English Indonesia
Kamis, 6 September 2018

Peningkatan Kapasitas Pokja PPAS/AMPL Jawa Barat dan Diskusi Rencana Kerja 5 Tahun Sektor AMPL di Daerah Dampingan USAID IUWASH PLUS di Jawa Barat

Peningkatan Kapasitas Pokja PPAS/AMPL Jawa Barat dan Diskusi Rencana Kerja 5 Tahun Sektor AMPL di Daerah Dampingan USAID IUWASH PLUS di Jawa Barat

Tanggal 28 Agustus 2018, USAID IUWASH PLUS bekerja sama dengan Bappenas dan Bappeda Jawa Barat melakukan lokakarya untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Kerja Perumahan, Permukiman, Air Minum, dan Sanitasi (Pokja PPAS/AMPL) dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat untuk menguatkan koordinasi dan komunikasi antar anggota Pokja yang berasal dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan organisasi lain, seperti Bappenas dan Kementerian Dalam Negeri.

Dalam lokakarya ini, Direktur Perkotaan, Perumahan, dan Permukiman Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti mengatakan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya di sektor air minum dan sanitasi sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas air dan sanitasi. Kualitas air dan sanitasi yang buruk akan menganggu penyerapan nutrisi dan berkontribusi pada stunting. Virgi juga mengingatkan pemerintah daerah untuk memanfaatkan dana air dan sanitasi sebaik-baiknya. “Ketersediaan anggaran air dan sanitasi bukan masalah karena penyerapannya masih 70%. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus dapat menggunakan dana tersebut dengan baik,” ujarnya.

Kegiatan ini juga memberi kesempatan bagi peserta untuk memberikan masukan kepada Bappenas dalam pembuatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2020-2024, seperti perlunya dukungan dari pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah dalam menyusun dan melaksanakan peraturan.

Setelah lokakarya ini, pada tanggal 29 Agustus 2018, USAID IUWASH PLUS melakukan diskusi dengan peserta dari lima daerah dampingan USAID IUWASH PLUS di Jawa Barat, yaitu Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Karawang tentang rencana kerja lima tahun (2016-2021) di sektor air minum dan sanitasi.

Diskusi ini menekankan capaian, target, dan isu terkait air minum dan sanitasi di setiap kabupaten/kota. Diskusi ini juga membahas konsep air minum dan sanitasi aman menurut Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG) 2030, seperti memasukkan kualitas air dalam program air minum, selain hanya fokus pada akses air.

Setelah melakukan lokakarya dan diskusi ini, USAID IUWASH PLUS akan mendukung sosialisasi konsep air minum dan sanitasi aman, serta mengkaji ulang dokumen perencanaan kabupaten/kota untuk memastikan target, strategi, dan program air minum dan sanitasi sesuai dengan konsep air minum dan sanitasi aman.

 

Yudi Saptono, staff Bappeda Kota Bekasi berbagi tentang kemajuan dan tantangan pembangunan air minum dan sanitasi di kota tersebut.

 

 

Available in enEnglish (English)

Mitra