English Indonesia
Selasa, 24 Juli 2018

Lokakarya Kolaborasi untuk Mempromosikan KKMA di Kota Batu

Lokakarya Kolaborasi untuk Mempromosikan KKMA di Kota Batu

Tanggal 17 Juli 2018, USAID IUWASH PLUS bekerja sama dengan USAID APIK menyelenggarakan lokakarya untuk mempromosikan program Kajian Kerentanan Mata Air dan konservasi air tanah di Kota Batu. Kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan konsep, latar belakang, dan kegiatan KKMA yang akan dilakukan USAID IUWASH PLUS dan USAID APIK serta membentuk tim KKMA.

Melalui lokakarya ini, USAID IUWASH PLUS dan USAID APIK berharap mendapatkan komitmen dari pemerintah dan masyarakat Kota Batu untuk mendukung program KKMA. Hasil program KKMA akan digunakan untuk membuat rencana kerja konservasi untuk menjaga keberlanjutan debit dan kualitas mata air yang akan menyediakan air baku bagi PDAM dan masyarakat.

Kepala Bidang Perencanaan, Sarana, dan Prasarana Kota Baru, Endro W menegaskan bahwa pemerintah Kota Batu mendukung sepenuhnya program KKMA. Dia mengakui bahwa KKMA akan membantu mengatasi masalah lingkungan di Kota Batu karena kota ini terletak di hulu Sungai Brantas. “Saya harap KKMA akan membantu kabupeten di Jawa Timur yang dialiri Sungai Brantas untuk mengatasi masalah terkait sumber daya air, seperti banjir, dan kekeringan,” ujar Endro W.

Mengikuti komitmen pemerintah Kota Batu, Dinas Lingkungan Hidup akan berbagi data tentang mata air calon lokasi KKMA, seperti mata air Binangun, Gemulo, dan Banyuning. Perhutani juga akan mendukung pelaksanaan KKMA di wilayah kerjanya, dan LDMH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) akan membantu mensosialisasikan tentang pelaksanaan KKMA kepada masyarakat di sekitar hutan.

Dalam kerja sama ini, USAID IUWASH PLUS akan membantu proses teknisnya, analisis KKMA dan survei lapangan. Sementara, USAID APIK akan memfasilitasi proses koordinasi dengan pemerintah Kota Batu dan tim KKMA, serta melakukan lokakarya/ Diskusi Kelompok Terbatas/FGD dan bertanggung jawab atas pelaksanaan KKMA.

Mengingat debit air di sumber air PDAM terus menurun, Pemerintah Kota Batu mengusulkan agar mata air Coban Darmi menjadi salah satu lokasi KKMA. Menanggapi usulan ini, USAID IUWASH PLUS dan USAID APIK mengunjungi mata air Coban Darmi tanggal 18 Juli 2018 untuk menilai kondisi air saat ini, termasuk kualitas dan kuantitas di daerah tangkapan air.

Lokakarya ini dihadiri oleh 27 peserta yang mewakili Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum, Cipta Karya, dan Tata Ruang, Bapelitbangda, PDAM, Perhutani, manajemen Taman Hutan Rakyat Suryo, kelompok masyarakat, media, dan Universitas Brawijaya.

Tim USAID IUWASH PLUS dan USAID APIK mengunjungi mata air Coban Darmi untuk menilai kondisi air saat ini.

Available in enEnglish (English)

Mitra