English Indonesia
Senin, 4 Desember 2017

Lokakarya Pembekalan untuk Studi Banding ke Filipina tentang Rencana Pengamanan Air Minum

USAID IUWASH PLUS memfasilitasi lokakarya pembekalan di Jakarta dari tanggal 20 sampai 21 November 2017. Lokakarya ini dihadiri oleh peserta dari USAID, Bappenas, Kementerian Kesehatan, Pekerjaan Umum dan Perumahan, Dalam Negeri, WHO, Institut Teknologi Bandung dan PDAM Kota Malang sebagai perwakilan Perpamsi (Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia).

Lokakarya ini merupakan bagian dari persiapan kunjungan studi pertama tentang Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) ke Filipina. Selama lokakarya, para peserta belajar tentang prinsip-prinsip RPAM dan bagaimana negara-negara lain telah mengambil inisiatif RPAM, termasuk pengembangan kebijakan dan pembelajaran.

Ashoka Jayaratne, seorang konsultan WHO dan anggota Yarra Valley Water di negara bagian Victoria, Australia mempresentasikan topik menarik yang mencakup kebutuhan dan gambaran umum RPAM, kerangka kerja dan perkembangan kebijakan RPAM di Australia, Asia Tenggara, Pasifik Barat dan juga keberhasilan dan tantangan di RPAM. Dari presentasi ini, peserta dapat memperoleh dan mempelajari gambaran menyeluruh kasus RPAM, termasuk pembelajaran dari negara lain.

Presentasi mengenai gambaran konsep RPAM di Indonesia disampaikan oleh Arief Sudrajat dari ITB pada hari kedua lokakarya, dilanjutkan dengan serangkaian diskusi tentang RPAM. Topik diskusi mencakup isu-isu yang relevan dengan RPAM di Indonesia, area pembelajaran RPAM untuk dipelajari dari Filipina dan pengembangan encana untuk memperbarui konsep dan kerangka kerja RPAM di Indonesia setelah kunjungan studi.

Selama sesi diskusi, para peserta juga menyiapkan daftar bidang pembelajaran terkait RPAM yang akan didiskusikan dengan perwakilan Filipina yang relevan selama kunjungan tersebut. Peserta juga mengembangkan rencana aksi mulai Desember 2017 sampai Mei 2018 yang akan dilaksanakan setelah kunjungan studi.

“Saya berharap dari pembekalan ini kita bisa mengidentifikasi apa yang perlu dipersiapkan untuk RPAM dan selanjutnya kita bisa menindaklanjutinya. Setelah ini, saya berharap lebih banyak kerjasama dan komunikasi antar pemangku kepentingan akan terbangun, “kata Trigeany Linggoatmodjo dari USAID. Tirta Sutedjo dari Bappenas juga menyatakan bahwa kunjungan studi yang akan datang ini diharapkan dapat memberikan masukan terkait isu rencana pengamanan air minum untuk RPJMN 2019 – 2024.

Available in enEnglish (English)

Mitra