English Indonesia
Rabu, 26 September 2018

Presentasi Hasil Studi Neraca Air PDAM Magelang dan Perumda Air Minum Surakarta

Presentasi Hasil Studi Neraca Air PDAM Magelang dan Perumda Air Minum Surakarta

Untuk mendukung uji coba pengelolaan Air Tidak Berekening (NRW) di Kota Surakarta dan Kota Magelang, USAID IUWASH PLUS mempresentasikan hasil studi neraca air di PDAM Magelang dan Perumda Air Minum Surakarta kepada Dewan Direksi masing-masing perusahaan air minum tersebut pada lokakarya yang diselenggarakan berurutan di Kota Surakarta tanggal 18 September 2018, dan Kota Magelang tanggal 19 September 2018.

USAID IUWASH PLUS melalui Akademi Tirta Wiyata (Akatirta, mitra universitas USAID IUWASH PLUS) melakukan studi tersebut dari Juni hingga September 2018 untuk mendukung pembuatan panduan studi kelayakan NRW. Panduan tersebut akan berisi panduan pengembangan program NRW, pembuatan SOP, pembagian zona dan pembentukan District Metered Area (DMA), serta analisis keuangan.

Studi neraca air menemukan bahwa tingkat NRW Perumda Air Minum Surakarta mencapai 45% atau setara dengan 10.720.203 m3/tahun, dan tingkat NRW PDAM Magelang adalah 43% atau setara dengan 6.393.203m3/tahun. Berdasarkan studi tersebut, kehilangan air fisik merupakan faktor utama yang menyebabkan tingginya tingkat NRW. Kehilangan air fisik di Perumda Air Minum Surakarta mencapai 37% dan PDAM Magelang sebesar 34,9%.

Studi tersebut juga menemukan bahwa Perumda Air Minum Surakarta mempunyai 21 jam pelayanan dan PDAM Magelang memiliki 19,6 jam pelayanan. Studi ini mendorong perusahaan air minum tersebut untuk membuat panduan studi kelayakan NRW dan mengurangi NRW.

Direktur Utama Perumda Air Minum Surakarta, Maryanto, sangat mengapresiasi USAID IUWASH PLUS yang telah membantu upaya PDAM mengurangi NRW. “Saya berterima kasih kepada USAID IUWASH PLUS yang sudah mendukung upaya kami mengurangi NRW. Saya harap PDAM dapat menggunakan hasil studi neraca air ini sebagai referensi untuk menyusun [panduan] studi kelayakan NRW,” ujar Maryanto.

Setelah presentasi ini, USAID IUWASH PLUS akan terus membantu PDAM membuat panduan studi kelayakan NRW menggunakan hasil studi neraca air, dan membuat program prioritas setelah panduan tersebut selesai dibuat.

Untuk mendukung uji coba pengelolaan Air Tidak Berekening (NRW) di Kota Surakarta dan Kota Magelang, USAID IUWASH PLUS mempresentasikan hasil studi neraca air di PDAM Magelang dan Perumda Air Minum Surakarta kepada Dewan Direksi masing-masing perusahaan air minum tersebut pada lokakarya yang diselenggarakan berurutan di Kota Surakarta tanggal 18 September 2018, dan Kota Magelang tanggal 19 September 2018. USAID IUWASH PLUS melalui Akademi Tirta Wiyata (Akatirta, mitra universitas USAID IUWASH PLUS) melakukan studi tersebut dari Juni hingga September 2018 untuk mendukung pembuatan panduan studi kelayakan NRW. Panduan tersebut akan berisi panduan pengembangan program NRW, pembuatan SOP, pembagian zona dan pembentukan District Metered Area (DMA), serta analisis keuangan.  Studi neraca air menemukan bahwa tingkat NRW Perumda Air Minum Surakarta mencapai 45% atau setara dengan 10.720.203 m3/tahun, dan tingkat NRW PDAM Magelang adalah 43% atau setara dengan 6.393.203m3/tahun. Berdasarkan studi tersebut, kehilangan air fisik merupakan faktor utama yang menyebabkan tingginya tingkat NRW. Kehilangan air fisik di Perumda Air Minum Surakarta mencapai 37% dan PDAM Magelang sebesar 34,9%.  Studi tersebut juga menemukan bahwa Perumda Air Minum Surakarta mempunyai 21 jam pelayanan dan PDAM Magelang memiliki 19,6 jam pelayanan. Studi ini mendorong perusahaan air minum tersebut untuk membuat panduan studi kelayakan NRW dan mengurangi NRW.  Direktur Utama Perumda Air Minum Surakarta, Maryanto, sangat mengapresiasi USAID IUWASH PLUS yang telah membantu upaya PDAM mengurangi NRW. “Saya berterima kasih kepada USAID IUWASH PLUS yang sudah mendukung upaya kami mengurangi NRW. Saya harap PDAM dapat menggunakan hasil studi neraca air ini sebagai referensi untuk menyusun [panduan] studi kelayakan NRW,” ujar Maryanto.  Setelah presentasi ini, USAID IUWASH PLUS akan terus membantu PDAM membuat panduan studi kelayakan NRW menggunakan hasil studi neraca air, dan membuat program prioritas setelah panduan tersebut selesai dibuat.

Available in enEnglish (English)

Mitra