English Indonesia
Senin, 11 September 2017

Membahas RPAM dan Peluang Bisnis di Sektor Air Limbah dalam Indowater Expo & Forum 2017

Membahas RPAM dan Peluang Bisnis di Sektor Air Limbah dalam Indowater Expo & Forum 2017

“Saya mengapresiasi USAID IUWASH PLUS yang membahas isu RPAM Sumber, yang pada akhirnya meningkatkan kesadaran saya,” demikian kesan yang disampaikan oleh Ilham Sulistiyana dari PDAM Salatiga setelah menghadiri sesi Diskusi Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) yang diselenggarakan oleh USAID IUWASH PLUS tanggal 13 Juli 2017 di Jakarta Convention Center.

RPAM merupakan upaya pengamanan air minum sejak dari sumbernya sampai dengan kran air di konsumen, yang menggunakan prinsip manajemen penanganan risiko, yang juga berperan penting dalam upaya peningkatan akses air minum dan pencapaian Akses Universal 2019, serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Di Indonesia. RPAM dibagi dalam 4 komponen, yaitu Sumber, Operator, Komunal, dan Konsumen. Sasaran dan target utama RPAM adalah meminimalkan kontaminasi sumber air, mengurangi atau menghilangkan pencemaran air, dan mencegah pencemaran saat distribusi ke tingkat konsumen dengan menerapkan sistem terpadu yang didukung rencana pengelolaan dan monitoring berkelanjutan.

Diskusi yang membahas konsep dan kegiatan RPAM, perkembangan, implementasi, dan berbagi pengalaman dengan RPAM Operator, Komunal dan Konsumen, serta rencana program RPAM USAID IUWASH PLUS ini berlangsung sangat produktif.

Melalui diskusi kelompok dan pleno yang membahas beragam isu terkait tantangan, pendekatan, dan kebijaksanaan RPAM, peserta menyepakati sejumlah rekomendasi dan rencana tindak lanjut yang penting untuk tindak lanjut implementasi RPAM di daerahnya masing-masing. Rekomendasi tersebut dikelompokkan dalam empat topik utama, yaitu pemahaman dan konsep dasar RPAM, regulasi, kelembagaan, dan strategi implementasi RPAM.

Peserta diskusi yang merupakan perwakilan dari Kementerian PUPR, Kemenkes, Kemendagri, Bappenas, Bappeda, Bappelitbangda, PDAM Kota/Kabupaten, PAM-MASKARTA, Akatirta, ITB, dan juga donor/organisasi lain seperti USAID APIK, PERPAMSI, SPEAK, USAID, UNICEF, dan WHO mengapresiasi diskusi RPAM yang bermanfaat ini. “Dengan mengikuti diskusi ini, saya memperoleh contoh bagus tentang praktik baik dalam implementasi RPAM,” ungkap Yakub Abbas dari Bappelitbangda Ternate.

Diskusi RPAM yang diselenggarakan oleh USAID IUWASH PLUS ini merupakan bagian dari rangkaian acara Indowater Expo & Forum 2017 yang diadakan oleh Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI). Indowater sendiri merupakan sebuah ajang internasional yang mempertemukan para praktisi di bidang air minum dan sanitasi. Selain melaksanakan sesi Diskusi RPAM, USAID IUWASH PLUS juga berkontribusi dalam sesi Peluang Bisnis dalam Sektor Air Limbah yang diselenggarakan PERPAMSI.

Dalam sesi peluang bisnis, USAID IUWASH PLUS memperkenalkan peluang bisnis dalam membangun tangki septik standar dan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT). Dalam sesi USAID IUWASH PLUS, ada dua presentasi yang disampaikan. Presentasi pertama adalah tentang Kebijakan dan Dukungan Pemerintah untuk Peluang Bisnis di Sektor Air Limbah, yang disampaikan oleh Laisa Wahanudin, Kasubdit Sanitasi dari Direktorat Perkotaan, Perumahan dan Permukiman, Bappenas. Presentasi berikutnya adalah tentang Peluang Bisnis dalam penampungan, pengurasan, dan pengolahan lumpur tinja, yang disampaikan oleh Foort Bustraan, WASH Institutional Development Advisor, USAID IUWASH PLUS.

***

Available in enEnglish (English)

Mitra