English Indonesia
Kamis, 15 November 2018

Produsen Jamban Belajar Kebiasaan Sanitasi Masyarakat di Desa Sarakan, Kabupaten Tangerang

Produsen Jamban Belajar Kebiasaan Sanitasi Masyarakat di Desa Sarakan, Kabupaten Tangerang

Produsen jamban dari Kabupaten Tangerang, PT Feel Well Ceramics (FWC) mengunjungi RT 02/RW 03 di Desa Sarakan—salah satu wilayah kerja USAID IUWASH PLUS di Kabupaten Tangerang, pada 6 November 2018. USAID IUWASH PLUS mengundang PT FWC, yang diwakili oleh pendirinya—Stevia Angesty, ke lokasi tersebut untuk memberikan gambaran nyata tentang kondisi akses sanitasi masyarakat dan mendorong perusahaan untuk berkontribusi terhadap peningkatan akses sanitasi.

Kunjungan ini dilakukan sebagai tindak lanjut untuk diskusi antara USAID IUWASH PLUS dan PT FWC tentang kemungkinan kerja sama di sektor sanitasi. Awal 2018, USAID IUWASH PLUS memperkenalkan konsep sanitasi aman kepada Stevia selaku pendiri FWC. Dia menunjukkan minat besar terhadap sanitasi aman. Sejak itu, USAID IUWASH PLUS telah melakukan beberapa diskusi dengan Stevia tentang isu ini, dan mendorong FWC untuk membuat tangki septik fabrikasi. Stevia tertarik dengan ide ini. Dia ingin FWC dapat membuat tangki septik siap pasang.

Selama kunjungan lapangan, Stevia melihat kebiasaan sanitasi buruk yang masih dipraktikkan sebagian masyarakat dan berbincang dengan beberapa orang. Data SANIMAS IDM (program Sanitasi Berbasis Masyarakat yang dibiayai Islamic Development Bank) tahun 2018 menunjukkan bahwa RT 01/RW di Desa Sarakan didiami oleh 127 KK. Dari seluruh rumah tangga tersebut, hanya tiga KK yang mempunyai tangki septik. Sekitar 20% rumah tangga di Desa Serakan tidak mempunyai dan tidak mampu membangun jamban. Mereka biasanya buang air besar di kebun, sungai, selokan, atau rumah tetangga.

“Saya tidak punya toilet di rumah. Anak saya biasanya buang air besar di sini [menunjuk lubang kecil di area cuci di dapur]. Kalau saya biasanya buang air besar di rumah saudara. Sehari-hari saya bekerja menjual sapu, jadi saya tidak punya uang untuk membangun toilet,” ujar Sap, salah seorang warga.

“Banyak warga yang tidak punya akses terhadap sarana sanitasi yang layak. Beberapa orang bahkan masih buang air besar di sungai dan menggunakan airnya untuk cuci pakaian. Saya merasa prihatin,” ujar Stevia.

“Jika ada program sanitasi [dari FWC], kita tidak perlu melakukannya jauh. Masih banyak warga di Kabupaten Tangerang yang masih perlu bantuan untuk mengakses sarana sanitasi,” tambahnya.

Selain itu, USAID IUWASH PLUS juga mengajak Stevia untuk melihat pembangunan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) Komunal yang dibangun SANIMAS IDB di RT 02/RW 03 sejak Agustus 2018. Sarana ini dirancang untuk melayani 100 KK. Pembangunan IPAL Komunal diharapkan selesai Desember 2018. Jika sudah selesai, IPAL Komunal akan digunakan oleh 81 KK.

PT FWC merupakan perusahaan yang membuat tempat cuci tangan dan toilet jongkok berbasis di Kabupaten Tangerang. Perusahaan ini mula beroperasi pada 2015. Sekitar 2015 hingga 2016, PT FWC berhasil memproduksi jamban yang terjangkau dan berkualitas melalui program MCAI (Millennium Challenge Account Indonesia) di Jawa Barat.

Available in enEnglish (English)

Mitra