English Indonesia
Kamis, 1 Februari 2018

Tingkatkan Pelayanan WASH, PDAM Lumajang Belajar dan Terapkan SIG

Tingkatkan Pelayanan WASH, PDAM Lumajang Belajar dan Terapkan SIG

Saat ini PDAM Kabupaten Lumajang telah memiliki jumlah pelanggan sebanyak 29.000 sambungan rumah (SR). PDAM Lumajang memperkirakan jumlah pelanggan akan melebihi 30.000 SR pada pertengahan tahun 2018. Menyadari kondisi ini, PDAM Lumajang bertekad meningkatkan pelayanan perusahaan di segala bidang. Salah satu upaya yang dilakukan untuk tingkatkan pelayanan adalah dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG).

Teknologi SIG itu dimanfaatkan untuk mengumpulkan data spasial aset perpipaan dan juga data spasial sambungan rumah. Terkait hal itu, PDAM segera membentuk Tim SIG sebanyak 20 orang staf PDAM yang berasal dari unit Produksi, Distribusi, dan Perencanaan. Anggota Tim SIG yang dipilih itu juga merupakan anggota Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM), karena data spasial aset perpipaan sangat diperlukan dalam melaksanakan RPAM itu.

Kegiatan pemanfaatan SIG oleh PDAM Lumajang dimulai dengan pelatihan yang difasilitasi oleh USAID IUWASH PLUS yang  mana dilaksanakan dalam 2 tahap. Pada tahap pertama, tanggal 23-25 Juli 2017, Tim SIG PDAM Lumajang mempelajari fungsi dasar perangkat lunak SIG seperti bagaimana mengakses dan menggunakan perangkat lunak SIG “tidak berbayar” (contohnya Quantum GIS), memanfaatkan perangkat lunak SIG untuk mengambil data spasial perpipaan dan SR untuk melengkapi data RPAM, memasukkan objek vektor, dan mengisi tabel atribut pada perangkat lunak SIG.

Pada pelatihan tahap kedua, tanggal 18&19 September 2017, pelatihan memfokuskan pada penguasaan fungsi lanjut perangkat lunak SIG seperti membuat peta SIG, manajemen data, tumpang susun peta (overlay), dan menampilkan data peta (query). Selain itu, Tim SIG juga berkesempatan mempraktikkan penggunaan perangkat keras GPS untuk mencatat titik koordinat pipa dalam rangka pemetaan aset perpipaan.

Kegiatan pelatihan itu kemudian dilanjutkan dengan penerapan langsung di lapangan yang didampingi oleh USAID IUWASH PLUS. Tim SIG melaksanakan pengumpulan data spasial aset perpipaan dan sambungan rumah di Kabupaten Lumajang. Kegiatan itu dimulai Oktober 2017 dan ditargetkan akan selesai akhir Januari 2018.

Sampai awal Desember 2017, Tim SIG PDAM Lumajang telah menyelesaikan 50% data spasial aset perpipaan untuk pipa primer dan sekunder, namun pipa tersier belum dikerjakan. Sedangkan untuk data spasial sambungan rumah, Tim SIG telah menyelesaikan sekitar 60 % meskipun masih memerlukan verifikasi di lapangan.

Pendataan spasial aset perpipaan akan mendatangkan banyak manfaat bagi PDAM dalam meningkatkan pelayanannya. Sebagai contoh, dengan menggunakan SIG dan data spasial, PDAM dapat langsung menanggapi permintaan pelanggan karena petugas PDAM dapat langsung menemukan lokasi rumah pelanggan. Selain itu, petugas juga dapat dengan mudah mencari data lokasi pipa air dengan diameter yang spesifik.

Kegiatan pelatihan SIG yang dilanjutkan dengan penerapannya juga telah dilaksanakan di kota/kabupaten lain. Sebagai contoh, PDAM Kota Probolinggo dan PDAM Kota Sibolga telah menyelesaikan seluruh pendataan spasial aset perpipaan diikuti dengan PDAM Kota Solo dan Magelang yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian pendataan. Kegiatan serupa akan dimulai dalam waktu dekat di PDAM Kota Bekasi, Depok, Bogor, Pematangsiantar, Makassar, dan Jayapura.

“Pelatihan SIG oleh USAID IUWASH PLUS telah meningkatkan kemampuan saya dalam SIG dan sangat membantu pekerjaan saya,” ungkap Udiyanto, salah satu anggota Tim SIG PDAM Lumajang yang menjadi peserta pelatihan SIG.

(Rudhy Finansyah/USAID IUWASH PLUS EJRO)

Available in enEnglish (English)

Mitra