English Indonesia
Rabu, 24 Oktober 2018

USAID IUWASH PLUS Berpartisipasi dalam Penganugerahan STBM Awards Pertama

USAID IUWASH PLUS Berpartisipasi dalam Penganugerahan STBM Awards Pertama

Pada tanggal 18, 2018, USAID IUWASH PLUS berpartisipasi dalam pengeanugerahan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) Awards yang pertama di Jakarta. Penghargaan ini merupakan inisiatif Kementerian Kesehatan untuk mengapresiasi kabupaten/kota yang telah berhasil melaksanakan lima pilar STBM.

Program STBM Awards ini dipimpin oleh Kementerian Kesehatan dan didukung oleh kementerian lain, seperti Bappenas dan Kementerian Dalam Negeri, donor, dan LSM termasuk USAID IUWASH PLUS, UNICEF, dan SNV.

Dua puluh tiga kabupaten/kota yang telah menyatakan 100% bebas dari praktik BABS sebagai pilar pertama STBM, mempertahankan perilaku bebas dari praktik BABS, dan mulai melanjutkan ke empat pilar STBM berikutnya, berpartisipasi dalam STBM Awards ini. Dari keduapuluh tiga kabupaten/kota tersebut, salah satunya adalah Kabupaten Sukoharjo.  Keberhasilan ini dicapai berkat komitmen yang tinggi dan kerja keras seluruh OPD terkait terutama Dinas Kesehatan dan dukungan penuh dari Bupati Sukoharjo.

Melalui kerja sama dengan semua pihak termasuk dengan Program USAID IUWASH PLUS, Kabupaten Sukoharjo bertekad untuk melanjutkan ke pilar STBM lainya yaitu pengelolaan air limbah rumah tangga melalui program pengelolaan sanitasi yang aman (safely managed sanitation).

USAID IUWASH PLUS dan LSM lain, seperti UNICEF dan WVI juga mendukung Kementerian Kesehatan untuk memilih pemenang dengan mempertimbangkan empat indikator, yaitu inovasi untuk mendorong permintaan terhadap akses sanitasi, menguatkan penyediaan akses sanitasi layak, membuat lingkungan yang mendukung, serta monitoring dan evaluasi.

Setelah dua bulan proses seleksi yang penuh pertimbangan, enam kabupaten/kota dipilih menjadi enam besar yang berhasil membuat inovasi untuk mencapai dan mempertahankan bebas praktik BABS 100%. Daerah tersebut adalah Kabupaten Alor (Nusa Tenggara Timur), Pringsewu (Lampung), Karanganyar dan Sukoharjo (Jawa Tengah), Kabupaten Sleman (DIY), dan Kota Semarang (Jawa Tengah). Salah satu contoh inovasi yang ada di Kabupaten Sukoharjo adalah pelibatan masyarakat, termasuk pemuda, dalam promosi bebas praktik BABS. USAID IUWASH PLUS juga membangun kapasitas masyarakat untuk melakukan promosi sanitasi melalui pelatihan promotor WASH.

Dari enam besar tersebut, tiga kabupaten/kota dipilih menjadi pemenang STBM Awards 2018, yaitu Kabupaten Alor, Pringsewu, dan Karanganyar.

Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, menekankan bahwa sanitasi yang buruk tidak hanya akan mempengaruhi kesehatan tapi juga bisa menurunkan ekonomi nasional. “Saya ingatkan bahwa [akses terhadap] air minum dan sanitasi sangat penting. Sebagian masyarakat kota belum buang air besar di jamban. Oleh karena itu, melalui lima pilar STBM, kita membangun kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti stop praktik BABS dan cuci tangan pakai sabun,” ujarnya.

Selama penganugerahan STBM Awards, USAID IUWASH PLUS menjelaskan kegiatan dan capaiannya kepada Menteri Kesehatan dan Direktur Kesehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan.

Selain itu, moderator talkshow STBM Awards juga mengumumkan pemenang lomba foto cuci tangan pakai sabun yang didukung oleh USAID IUWASH PLUS. Pengumuman ini diharapkan dapat memotivasi pemerintah daerah lain untuk mempromosikan cuci tangan pakai sabun di daerah mereka masing-masing.

Ibu Sri Utami, pemenang lomba foto cuci tangan pakai Sabun USAID IUWASH PLUS, (empat dari kiri) dan staf USAID IUWASH PLUS berfoto bersama Ibu Nila Moeleok, Menteri Kesehatan.

Catatan Redaksi: Tulisan ini sudah diperbarui pada Rabu, 31 Oktober 2018 dengan menambah informasi tentang upaya dan komitmen Pemerintah Kabupaten Sukoharjo untuk mencapai dan melestarikan 100% bebas dari praktik BABS, serta melanjutkan ke pilar STBM berikutnya. Penambahan informasi ini dimaksudkan agar pembaca mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh.

Available in enEnglish (English)

Mitra