English Indonesia
Jumat, 8 September 2017

Jalan Panjang Pembangunan Akses Air Minum dan Sanitasi Kota Medan

Jalan Panjang Pembangunan Akses Air Minum dan Sanitasi Kota Medan

 

Kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat terhadap layanan akses air minum, sanitasi, dan rumah layak huni merupakan salah satu tantangan yang harus diatasi oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pemko Medan telah melakukan sejumlah kegiatan dalam sektor sanitasi dan air minum.

“Intinya, dalam rangka meningkatkan layanan akses air minum dan sanitasi, Pemko Medan akan mempertahankan dan meningkatkan anggaran APBD, dan juga memperbaiki data penerima manfaat air minum dan sanitasi. Selain itu juga akan mendorong kerja Dinas Kesehatan dengan program air minum, sanitasi, dan promosi kesehatannya,” ungkap Bapak Rawaluddin Siregar, Kepala Bidang Program PKP2R dari Dinas PKP2R.

Dalam sektor sanitasi, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Penataan Ruang (PKP2R) Pemko Medan, Satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP), dan PDAM Tirtanadi telah melakukan optimalisasi Sistem Pelayanan Jaringan Pipa Air Limbah Terpusat Kota Medan sejak tahun 2013 sampai sekarang. Selain itu Dinas PKP2PR juga akan melaksanakan  sistem Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2). Optimalisasi dan kegiatan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Medan akan layanan sanitasi yang aman dan ramah lingkungan.

Dalam sektor air minum, Dinas PKP2PR telah membangun sistem pengelolaan air minum yang dikelola oleh masyarakat  yang dilengkapi dengan jaringan pipa distribusi ke daerah-daerah yang masih rawan air, yaitu di Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Kelurahan Belawan Bahagia, dan Kelurahan Bagan Deli. Sistem pengelolaan air minum di Tegal Sari Mandala II dimulai dari tahun 2011 sedangkan untuk Kelurahan Belawan Bahagia dan Bagan Deli dimulai dari tahun 2015.

Kelurahan Tegal Sari Mandala II dipilih mengingat lokasi itu memiliki kualitas air sumur dangkal yang kurang baik dan juga tidak terlayani jaringan PDAM Tirtanadi. Kondisi itu juga dijumpai di Kelurahan Belawan Bahagia dan Bagan Deli. Kedua kelurahan itu terletak di pinggir laut sehingga belum terjangkau jaringan PDAM.

Selain itu, Kota Medan juga termasuk dalam program peningkatan pelayanan air minum terbesar di Sumatra Utara, yaitu Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Medan, Binjai dan Deli Serdang (Mebidang) yang menargetkan kapasitas produksi air minum maksimum 2.200 liter per detik.

Upaya peningkatan akses air minum dan sanitasi itu terus berlangsung sampai sekarang.  Untuk Tahun Anggaran 2017, Dinas PKP2R bekerja sama dengan Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, PDAM Tirtanadi dan Program KOTAKU akan melaksanakan pembangunan 1.000 SR air minum, program pengadaan 350 unit tangki septik, dan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk 200 Rumah Tangga.

Pemko Medan juga telah melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan USAID IUWASH PLUS. Bekerja sama dengan USAID IUWASH PLUS di tahun 2017 ini, Dinas PKP2PR telah melaksanakan Survei Calon Penerima Manfaat Program PKP2R Kota Medan untuk Sanitasi dan Air Minum dan Program KOTAKU Kota Medan untuk  Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) terhadap 1.200 responden dengan menggunakan aplikasi berbasis Android. Hasil dari survei tersebut sangat bermanfaat dalam menyediakan data calon penerima manfaat layanan air minum dan program L2T2 bagi Pemko Medan.

Selain itu, USAID IUWASH PLUS juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Pemko Medan dalam melakukan pengkajian partisipatif dan pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. “Kami berharap kerja sama dengan USAID IUWASH PLUS terus berlanjut dan kami juga berharap ada studi banding yang dapat membuka wawasan, ” tambah Bapak Rawaluddin  Siregar, Kepala Bidang Program PKP2R, menaruh harapan terhadap USAID IUWASH PLUS.

Hasil kerja bersama Pemko Medan itu membuahkan hasil berupa pembangunan sarana air minum, sanitasi, dan RTLH yang didukung oleh Dinas PKP2R, Program KOTAKU, dan USAID IUWASH PLUS. Sebagai realisasinya adalah pembangunan sarana air minum, sanitasi, dan RTLH yang diresmikan pada tanggal 5 Juli 2017 di Kelurahan Kedai Durian di kediaman Bapak Saripin selaku penerima manfaat.

Dalam peresmian tersebut, Duta Besar Amerika Serikat Joseph A. Donovan, Walikota Medan Dzulmi Eldin, dan Plt. Sekretaris Daerah Sumatra Utara (mewakili Gubernur Sumatra Utara) Ibnu Sri Utomo melakukan peletakan batu pertama sebagai simbol peresmian pembangunan fasilitas air minum, sanitasi (WASH), dan RTLH bagi warga khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Amerika Serikat bangga dapat bermitra dengan Pemerintah Indonesia untuk bekerja sama menuju Akses Universal untuk air bersih dan sanitasi layak di Tahun 2019,” kata Dubes Joseph A. Donovan dalam sambutannya pada acara itu. Acara peresmian itu sekaligus menandai dimulainya kemitraan baru dan dukungan USAID IUWASH PLUS untuk Pemko Medan dalam meningkatkan akses air minum dan sanitasi.

Pak Saripin yang menjadi salah satu penerima manfaat pembangunan sarana air minum dan sanitasi di rumahnya sangat mensyukuri manfaat yang dirasakan oleh keluarganya. “Dulu ketika musim kemarau, air dari sumur keruh dan berbau, jadi tidak bisa digunakan. Tetapi sekarang tidak lagi karena saya sudah bisa menikmati air yang bersih. Saya juga senang dibantu dengan jamban bertangki septik yang lebih aman dan kedap air,” ungkapnya.

(Melani Miranda/USAID IUWASH PLUS Sumatra Utara)

***

Available in enEnglish (English)

Mitra