English Indonesia
Senin, 9 Oktober 2017

Lokakarya untuk Pembiayaan Mikro WASH di Kota Ternate

Lokakarya untuk Pembiayaan Mikro WASH di Kota Ternate

Sebagai bagian dari penguatan program pembiayaan WASH, USAID IUWASH PLUS memberikan dukungan dalam membangun kolaborasi di antara mitra yang mencakup pemerintah daerah, Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk menyediakan akses bagi rumah tangga untuk membiayai layanan WASH . Dengan memperhatikan hal tersebut, USAID IUWASH PLUS menyelenggarakan lokakarya tentang Pembiayaan Mikro WASH di Kota Ternate pada tanggal 14 September 2017.

Lokakarya ini dihadiri oleh 20 peserta, termasuk perwakilan dari Pemerintah Kota, PDAM, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Kesehatan, Lingkungan Hidup, Bappelitbangda, Baznas, UKM dan LKM WASH yang diwakili oleh BPRS Bahari Berkesan. Tujuan dari lokakarya ini adalah untuk mempertemukan para pemangku kepentingan yang akan terlibat dalam pembiayaan sektor air minum dan sanitasi, mengidentifikasi potensi kolaborasi, dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja, baik dari pemerintah dan sektor keuangan, dengan memberikan layanan kepada masyarakat secara tepat.

Mewakili Pemerintah Kota Ternate, Bachtiar Teng, Asisten II Sekretaris Daerah Kota Ternate, menekankan pada potensi kolaborasi untuk meningkatkan akses penyediaan air minum dan sanitasi di Kota Ternate.

Selama sesi presentasi, Bambang Marasabessy, Kepala Bidang Cipta Karya PU Ternate, menjelaskan bahwa cakupan sanitasi di Kota Ternate sudah mencapai 95%, namun 53% masih berupa sanitasi dasar dan 5% masih Buang Air Besar Sembarangan. Untuk mencapai target Akses Universal 2019, Pemerintah Kota Ternate saat ini sedang membangun tangki septik individu (hibah untuk struktur bangunan bawah) dan IPAL berbasis masyarakat (IPAL Kommunal) di beberapa kecamatan di Kota Ternate. Sementara itu, Syaiful Djafar, Direktur PDAM Kota Ternate, menyatakan bahwa program PDAM utama saat ini adalah untuk meningkatkan kapasitas sumber air minum menjadi 70 liter per detik dengan perkiraan penambahan 5.000 sambungan rumah baru.

Menanggapi hal tersebut, Barija Hormati, Kepala Bagian Satuan Pengendalian Internal BPRS Bahari Berkesan, mengatakan bahwa saat ini kondisi akses penyediaan air minum dan sanitasi dapat menciptakan peluang dan pasar bisnis di Sektor WASH. “Program hibah untuk tangki septik individu untuk struktur bangunan bawah dapat dikombinasikan dengan pembiayaan mikro untuk struktur atas, dan untuk 5.000┬ásambungan rumah baru, Lembaga Keswadayaan Masyarakat dapat bekerja sama dengan PDAM untuk membiayai instalasi baru ini,” tambahnya.

Menyampaikan penghargaan kepada USAID IUWASH PLUS, Direktur PDAM Kota Ternate dalam sambutan penutupnya menyatakan, “Terima kasih kepada USAID IUWASH PLUS untuk memprakarsai lokakarya ini. Saya berharap ke depan skema keuangan mikro ini bisa segera dilaksanakan untuk membantu masyarakat Kota Ternate mendapatkan akses air minum dan sanitasi.”

Lokakarya serupa mengenai keuangan mikro WASH juga akan diadakan di seluruh wilayah USAID IUWASH PLUS antara bulan Oktober dan November 2017.

Available in enEnglish (English)

Mitra