English Indonesia
Senin, 19 Maret 2018

Mengembangkan Silabus untuk Implementasi LLTT

Mengembangkan Silabus untuk Implementasi LLTT

Pada tanggal 1 Maret 2018, USAID IUWASH PLUS bermitra dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengadakan lokakarya untuk mengembangkan silabus LLTT yang akan digunakan oleh pemangku kepentingan terkait dalam melaksanakan LLTT. Lokakarya ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahan apa yang dibutuhkan untuk mengembangkan modul pelatihan LLTT, untuk mengembangkan silabus dan agenda pelatihan untuk LLTT dan menyiapkan tabel waktu untuk pelatihan LLTT.

Lokakarya ini diikuti oleh 29 peserta dari Kementerian PUPR, UPTD PAL (Unit Pelaksana Teknis Pengolahan Air Limbah) di Bekasi, UPTD di Bogor, PD PAL Jaya dan IATPI (Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia).

Dodi Krispratmadi, Direktur PPLP menekankan pencapaian target akses sanitasi 100% pada tahun 2019 dalam lokakarya.

Lokakarya dibuka oleh Dodi Krispratmadi, Direktur PPLP (Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman) dari PUPR. Dodi menekankan beberapa hal mengenai pencapaian target akses sanitasi 100% pada tahun 2019, dengan target 85% dan 15% akses terhadap sanitasi dasar, dimana 85% akses yang lebih baik akan dicapai melalui sistem pengelolaan air limbah domestik setempat (SPALD-S) . “Perubahan signifikan untuk membawa layanan sanitasi berkelanjutan dibutuhkan segera,” tambahnya.

Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) sebagai bagian dari Fecal Sludge Management (FSM) telah dimulai di Indonesia dengan beberapa inisiatif dari PUPR dan para donor, namun hanya beberapa kabupaten/kota yang telah menerapkannya. Oleh karena itu, bahan atau pedoman LLTT diperlukan agar lebih banyak kabupaten / kota dapat menerapkan LLTT secara mandiri.

Dalam sesi diskusi, peserta membahas silabus materi pelatihan LLTT, jumlah hari yang dibutuhkan untuk pelatihan, lokasi pelatihan dan kriteria kabupaten/kota yang akan mengikuti pelatihan. Lokakarya ini mendapat apresiasi dari para peserta. “Lokakarya ini sangat bermanfaat, terutama untuk mengembangkan pedoman pelaksanaan LLTT,” kata Andrea Sucipto, kepala UPTD PAL di Bekasi.

Andrea Sucipto, kepala UPTD PAL di Bekasi menekankan pedoman untuk pelaksanaan LLTT.
Untuk menindaklanjuti lokakarya tersebut, USAID IUWASH PLUS dan PUPR akan mengembangkan modul pelatihan LLTT, pelatihan untuk pelatih (TOT) dan pelatihan bagi peserta juga. ToT akan diselenggarakan oleh BPSDM (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia) dan pelatihan untuk pemerintah daerah akan didanai oleh pusat pelatihan PLP Wiyung di Surabaya.

 

Available in enEnglish (English)

Mitra