English Indonesia
Senin, 2 Oktober 2017

Pembelajaran Horizontal Pengelolaan Air Limbah di Makassar dan Bekasi

Pembelajaran Horizontal Pengelolaan Air Limbah di Makassar dan Bekasi

Untuk mempercepat proses pembentukan kelembagaan dan mengadvokasi anggota eksekutif dan legislatif, USAID IUWASH PLUS memfasilitasi dua kegiatan pembelajaran horizontal mengenai pengelolaan air limbah domestik untuk Pemerintah Kabupaten dan Legislatif Kabupaten Lumajang dan Sidoarjo.

Kegiatan pertama adalah kunjungan Pemerintah Kabupaten dan Legislatif Lumajang ke Kota Makassar pada tanggal 14 – 16 Agustus 2017. Para peserta kunjungan ini termasuk Ketua DPRD Komisi B dan C Kabupaten Lumajang; Kepala Bagian Hukum, Organisasi, dan Retribusi dan Pajak, Kepala Bidang Bappeda, dan perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Kesehatan, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), dan Lingkungan Hidup. Dalam kunjungan tersebut, para peserta belajar tentang berbagai isu, termasuk strategi pemasaran dan promosi L2T2, pengelolaan IPAL, dan kunjungan lapangan ke IPLT Nipa Nipa dan Kantor UPTD PAL di Makassar.

Kunjungan ini memberikan wawasan bagi OPD non-teknis dan legislatif mengenai pentingnya dukungan untuk sektor sanitasi, terutama dalam mendukung penganggaran dan peraturan, juga pembentukan institusi pengelolaan air limbah domestik. Sebagai hasil dari kunjungan ini, Bupati Lumajang akan segera memproses pendirian UPT PAL di bawah Dinas PUTR sebagai operator pengelolaan air limbah domestik.

Mengikuti keberhasilan pembelajaran horizontal ke Makassar, kegiatan kedua diadakan bagi Kabupaten Sidoarjo untuk mengunjungi Kota Bekasi. Kabupaten Sidoarjo saat ini sedang mengembangkan peraturan daerah mengenai air limbah domestik dan memisahkan operator pengelolaan air limbah domestik dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelolaan Sampah dan Air Limbah (UPTD PSAL).

Pada tanggal 13 – 15 September 2017, perwakilan dari DPRD Sidoarjo, Dinas PKP, Kesehatan, dan Lingkungan Hidup, Badan Kepegawaian Daerah, Bagian Organisasi, Hukum, Bidang Bappeda, dan UPTD PSAL berpartisipasi dalam kunjungan pembelajaran horizontal ke Kota Bekasi yang telah memiliki IPLT dengan sistem mekanis. Dalam kunjungan tersebut, para peserta mengetahui tentang aspek keuangan seperti sistem pembayaran dengan E-Money, dan aspek teknis dalam memanfaatkan sistem mekanikal dan listrik, dan penggunaan Sistem Informasi Manajemen untuk layanan pelanggan. Para peserta juga mengunjungi IPLT Sumur Batu dan Kantor UPTD PAL di Bekasi.

Kabupaten Sidoarjo memiliki kesamaan dengan Kota Bekasi, karena keduanya berfungsi sebagai kota penyangga untuk Kota Surabaya dan DKI Jakarta. Hal ini membantu kabupaten dan kota itu dalam membagikan pelajaran dan pengalaman mereka untuk memperbaiki sektor sanitasi. “Ke depan, Kabupaten Sidoarjo juga akan membagi kawasan pengembangan IPLT menjadi 5 zona, sehingga diharapkan semua penduduk Sidoarjo memiliki akses terhadap sanitasi yang aman,” kata Ibu Eni Rustianingsih, Kepala Bidang Permukiman dan Prasarana Wilayah Bappeda Sidoarjo .

Available in enEnglish (English)

Mitra