kasin merupakan dua dari delapan kelurahan di Kota Malang yang mendapat program pembangunan tangki septik komunal dari DAK Sanitasi 2019 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang. DAK Sanitasi merupakan alokasi anggaran khusus dari pemerintah pusat untuk mendukung program sanitasi di daerah yang sejalan dengan prioritas nasional.

Melalui DAK Sanitasi 2019, 30 tangki septik komunal untuk melayani 300 KK dibangun di Kelurahan Tanjungrejo dan 10 tangki septik komunal untuk 100 KK dibangun di Kelurahan Kasin. Proses pembangunannya melibatkan masyarakat dan KSM.

Untuk memastikan KSM dan masyarakat dapat membangun tangki septik komunal dengan baik, Dinas PUPR dan USAID IUWASH PLUS melakukan pelatihan pra-konstruksi tangki septik komunal pada 13-14 Juli 2019. USAID IUWASH PLUS juga memanfaatkan pelatihan ini untuk mengenalkan pengamanan lingkungan untuk pembangunan tangki septik komunal kepada para KSM.

Para KSM perlu mempunyai kesadaran dan pengetahuan cukup tentang perlindungan lingkungan sehingga mereka dapat memastikan pembangunan tangki septik komunal aman bagi manusia dan lingkungan, serta tangki septik dapat berfungsi secara berkelanjutan.

Ada berbagai kegiatan pengamanan lingkungan yang dapat dilakukan dalam proses pembangunan tangki septik komunal. Misal, sosialisasi sanitasi aman dan rencana pembangunan sarana tersebut kepada masyarakat perlu dilakuka sebelum pembangunan dimulai. Selama proses pembangunan, KSM/pekerja perlu memastikan tumpukan material dan galian tidak menganggu jalan warga, konstruksi tidak merusak bangunan sekitar, pekerja memakai alat pelindung diri, dan rambu-rambu keselamatan dipasang. Setelah pembangunan selesai, sosialisasi tentang pentingnya kontribusi masyarakat dalam pemeliharaan tangki septik komunal juga perlu dilakukan.

Beberapa pengurus KSM mengatakan bahwa pelatihan pengamanan ingkungan sangat membantu mereka dan masyarakat untuk memastikan pembangunan tangki septik komunal berjalan aman.

“Dulu keluhan masyarakat tentang galian atau tumpukan material, dan kecelakaan kerja kecil dianggap biasa terjadi ketika membangun sebuah sarana. Setelah ada pelatihan ini, kami sadar ternyata situasi seperti itu tidak perlu terjadi dan dapat dicegah,” ujar Joko Laxsono, Ketua KSM Tanjungrejo Barokah.

Tidak lama setelah mengikuti pelatihan ini, KSM Tanjungrejo Barokah dan KSM Guyub Rukun mulai proses pembangunan tangki septik komunal di kelurahan masing-masing. Selama proses pembangunan tersebut, kedua KSM ini sebisa mungkin menerapkan kepatuhan lingkungan, seperti sosialisasi rencana pembangunan tangki septik komunal kepada masyarakat, meminta tukang untuk memakai alat pelindung diri, dan memasang rambu-rambu keselamatan.

Hingga pertengahan Desember 2019, 25 tangki septik komunal di Kelurahan Tanjungrejo dan enam tangki septik komunal di Kelurahan Kasin telah selesai dibangun. Sementara sisanya masih dalam proses pengerjaan dan diharapkan selesai akhir Desember 2019.

“Saya senang masyarakat dilibatkan di seluruh proses pembangunan tangki septik komunal. Jadi kami tidak kaget, tiba-tiba ada pembangunan. Saya lihat juga pembangunannya rapi, ada tanda galian. Aman,” ujar Yunanto, warga Kelurahan Tanjungrejo.

Available in enEnglish (English)

Mitra