English Indonesia
Senin, 25 Juni 2018

Ibu Alfiyah, Kader PKK Pejuang LLTT

Ibu Alfiyah, Kader PKK Pejuang LLTT

Ibu Alfiyah, kader PKK yang ramah dari Perumahan Bumi Cimahpar Asri, Kota Bogor ini dikenal sebagai pejuang Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT)—layanan penyedotan penyedotan lumpur tinja di tangki septik yang dilakukan secara periodik, kemudian diolah di sarana yang ditetapkan dan menggunakan metode pembayaran yang sudah ditentukan. Ibu Alfiyah aktif mempromosikan LLTT kepada masyarakat di lingkungan sekitar tempat tinggalnya di Perumahan Bumi Cimahpar Asri. Hingga saat ini, ia juga sering diundang oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola Air Limbah Domestik (UPTD PAL) Kota Bogor untuk mempromosikan manfaat LLTT kepada warga di beberapa wilayah lainnya di Kota Bogor.

Perjalanan Ibu Alfiyah menjadi pejuang LLTT dimulai ketika mengikuti sosialisasi layanan sedot tinja terjadwal tahun 2013. Kegiatan ini dilakukan oleh Dinas Kebersihan, UPTD PAL, dan USAID IUWASH, program pendahulu USAID IUWASH PLUS. Melalui kegiatan ini, Ibu Alfiyah belajar bahwa tangki septik yang tidak kedap dan tidak dikuras dapat mengakibatkan lumpur tinja dan air limbah domestik merembes, sehingga mencemari lingkungan, dan mengancam kesehatan masyarakat.

Petugas dari UPTD PAL Kota Bogor sedang menyedot lumpur tinja di salah satu rumah pelanggan LLTT di Perumahan Bumi Cimahpar Asri.

Sebelum mengikuti sosialisasi LLTT, Ibu Alfiyah dan banyak warga lainnya di Perumahan Bumi Cimahpar Asri terbiasa melakukan sedot tinja on-call yang dilakukan oleh operator swasta. Berbeda dengan LLTT, sedot tinja on-call dilakukan oleh operator hanya jika diminta oleh pelanggan. Dengan mekanisme ini, warga sering lupa untuk menghubungi operator dan beberapa orang berhenti menggunakan layanan tersebut karena mereka menganggap biaya layanannya terlalu mahal. Akibatnya, lumpur tinja dan air limbah domestik merembes dan mencemari lingkungan.

Rasa khawatir terhadap pencemaran lingkungan akibat lumpur tinja dan air limbah domestik mendorong Ibu Alfiyah untuk mempromosikan LLTT kepada tetangga sekitarnya. Menurutnya, perubahan harus dilakukan oleh semua orang, tidak hanya bergantung pada beberapa orang. “Jika kita sudah [melakukan hal] bagus, tapi tetangga kita tidak, [lingkungan] tetap rawan,” tegas Ibu Alfiyah.

Ibu Alfiyah membantu UPTD PAL Kota Bogor mempromosikan LLTT kepada warga Perumahan Yasmin, 22 Maret 2018.

Untuk menerapkan hal tersebut, Ibu Alfiyah dan dua kader Posyandu aktif mempromosikan manfaat LLTT di pertemuan masyarakat dan arisan sejak 2013. Alfiyah juga menggunakan teknologi informasi, salah satunya grup Whatsapp untuk mengajak warga lain menjadi pelanggan LLTT.

Hasilnya, 106 rumah di Perumahan Bumi Cimahpar Asri menjadi pelanggan LLTT dan mendapatkan layanan penyedotan lumpur tinja setiap dua tahun. Penyedotan pertama dilakukan tahun 2013 dengan bantuan dana dari USAID IUWASH, dan penyedotan kedua dilakukan tahun 2016 menggunakan dana pribadi warga. Untuk membayar penyedotan lumpur tinja yang kedua ini, warga pelanggan LLTT di Perumahan Bumi Cimahpar Asri menabung 10 ribu rupiah per bulan sejak tahun 2014.

Peran Ibu Alfiyah untuk mendorong LLTT di lingkungannya tidak hanya terbatas pada promosi layanan. Dia juga mencatat tabungan warga untuk membiayai penyedotan lumpur tinja kedua, serta menerima keluhan tentang layanan dan menyampaikannya kepada UPTD PAL Kota Bogor.

Manfaat LLTT telah dirasakan oleh masyarakat. Ibu Alfiyah mengatakan bahwa warga pelanggan LLTT merasa sangat nyaman dan terbantu dengan adanya layanan ini. Mereka tidak perlu lagi repot-repot menghubungi operator swasta dan biaya yang dikeluarkan tidak memberatkan karena warga telah menabung sebelumnya.
“Saya ingin lebih banyak warga mau menjadi pelanggan LLTT sehingga pencemaran lingkungan akibat lumpur tinja dan limbah domestik dan kontaminasi kotoran ke mulut manusia dapat dicegah,” harap Alfiyah.

(Kartika Hermawati/ USAID IUWASH PLUS)

Available in enEnglish (English)

Mitra