English Indonesia
Senin, 23 April 2018

Sosialisasi Program Hibah Air Minum Perkotaan PDAM di Kelurahan Sukoharjo

Sosialisasi Program Hibah Air Minum Perkotaan PDAM di Kelurahan Sukoharjo

Untuk mendukung upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan akses air minum untuk masyarakat miskin dan kelompok rentan di perkotaan, PDAM Tirta Makmur dari kabupaten Sukoharjo memulai program khusus mengenai hibah penyediaan air minum perkotaan yang akan dilaksanakan pada tahun 2019. Diperlukan perkenalan mengenai program ini kepada masyarakat di kabupaten dan PDAM Tirta Makmur juga bekerja sama dengan USAID IUWASH PLUS sebagai langkah awal dalam menyebarluaskan dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya penyediaan air yang dikelola dengan aman dan partisipasi masyarakat dalam menjaga akses yang berkelanjutan terhadap pasokan air minum.

“Dari pengalaman kolaborasi, kami tahu persis bagaimana USAID IUWASH PLUS mempunyai kualifikasi yang baik dalam bekerja dengan masyarakat sebagai bagian dari persiapan program,” ujar Bapak Bambang, Kepala Divisi Hubungan Pelanggan PDAM Tirta Makmur.

Kegiatan sosialisasi dimulai dari Maret-Desember 2018. Sejak April 2018, USAID IUWASH PLUS dan PDAM Tirta Makmur sudah melakukan tiga kegiatan sosialisasi di kelurahan Sukoharjo, salah satunya diadakan di Kampung Jogodayoh RT3/RW8. Kampung ini menjadi salah satu daerah yang diprioritaskan untuk program, karena selama ini masyarakat telah mengkonsumsi air dari sumur gali yang asin, berwarna kuning, dan berbau anyir. Untuk mendapatkan air bersih, rumah tangga yang mampu membeli air jerigen dikenakan biaya sekitar 150.000 rupiah setiap bulan.

Program hibah air minum perkotaan menawarkan beberapa kemudahan kepada calon pelanggan, yaitu biaya pemasangan sambungan yang jauh lebih murah yaitu seharga 500.000 rupiah dan dapat dibayar melalui sistem cicilan. Untuk mendapatkan akses ke air PDAM, calon pelanggan hanya perlu membayar uang muka sebesar Rp100.000 dan membayar sisanya melalui 10 kali cicila n selama 10 bulan tanpa bunga. Program ini hanya berlaku untuk masyarakat berpenghasilan rendah di kabupaten Sukoharjo.

Selama kegiatan sosialisasi, masyarakat belajar tentang air minum yang dikelola dengan aman, bagaimana mereka dapat berpartisipasi dalam menjaga akses air minum berkelanjutan juga kebijakan program hibah penyediaan air minum perkotaan. “Kegiatan ini sangat penting bagi kami. Tidak hanya membuat kita menyadari bahwa air yang kita konsumsi tidak aman, tetapi juga mendorong kita untuk mengubah dan menggunakan air PDAM karena kemudahan yang ditawarkan PDAM,” ungkap Bapak Sasmoyo (52), seorang anggota masyarakat Kampung Jogodayoh, yang rumahnya digunakan sebagai tempat kegiatan sosialisasi ini.

Dari ketiga kegiatan sosialisasi, 50 kepala rumah tangga menyatakan minat mereka untuk mendaftar sebagai calon pelanggan PDAM Tirta Makmur Sukoharjo melalui program hibah pasokan air perkotaan ini.

Available in enEnglish (English)

Mitra