English Indonesia
Senin, 11 Februari 2019

Melalui Tembang Sinom, Masyarakat Kota Surakarta Dorong Peningkatan Akses WASH

Melalui Tembang Sinom, Masyarakat Kota Surakarta Dorong Peningkatan Akses WASH

Kamis (07/02/2019), tim monitoring dan evaluasi (M&E) partisipatif dari empat kelurahan di Kota Surakarta, yaitu Setabelan, Semanggi, Sangkrah, dan Kadipiro, bersama dengan Bappeda Kota Surakarta dan USAID IUWASH PLUS menyelenggarakan pertemuan pemangku kepentingan di Pendopo Seto Manggolo, Kelurahan Setabelan, Kota Surakarta.

Pertemuan yang diberi nama Tembang Sinom (Temu Rembug Warga Babagan Sanitasi dan Air Minum) dan baru pertama kali dilaksanakan di Kota Surakarta ini dihadiri oleh Wakil Walikota Surakarta, Lurah dari wilayah kerja USAID IUWASH PLUS, Camat Banjarsari dan Pasar Kliwon, anggota DPRD, aparat pemerintahan Kota Surakarta, KOTAKU, AKANSI, sektor swasta, dan wartawan.

Dalam pertemuan ini, tim M&E partisipatif  menjelaskan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh tim M&E partisipatif. Hasil tersebut menunjukkan peningkatan akses air minum dan sanitasi serta perilaku higiene masyarakat.

Selain itu, tim M&E partisipatif juga menjelaskan rekomendasi dan usulan program untuk meningkatkan akses WASH di Kota Surakarta, seperti kebutuhan untuk menambah IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) Komunal dan meningkatkan akses ke  layanan PDAM.

Menanggapi usulan masyarakat ini, KOTAKU akan membantu membangun IPAL Komunal yang akan melayani 60 rumah di Kelurahan Sangkrah tahun ini. Sementara itu, Disperum KPP (Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan) Kota Surakarta berencana membuat program Master Meter untuk 52 rumah di Kelurahan Setabelan tahun ini.

Wakil Walikota Surakarta, Achmad Purnomo, mengapresiasi Tembang Sinom sebagai wadah untuk membahas masalah air minum dan sanitasi di tingkat masyarakat dan memberikan alternatif pencegahannya di masa mendatang.

“Saya sangat mendukung jika kegiatan seperti ini diselenggarakan secara rutin. Tapi, juga harus diikuti dengan pelaksanaan oleh masyarakat,” ujar Achmad Purnomo.

Ke depan, pertemuan Tembang Sinom ini rencananya akan dilaksanakan setiap enam bulan sekali.

Tembang Sinom juga disertai dengan pameran sehingga peserta dapat mendiskusikan dan belajar lebih lanjut tentang kegiatan WASH di tingkat masyarakat, seperti model toilet dengan tangki septik.

Pertemuan pemangku kepentingan merupakan bagian terakhir dalam siklus M&E partisipatif. Siklus ini terdiri dari pelatihan bagi tim M&E partisipatif, monitoring di tingkat rumah tangga, evaluasi rencana kegiatan masyarakat, analisis data, pertemuan masyarakat, dan ditutup dengan pertemuan pemangku kepentingan. Siklus ini akan dilakukan oleh tim M&E partisipatif setiap enam bulan sekali.

Sebagai langkah akhir dalam siklus M&E partisipatif, persiapan pertemuan pemangku kepentingan dimulai dengan proses pelatihan sebelum kegiatan oleh tim USAID IUWASH PLUS kepada tim masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh simulasi pertemuan pemangku kepentingan.

Setelah Kota Surakarta, Kabupaten Barru dan Kota Medan juga akan melaksanakan pertemuan pemangku kepentingan pada minggu ketiga Februari 2019.

 

Available in enEnglish (English)

Mitra