English Indonesia

Kota Ternate Libatkan Perusahaan dan Masyarakat untuk Pulihkan Mata Air Ake Gaale

Kota Ternate Libatkan Perusahaan dan Masyarakat untuk Pulihkan Mata Air Ake Gaale

Selama dasawarsa terakhir, debit dan kualitas air mata air Ake Gaale – sumber air utama PDAM Ternate – menurun secara signifikan karena pesatnya pembangunan permukiman di daerah tangkapan air dan intrusi air laut. Situasi yang tidak menguntungkan ini memaksa PDAM Ternate untuk mengurangi kapasitas produksinya.

Untuk mengatasi persoalan ini, Pemerintah Kota Ternate dan USAID IUWASH PLUS telah menjalin kemitraan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/ CSR) dengan perusahaan-perusahaan nasional dan lokal untuk membangun sumur serapan di daerah delineasi tangkapan mata air. Pembangunan sumur serapan ini merupakan salah satu rekomendasi utama Kajian Kerentanan Mata Air (KKMA) dan rencana aksi yang telah dilakukan Pemerintah Kota Ternate dan USAID IUWASH PLUS sejak awal 2017.

Sejak November 2017, Pemerintah Kota Ternate telah membangun kemitraan CSR dengan lembaga pemerintah yang lain dan perusahaan swasta, antara lain Bank Indonesia cabang Maluku, BPBD, PT. Laniege, BMPD, dan BPRS Bahari Berkesan untuk membangun sumur resapan.

Selain membentuk kemitraan CSR, Pemerintah Kota Ternate bersama dengan USAID IUWASH PLUS juga melatih warga untuk membangun sumur resapan pada awal Desember 2017. Setelah pelatihan ini, masyarakat dapat membantu pembangunan sumur resapan.

“Sejak Januari 2018 hingga saat ini, pemerintah kota Ternate telah membangun 86 sumur resapan melalui kemitraan CSR,” ujar Bambang Maradjabessy, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang kota Ternate.

Disamping itu, GEMA CAMTARA (Gerakan Masyarakat Ternate Utara untuk Menabung dan Memanen Air Hujan) juga telah membangun lebih dari 39 Instalasi Pengolahan Air Hujan (IPAH)—dengan menggunakan kombinasi teknologi antara sumur resapan dan SPAH—dari pertengahan 2017 sampai dengan pertengahan 2018.

“Kemitraan antara pemerintah, organisasi nirlaba, dan sektor swasta merupakan solusi efisien untuk mengatasi persoalan lingkungan,” ujar Bambang.

“Oleh karena itu, pemerintah kota Ternate sangat menghargai dukungan dari semua pemangku kepentingan yang berpartisipasi dalam kemitraan CSR untuk pembangunan sumur resapan, ”ujar Bambang di sela-sela pertemuan makan malam untuk forum CSR pada 22 November 2018 yang diselenggarakan pemerintah kota Ternate dengan dukungan dari USAID IUWASH PLUS.

Meskipun pembangunan sumur resapan baru dimulai awal tahun ini, beberapa warga melaporkan peningkatan kuantitas dan kualitas mata air Ake Gaale.

Alwan, Ketua Save Ake Gaale—gerakan masyarakat untuk menyelamatkan mata air Ake Gaale, mengatakan bahwa kolam retensi mata air Ake Gaale di kelurahan Sangaji, yang dulunya kering, sekarang sudah ada airnya, dan ikan-ikan hidup di kolam tersebut.

“Pertemuan [forum CSR] menyadarkan kami akan potensi krisis air di kota Ternate dan pentingnya sumur resapan untuk mengatasi persoalan tersebut. Oleh karena itu, kami akan membangun 300 sumur resapan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kota Ternate, Said Assegaf.

Demikian pula, sejumlah perusahaan, seperti PT PLN, PT Pelindo, dan Bank Syariah Mandiri, juga menyatakan minat mereka untuk mendukung pembangunan sumur resapan.

(Kiri) Sumarmi senang mendapat jamban baru dan tangki septik dari Puskesmas Gilingan dan warga. (Kanan) Kaus dan tas yang dijual dalam penggalangan dana untuk membangun jamban dan tangki septik bagi Sumarmi.
-Surya Akbar-

Available in enEnglish (English)

Mitra